JAKARTA, KOMPAS.com - Penulis buku laris Rich Dad Poor Dad Robert Kiyosaki tetap optimis terhadap bitcoin (BTC) dan emas.
Akhir pekan lalu, Kiyosaki menulis di akun X-nya bahwa ia tidak akan menjual bitcoin atau emas yang dia miliki.
Sikap ini diambil meskipun pasar sedang mengalami penurunan tajam. Ia memiliki keyakinan yang kuat terhadap aset-aset ini.
WIKIMEDIA COMMONS/GAGE SKIDMORE Robert Kiyosaki, pakar keuangan dan penulis buku laris Rich Dad, Poor Dad. Lima jenis investasi ini diyakini Robert Kiyosaki bisa membawa kebahagiaan jangka panjang."Gelembung segalanya sedang meletus," tulisnya dalam sebuah postingan pada Sabtu (15/11/2025), dikutip dari Live Bitcoin News, Senin (17/11/2025).
Ia menambahkan bahwa alasan sebenarnya mengapa pasar aset kripto jatuh adalah kekurangan uang tunai global.
"Penyebab semua pasar jatuh adalah karena dunia membutuhkan uang tunai," tegasnya.
Analisis ini menjadi dasar strategi investasinya. Kemudian, dalam unggahan lanjutannya, Kiyosaki menegaskan kembali komitmennya terhadap posisi jangka panjangnya.
"Saya akan membeli lebih banyak bitcoin setelah krisis berakhir," kata dia.
Ia mengingatkan para pengikutnya tentang batas pasokan bitcoin sebesar 21 juta. Prinsip kelangkaan inilah yang menjadi kunci penilaiannya.
Kiyosaki prediksi harga bitcoin bisa tembus 250.000 dollar AS
Dalam unggahannya, Kiyosaki juga membagikan target harga bitcoin 2025. Ia memprediksi harga bitcoin mencapai 250.000 dollar AS, sementara harga emas mencapai 27.000 dollar AS.
UNSPLASH/KANCHANARA Ilustrasi bitcoin.Kemudian, Kiyosaki memperkirakan harga perak mencapai 100 dollar AS dan harga ethereum (ETH) mencapai 60 dollar AS pada tahun depan.
Harga bitcoin bergejolak pada November 2025
Harga bitcoin (BTC) kembali bergejolak pada November 2025. Setelah sempat bertahan di atas 110.000 dollar AS pada awal bulan, nilainya merosot ke kisaran 94.000 sampai 96.000 dollar AS di paruh kedua November 2025.
Ini mencerminkan sentimen pasar kripto yang berubah cepat dan dipengaruhi banyak faktor sekaligus.
Data historis bitcoin di sejumlah platform menunjukkan bahwa awal November 2025 menjadi titik balik setelah reli panjang sejak awal tahun.
Dikutip dari Investing.com, pada 1 sampai 3 November 2025, bitcoin masih diperdagangkan di kisaran 109.000 sampai 111.000 dollar AS.
Kemudian, pada 3 sampai 6 November 2025, harga mulai terkoreksi. Pada 4 November 2025, harga harian sempat menyentuh area sekitar 107.000 dollar AS sebelum ditutup lebih rendah di kisaran 101.000 dollar AS.
Tekanan jual berlanjut pada 6 sampai 8 November dengan fluktuasi di rentang 101.000 sampai 103.000 dollar AS.
Memasuki 10 sampai 12 November 2025, bitcoin sempat menguji kembali level 104.000 hingga 106.000 dollar AS, tetapi gagal mempertahankannya dan kembali melemah ke sekitar 101.000 hingga 103.000 dollar AS.
Titik koreksi tajam terjadi pada 13 dan 14 November 2025. Data intraday menunjukkan harga sempat turun hingga ke bawah 94.000 dollar AS sebelum ditutup di kisaran 94.000 hingga 95.000 dollar AS.
Pada 16 hingga 17 November 2025, harga BTC bergerak di rentang 94.000 sampai 96.000 dollar AS, jauh di bawah posisi awal bulan yang berada di atas 110.000 dollar AS.
