Bisnis.com, JAKARTA — Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi, menyampaikan perkembangan terbaru penanganan banjir di wilayahnya. Dia memastikan bantuan dari berbagai jalur mulai masuk, meski sejumlah daerah masih terisolasi dan akses kesehatan belum sepenuhnya pulih.
Armia mengatakan bantuan dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, serta pemerintah kabupaten sudah mulai berdatangan sejak Senin (1/12/2025) malam.
“Perkembangan aja Tamiang sekarang untuk bantuan sudah berdatangan sekarang. Bantuan baik melalui pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan juga dari kami sendiri. Kami sudah kemarin itu membelanjakan uang kami untuk kepulauan masyarakat,” ujarnya kepada wartawan melalui sambungan telepon.
Menurutnya, distribusi bantuan dilakukan melalui beberapa pintu masuk mulai dari Pelabuhan Kualangsa, Pangkalan Susu dan melalui udara.
Dia menjelaskan ada delapan kampung di Kecamatan Sekerah yang menjadi prioritas pengiriman bantuan. Penyebabnya, salah satu kampung mengalami kerusakan parah.
“Karena itu ada 1 kampung kan hilang itu, sepumur. Jadi kita droping itu untuk seribu masyarakat di sana,” tuturnya.
Selanjutnya, dia menjelaskan bahwa bantuan diangkut menggunakan sampan dan perahu motor. Perjalanan yang biasanya ditempuh kurang dari satu jam kini memakan waktu tiga jam karena harus melawan arus sungai.
Armia menegaskan kampung yang sempat dinyatakan hilang tersebut memang terendam banjir besar.
“Kena banjir kemarin itu, tapi sekarang sudah turun. Kan pada umumnya kan masyarakat di pinggiran sungai itu kan berumahnya kan tempat berjauh. Jadi kalau sudah kena banjir besar itu pasti akan lanjut lagi,” katanya.
Untuk akses darat di wilayah lain, kondisi berangsur membaik. Per Rabu (3/12/2025) sekitar pukul 08.00 hingga 09.00 WIB mobilisasi untuk truk besar sudah bisa melewati jalan di daerah Semadam.
Kendati demikian, beberapa wilayah masih terisolasi, terutama di Kecamatan Bandar Pusaka, Babu, dan Tenggulun.
“Itu yang belum bisa kita apa. Rencana saya, besok saya sudah minta sama bus Polri, untuk menyampaikan helikopter Polri di Payambedi. Saya langsung kendalikan di sini,” ujarnya.
Menurut Bupati, pusat distribusi bantuan akan dipusatkan di Payambedi karena dekat dengan helipad untuk memudahkan penyerahan bantuan.
Terkait kondisi kesehatan masyarakat, Armia menyebut belum ada laporan signifikan, tetapi posko kesehatan telah disiapkan di tiap kecamatan.
“Sementara belum kami terima, tapi kami sudah minta untuk dibukakan posko kesehatan di tiap-tiap jabatan. Namun, sekarang belum ada yang lapor,” ucapnya.
Meski begitu, dia melanjutkan bahwa saat ini masih banyak fasilitas kesehatan utama belum bisa berfungsi.
Pemerintah daerah berencana mengarahkan rujukan kesehatan ke Medan atau jalur alternatif bantuan kesehatan lainnya.
Situasi Aceh Tamiang masih dinamis, dengan upaya percepatan distribusi bantuan dan pembukaan akses terus dilakukan pemerintah daerah bersama aparat gabungan.
“Kalau rumah sakit sekarang tidak bisa menerima, karena kondisinya sudah, perannya juga sudah teripas juga karena banjir,” tandas Armia.