Bisnis.com, JAKARTA—Entitas Grup Triputra, PT ATW Sejahtera atau Solar Depot bekerja sama dengan dan PT Huawei Tech Investment atau Huawei Indonesia dalam pengembangan solusi energi baru terbarukan (EBT) berbasis microgrid di area pertambangan dan perkebunan.
Solar Depot merupakan anak perusahaan dari Triputra Visi Energi, yang menjadi penyedia komponen PLTS. Sejak berdiri pada 2017, Solar Depot telah menjadi salah satu pionir dalam ekosistem energi surya nasional, dengan total portofolio distribusi lebih dari 200 MWp di berbagai wilayah Indonesia.
President Director Triputra Visi Energi Juan Davis menjelaskan bahwa kolaborasi ini lahir dari meningkatnya kebutuhan industri tambang dan perkebunan terhadap energi yang efisien, andal, dan berkelanjutan.
Di sektor tambang dan perkebunan, strategi pemenuhan energi kini bergerak menuju kombinasi sumber daya yang mampu memberikan efisiensi jangka panjang tanpa mengorbankan keandalan operasional.
“Kerja sama ini lahir dari kebutuhan pasar akan solusi energi yang lebih mandiri dan ekonomis. Lewat teknologi microgrid berbasis PLTS dan BESS, kami ingin mempercepat adopsi energi bersih di sektor industri,” ujar Juan dalam keterangan resmi, Rabu (17/12/2025).
Kerja sama ini mencakup pengembangan dan penyediaan solusi microgrid terintegrasi, mulai dari pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), sistem penyimpanan energi baterai (BESS), manajemen energi berbasis digital, hingga dukungan teknologi dan implementasi end-to-end.
Sejumlah proyek percontohan telah disiapkan di area tambang dan perkebunan dengan kebutuhan energi besar namun memiliki keterbatasan akses jaringan listrik.
Juan menambahkan, Huawei adalah mitra teknologi yang memiliki tujuan energi berkelanjutan yang sama dengan Solar Depot. Huawei memiliki teknologi, inovasi, jaminan produk, dan layanan berskala global.
“Huawei memiliki inovasi dan keandalan produk yang sudah terbukti secara global. Kolaborasi ini memungkinkan kami menghadirkan teknologi kelas dunia yang sesuai kebutuhan operasional industri di Indonesia,” jelasnya.
CEO Huawei Digital Power Indonesia Jin Song mengatakan Solar Depot adalah mitra strategis yang ideal karena memahami kebutuhan sektor intensif energi dan memiliki ekosistem bisnis yang kuat melalui dukungan Triputra Group.
“Kami akan menyediakan solusi microgrid terintegrasi berbasis PLTS dan baterai industri dengan sistem kontrol dan monitoring real time untuk memastikan stabilitas serta efisiensi operasi,” ujar Jin.
Ia menegaskan, kerja sama ini sejalan dengan komitmen Huawei mendukung percepatan target Net Zero Emission Indonesia melalui pemanfaatan teknologi digital yang cerdas dan berkelanjutan.
Kerja sama ini diharapkan menjadi pendorong percepatan pemanfaatan microgrid dan PLTS sebagai solusi suplai energi masa depan, terutama di wilayah tanpa jaringan listrik PLN.
“Transisi energi bukan lagi pilihan, tapi kebutuhan strategis untuk memperkuat daya saing ekonomi dan keberlanjutan lingkungan,” tegas Jin.
Juan juga optimistis prospek industri PLTS akan semakin meningkat seiring meningkatnya komitmen keberlanjutan dan tuntutan efisiensi biaya operasional. Dalam lima tahun ke depan, PLTS diproyeksikan menjadi tulang punggung energi sektor industri didukung penyimpanan energi dan manajemen cerdas.
Menurutnya, pelanggan skala industri hingga utilitas akan mendapat manfaat besar, mulai dari efisiensi biaya operasional, keandalan suplai listrik untuk operasi kritikal, pengurangan emisi karbon, hingga dukungan teknis berstandar internasional.
Kedua perusahaan berharap kemitraan ini menjadi fondasi jangka panjang dalam memperkuat ekosistem energi terbarukan sekaligus mendorong terciptanya ketahanan energi nasional.