Unsplash/michael fortsch Ilustrasi Bitcoin, mata uang kripto paling bernilai di dunia.Secara rata-rata bulanan, harga rata-rata bitcoin pada November 2025 berada di sekitar 95.000 dollar AS, turun signifikan dibanding rata-rata Oktober 2025, yakni sekitar 109.000 dollar AS dan September 2025 sekitar 114.000 dollar AS.
Tekanan dari kebijakan moneter global
Salah satu pemicu utama gejolak harga bitcoin pada November 2025 adalah perkembangan kebijakan moneter global, terutama di Amerika Serikat (AS).
Dikutip dari Bitget, analis menyebut pengetatan kebijakan moneter global dan sikap bank sentral utama yang masih hawkish sebagai faktor penting di balik koreksi tajam bitcoin pada November 2025.
Ekspektasi bahwa penurunan suku bunga acuan bank sentral AS Federal Reserve (The Fed) akan terjadi lebih lambat dari perkiraan sebelumnya membuat pelaku pasar kembali mengurangi eksposur pada aset berisiko, termasuk kripto.
Ketika imbal hasil obligasi pemerintah AS kembali naik dan dollar AS menguat, sebagian investor institusi cenderung mengalihkan portofolio ke aset berimbal hasil pasti, sehingga tekanan jual di pasar kripto kian besar.
Arus keluar dari ETF kripto
Faktor lain yang memperbesar gejolak harga bitcoin pada November 2025 adalah arus dana dari produk investasi kripto yang diperdagangkan di bursa (exchange-traded fund atau ETF).
Laporan salah satu bursa aset kripto global mencatat bahwa pada pertengahan November 2025, ETF Bitcoin spot mengalami arus keluar bersih hingga sekitar 492 juta dollar AS dalam satu hari perdagangan.
ETF Ethereum juga mencatat redemption bersih sekitar 178 juta dollar AS, sementara ETF berbasis Solana justru masih mencatat arus masuk.
PEXELS/RDNE STOCK PROJECT Ilustrasi aset kripto. Aturan pajak kripto baru resmi berlaku mulai 1 Agustus 2025.Beberapa ETF kripto utama mencatatkan arus keluar konsisten sepanjang pekan kedua November 2025, di tengah peninjauan otoritas pasar modal AS terhadap produk ETF altcoin baru.
Arus keluar dari ETF ini penting karena beberapa alasan, yakni sebagai berikut.
1. Naik turunnya ETF mencerminkan sentimen institusi
Investor institusi yang masuk melalui ETF cenderung mengelola portofolio dalam jumlah besar. Ketika mereka melakukan penjualan, tekanan jual di pasar spot ikut meningkat.
2. Likuiditas pasar ikut terdampak
Redemption dalam volume besar membuat manajer ETF harus melepas bitcoin di pasar, sehingga memperdalam koreksi harga, terutama ketika order beli di sisi lain buku pesanan tidak cukup tebal.
3. Sinyal ke investor ritel
Berita mengenai arus keluar ETF kerap dibaca investor ritel sebagai sinyal kehati-hatian institusi, sehingga memicu aksi jual lanjutan.
Sentimen pasar: dari euforia ke “extreme fear”
Volatilitas harga bitcoin di November 2025 juga tidak bisa dilepaskan dari perubahan sentimen yang sangat cepat.
Indeks “Fear & Greed” kripto yang kerap digunakan pelaku pasar untuk mengukur psikologi investor dikabarkan turun ke level sekitar 10, yang dikategorikan sebagai “extreme fear” (ketakutan ekstrem).
Menurut The Economic Times, posisi itu merupakan salah satu yang terendah sejak gejolak pasar pada awal pandemi Covid-19.
UNSPLASH/ERLING LOKEN ANDERSEN Ilustrasi bitcoin.Dengan latar belakang tersebut, setiap berita negatif, mulai dari sinyal kebijakan bunga yang lebih ketat, kekhawatiran regulasi, hingga laporan likuiditas bursa, lebih mudah memicu aksi jual berantai (panic selling).
Masalah struktural di pasar kripto
Sejumlah analis juga menyoroti faktor struktural di pasar kripto yang membuat gejolak harga Bitcoin di November 2025 terasa lebih tajam.
Sebuah laporan pasar menilai bahwa kelemahan struktural industri kripto, termasuk warisan kepercayaan pasca runtuhnya beberapa bursa dan lembaga besar beberapa tahun terakhir, masih membayangi.
