Bisnis.com, JAKARTA - Teknologi deteksi penyakit jantung terus mengalami perkembangan pesat. Kini, risiko gangguan kardiovaskular bahkan diklaim dapat dikenali hanya melalui pemeriksaan mata, tanpa perlu menjalani prosedur yang rumit.
Director Dr Noon Indonesia Egtheasavianca menyebut kemajuan di bidang medis semakin dipercepat oleh penggunaan artificial intelligence (AI) yang kian masif. Melalui teknologi Dr Noon CVD, pemeriksaan kesehatan jantung dapat dilakukan dengan pemeriksaan pada mata pasien.
Nantinya, pasien cukup duduk di depan perangkat yang akan mengambil gambar retina mata. Hasil pemindaian tersebut kemudian diunggah ke sistem, dan dalam waktu singkat perangkat akan langsung menganalisis serta memberikan hasil pemeriksaan.
Menurutnya, retina menjadi satu-satunya bagian tubuh yang memungkinkan pengamatan pembuluh darah secara langsung tanpa memerlukan prosedur invasif maupun pemeriksaan radiolog
"Kami memiliki database jutaan foto retina yang dikombinasikan dengan data kondisi kesehatan pasien, termasuk hasil pemeriksaan jantung. Dari sini, AI menganalisis profil pembuluh darah di mata, apakah ada penyempitan, penebalan, pelebaran, atau kelainan lainnya, untuk mendeteksi penyakit jantung dan mata," katanya dalam acara Introducing The New Dharma Nugraha Hospital di Jakarta, Selasa, (21/4/2026)
Dia mengklaim teknologi Dr Noon CVD memiliki tingkat akurasi yang setara dengan standar umum seperti CT-CAC, bahkan disebut unggul dalam beberapa aspek dibanding metode konvensional lainnya. Hingga Mei 2025, teknologi ini juga telah didukung lebih dari 51 publikasi ilmiah, sehingga dinilai memiliki kredibilitas kuat karena telah dimuat dalam jurnal internasional bereputasi.
Sebagai perbandingan, katanya, metode CT-CAC memang dikenal akurat, namun memerlukan CT scan serta waktu tunggu hasil yang relatif lebih lama, umumnya lebih dari satu hari. Sementara itu, teknologi ini diklaim menawarkan proses yang lebih cepat—sekitar tiga menit—tanpa radiasi, tidak invasif, lebih mudah diakses, serta lebih terjangkau dari sisi biaya.
Menurutnya, dalam penanganan penyakit jantung, aspek paling krusial adalah akses terhadap deteksi dini. Ia menekankan pentingnya kesadaran akan risiko, terutama bagi individu dengan kondisi seperti diabetes, hipertensi, indeks massa tubuh (BMI) tinggi, kelebihan berat badan, obesitas, maupun kolesterol tinggi.
Sementara itu, Direktur sekaligus pemilik rumah sakit Sekar Dewi Dinawati Tjindarbumi mengatakan bahwa ketersediaan layanan medis yang komprehensif menjadi indikator penting dalam menilai kualitas sebuah fasilitas kesehatan. Dia menyebut, rumah sakit ini kini telah menghadirkan beragam layanan baru, mulai dari rawat jalan hingga rawat inap, dengan dukungan berbagai spesialisasi seperti penyakit dalam, jantung, saraf, hingga ibu dan anak.
Selain layanan utama, fasilitas penunjang juga terus diperkuat, termasuk IGD 24 jam, laboratorium, radiologi, serta fisioterapi untuk mempercepat diagnosis dan penanganan pasien. Ke depan, pihaknya juga berencana menghadirkan Family Dental Center guna mengembangkan layanan poli gigi dengan dukungan spesialis yang lebih lengkap, sehingga semakin melengkapi layanan di The New Dharma Nugraha Hospital.