Ekonomi RI Tumbuh 5,04%, Masih di Bawah Vietnam dan Malaysia

Ekonomi RI Tumbuh 5,04%, Masih di Bawah Vietnam dan Malaysia

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Q3 2025 mencapai 5,04%, lebih rendah dari Vietnam (8,2%) dan Malaysia (5,2%). Target tahunan 5,2% sulit tercapai.

(Bisnis.Com) 06/11/25 12:39 29649

Bisnis.com, JAKARTA — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,04% secara tahunan (year on year/YoY) pada kuartal III/2025. Nilai tersebut masih lebih rendah dibandingkan sejumlah negara lain di Asean seperti Vietnam dan Malaysia.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Moh. Edy Mahmud menjelaskan bahwa produk domestik bruto (PDB) Indonesia atas dasar harga berlaku pada kuartal III/2025 mencapai Rp6.060 triliun. Lalu, PDB atas harga konstan mencapai Rp3.444,8 triliun.

"Ditopang oleh aktivitas domestik dan permintaan luar negeri, ekonomi Indonesia kuartal III/2025 tumbuh sebesar 5,04%," ujar Edy dalam konferensi pers di Kantor BPS, Jakarta, Rabu (5/11/2025).

Pertumbuhan ekonomi ini berada di atas proyeksi analis sebelumnya. Sebelumnya, sebanyak 30 ekonom yang dihimpun Bloomberg memproyeksikan median atau nilai tengah pertumbuhan ekonomi kuartal III /2025 sebesar 5% YoY.

Sementara jika dibandingkan maka pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III/2025 masih lebih rendah dari sejumlah negara sebanding dan negara mitra.

Misalnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia 5,04% pada kuartal III/2025 masih lebih rendah dari Vietnam (8,2%) dan Malaysia (5,2%). Kendati demikian, angka itu masih lebih tinggi dari Singapura (2,9%), China (4,8%), dan Korea Selatan (1,7%).

Selain itu, pertumbuhan ekonomi Filipina juga diproyeksikan tumbuh lebih tinggi dari Indonesia. Berdasarkan proyeksi yang dihimpun Reuters, pertumbuhan ekonomi Filipina diperkirakan capai 5,2% YoY pada kuartal III/2025. Adapun data resmi akan disampaikan otoritas Filipina pada Jumat (7/11/2025) waktu setempat.

Lebih lanjut, ekonomi Thailand diproyeksikan tumbuh lebih lambat dari Indonesia. Dilansir dari Reuters, sentral bank Thailand memproyeksikan ekonomi Negeri Gajah Putih itu tumbuh 1,5% YoY pada kuartal III/2025. Data resminya sendiri akan disampaikan otoritas Thailand pada 17 November nanti.

Target 5,2% Sulit Tercapai

Adapun, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang hanya capai 5,04% pada kuartal III/2025 membuat target 5,2% sepanjang tahun semakin sulit tercapai.

Sebelumnya, pertumbuhan ekonomi sebesar 4,87% pada kuartal I/2025 dan 5,12% pada kuartal II/2025. Agar target 5,2% sepanjang tahun bisa tercapai, ekonomi pada kuartal IV/2025 harus tumbuh minimal 5,77%.

Kepala Departemen Riset Makroekonomi dan Pasar Keuangan PT Bank Permata Tbk. (BNLI) Faisal Rachman pun memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada 2025 tidak akan capai target. Kendati demikian, pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun masih bisa tetap berada di kisaran 5,0%–5,1% apabila pemerintah ekspansif pada akhir tahun ini.

"Kami masih melihat bahwa prospek pertumbuhan PDB Indonesia terus menghadapi sejumlah tantangan, sehingga menegaskan pentingnya mempertahankan kebijakan ekonomi yang bersifat ekspansif, terutama melalui percepatan belanja pemerintah, khususnya pada sektor-sektor produktif yang memiliki efek pengganda tinggi," ujar Faisal dalam keterangannya, Rabu (5/11/2025)

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan pemerintah sudah menyiapkan langkah-langkah agar konsumsi rumah tangga hingga investasi kembali tumbuh lebih tinggi pada tiga bulan terakhir tahun ini alias kuartal IV/2025.

"Upaya perlu kita lakukan di kuartal IV/2025, kita harus tingkatkan lagi ekonomi supaya angka rata-rata 5,2% bisa tercapai," ungkap Airlangga di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (5/11/2025).

Untuk meningkatkan daya beli, dia mengungkapkan pemerintah menggelontorkan bantuan langsung tunai sementara sebesar Rp900 ribu selama tiga bulan dengan alokasi dana Rp31,5 triliun dan target 35,05 juta keluarga penerima manfaat (desil 1—4). Kemudian, sambungnya, Kredit Usaha Rakyat (KUR) masih ada Rp50 triliun yang bisa disalurkan hingga akhir tahun.

Sementara untuk dorong investasi, pemerintah mendorong KUR perumahan. Menurut Airlangga, pemerintah menggelontorkan KUR Perumahan senilai Rp130 triliun, dengan Rp117 triliun di antaranya untuk pengembang hingga kontraktor.

"Dan yang dari Rp117 triliun itu kan plafonnya [batas tertinggi pinjaman] bisa sampai Rp20 miliar. Nah, dorongan dari sektor perumahan itu akan mendorong PMTB [pertumbuhan investasi]," ungkapnya.

#pertumbuhan-ekonomi #ekonomi-indonesia #indonesia-vs-vietnam #indonesia-vs-malaysia #perekonomian-asean #produk-domestik-bruto #pdb-indonesia #ekonomi-kuartal-iii #target-pertumbuhan-ekonomi #konsumsi

https://ekonomi.bisnis.com/read/20251106/9/1926685/ekonomi-ri-tumbuh-504-masih-di-bawah-vietnam-dan-malaysia