Beberapa poin yang disorot antara lain sebagai berikut.
1. Likuiditas yang tidak merata
Likuiditas yang terkonsentrasi pada beberapa bursa besar membuat pergerakan harga di satu platform bisa cepat menular ke bursa lain, terutama ketika terjadi penjualan dalam jumlah besar.
2. Posisi leverage tinggi
Data dari berbagai penyedia derivatif kripto menunjukkan bahwa posisi berjangka dan leverage masih besar. Ketika harga turun menembus level tertentu, likuidasi posisi ber-leverage bisa mempercepat penurunan harga.
3. Dominasi trader jangka pendek
Laporan analisis on-chain yang dikutip media kripto menunjukkan bahwa sebagian besar volume transaksi harian masih didorong oleh trader jangka pendek, yang cenderung bereaksi cepat terhadap berita dan perubahan harga.
Kondisi ini menjadikan bitcoin sangat sensitif terhadap kejutan makro maupun berita sektoral.
DOK. Shutterstock. Ilustrasi Bitcoin.Faktor khusus sektor kripto: regulasi dan kepercayaan
Selain faktor makro dan arus dana, beberapa isu khusus sektor kripto juga turut mewarnai gejolak November 2025.
1. Proses regulasi produk kripto baru
Peninjauan regulator terhadap ETF berbasis altcoin dan produk kripto turunan lainnya menimbulkan ketidakpastian baru.
Sebagian analis menilai, selama proses ini belum tuntas, investor cenderung mengurangi posisi pada aset kripto besar seperti Bitcoin dan Ethereum.
2. Dampak lanjutan kasus-kasus lama
Meski berbagai kasus kebangkrutan bursa dan lembaga kripto besar terjadi beberapa tahun lalu, sebuah laporan terbaru menilai “dampak kepercayaan” dari peristiwa tersebut belum sepenuhnya hilang, dan muncul kembali ke permukaan ketika pasar memasuki fase koreksi tajam.
3. Persaingan antar aset kripto
Di saat bitcoin dan ethereum melemah, sejumlah aset kripto lain justru mencatat arus masuk dan kenaikan harga, menurut data beberapa bursa.
Hal ini menunjukkan rotasi di dalam pasar kripto itu sendiri, yang turut mempengaruhi dinamika permintaan bitcoin.
Apa artinya gejolak harga bitcoin bagi investor?
Gejolak harga bitcoin pada November 2025 mempertegas sejumlah karakteristik penting pasar kripto.
FREEPIK/FABRIKASIMF Ilustrasi bitcoin.
1. Volatilitas tinggi tetap menjadi ciri utama
Pergerakan dari kisaran di atas 110.000 dollar AS pada awal bulan ke sekitar 95.000 dollar AS pada pertengahan bulan menunjukkan bahwa perubahan puluhan persen dalam waktu singkat masih sangat mungkin terjadi.
2. Harga bitcoin kian terhubung dengan ekonomi global
Kinerja bitcoin tidak lagi hanya ditentukan oleh isu internal ekosistem kripto, tetapi juga sangat dipengaruhi kebijakan bank sentral, pergerakan suku bunga, dan arus dana di produk-produk keuangan terstruktur seperti ETF.
3. Peran sentimen dan narasi pasar sangat besar
Indeks sentimen yang bergeser cepat dari optimisme ke “extreme fear” memperlihatkan bagaimana narasi di media, platform sosial, dan forum investasi dapat memperkuat arah pergerakan harga, baik naik maupun turun.
Dinamika November 2025 menjadi pengingat bahwa bitcoin merupakan aset dengan potensi keuntungan sekaligus risiko yang tinggi.
Pemahaman atas faktor-faktor pendorong harga, mulai dari kebijakan moneter, arus dana ETF, hingga struktur pasar kripto, menjadi penting sebelum mengambil keputusan investasi, terutama untuk jangka pendek.
Dalam jangka panjang, perkembangan regulasi, adopsi institusional, dan kemampuan industri kripto membangun kembali kepercayaan akan menentukan apakah volatilitas seperti di November 2025 akan menjadi fenomena berulang, atau perlahan mereda sejalan dengan kedewasaan pasar.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com. Download sekarang