Pengusaha Sawit Sebut RI Harus Dorong Ekspor CPO Lewat IEU-CEPA

Pengusaha Sawit Sebut RI Harus Dorong Ekspor CPO Lewat IEU-CEPA

Indonesia harus memanfaatkan IEU-CEPA untuk meningkatkan ekspor CPO ke Eropa, meski menghadapi tantangan regulasi deforestasi.

(Bisnis.Com) 13/11/25 10:22 37169

Bisnis.com, BALI — Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) menyatakan Indonesia harus mendorong ekspor kelapa sawit ke pasar Eropa melalui Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara Indonesia dan Uni Eropa (IEU-CEPA).

Ketua Umum Gapki Eddy Martono menilai Indonesia memiliki jalan untuk mendongkrak pertumbuhan ekspor CPO melalui IEU-CEPA.

Seperti diketahui, Uni Eropa akan menghapus 98,61% pos tarif yang mencakup 100% nilai impor dari Indonesia. Sementara itu, Indonesia menghapus 97,75% pos tarif yang mencakup 98,14% nilai impor dari Uni Eropa.

“[IEU—CEPA] sebuah terobosan besar, jalur langsung menuju salah satu pasar terbesar di dunia. Inilah cara kita mendorong pertumbuhan,” kata Eddy dalam acara bertajuk21st Indonesian Palm Oil Conference and 2026 Price Outlook(IPOC) di BICC, The Westin Resort Nusa Dua, Bali, Indonesia.

Berdasarkan data Gapki, produksi CPO telah mencapai 43 juta ton hingga September 2025. Angkanya meningkat 11% dibandingkan tahun lalu.

Dari sisi ekspor, ungkap Eddy, termasuk CPO unggulan bernilai tinggi beserta turunannya, oleokimia dan biodiesel mencapai lebih dari 25 juta ton, atau naik 13,4% dari tahun lalu.

Selain itu, Eddy juga menyebut CPO telah menghasilkan devisa hingga mencapai US$27,3 miliar, atau 40% lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Di sisi lain, konsumsi domestik di dalam negeri juga mencapai 18,5 juta ton dibandingkan tahun lalu yang mencapai 17,6 juta ton.

Kendati demikian, Eddy menyebut perjanjian IEU—CEPA juga menjadi tantangan tersendiri bagi Indonesia, termasuk adanya Peraturan Deforestasi Uni Eropa (European Union Deforestation Regulation/EUDR). Kebijakan ini menuntut produk yang masuk ke Uni Eropa bebas dari aktivitas deforestasi.

“EUDR bukan sekadar buku peraturan, dia adalah tantangan terhadap sistem kita sendiri,” imbuhnya.

Menurutnya, pemerintah harus memperkuat standar mutu pengelolaan bisnis kelapa sawit berkelanjutan alias sertifikasiIndonesia Sustainable Palm Oil(ISPO). Menurutnya, sertifikasi ini merupakan bentuk kedaulatan negara.

“Kita harus menjadi advokat tanpa lelah, diplomat bagi petani kecil, dan pembela bagi sistem nasional kita. Kita akan memastikan dunia memahami bahwa keberlanjutan bukan sekadar slogan bagi kita, tetapi komitmen nyata,” imbuhnya.

Namun, Eddy menyampaikan strategi perdagangan dan tata kelola yang paling cemerlang pun akan runtuh jika pondasinya rapuh. Apalagi, dia mengungkap saat ini produksi kelapa sawit domestik mengalami stagnasi.

Untuk itu, Gapki menyebut Indonesia membutuhkan gerakan nasional untuk peremajaan tanaman, terutama sawit. Serta, membutuhkan kebijakan untuk meningkatkan investasi dan inovasi.

“Kebun yang menua dan produktivitas petani kecil yang tertinggal adalah ancaman langsung terhadap pertumbuhan kita,” ujarnya.

Senada, Ketua Panitia IPOC ke-21 Mona Surya menyebut industri sawit nasional tengah menghadapi kompleksitas, mulai dari volatilitas harga, stagnasi di wilayah-wilayah penghasil utama, maupun hambatan perdagangan yang signifikan seperti EUDR.

“Dalam lanskap ini, peraturan nasional dan kebijakan global bukan hanya kebisingan latar belakang, mereka adalah kekuatan aktif yang membentuk operasi kami,” ujar Mona.

Jika menengok dataBadan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor CPO dan turunannya naik 32,40% dari US$13,70 miliar pada Januari—September 2024 menjadi US$18,14 miliar pada periode yang sama 2025.

Sepanjang sembilan bulan pertama 2025, volume ekspor CPO dan turunannya mencapai 17,58 juta ton. Volumenya naik 11,62% dari 15,75 juta ton pada Januari—September 2024.

Untuk diketahui, IPOC 2025 merupakan forum strategis tahunan yang menjadi barometer arah kebijakan dan prospek industri kelapa sawit nasional maupun global. Tahun ini, IPOC mengusung tema “Navigating Complexity, Driving Growth: Governance, Biofuel Policy, and Global Trade”.

#ekspor-cpo #kelapa-sawit #ieu-cepa #uni-eropa #gapki #produksi-cpo #devisa-cpo #eudr #ispo #peremajaan-sawit #investasi-sawit #industri-sawit #perdagangan-sawit #kebijakan-sawit #ipoc-2025

https://ekonomi.bisnis.com/read/20251113/12/1928471/pengusaha-sawit-sebut-ri-harus-dorong-ekspor-cpo-lewat-ieu-cepa