Ekspor Sawit-Tambang Wajib Lewat DSI, Danantara Tepis Kekhawatiran Pengusaha
Kehadiran DSI diklaim tidak akan mengganggu mekanisme perdagangan global.
(Republika) 21/05/26 10:15 227348
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Danantara Indonesia memastikan kehadiran Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) tidak akan mengganggu mekanisme perdagangan global komoditas strategis seperti sawit dan batu bara. Danantara menilai sistem perdagangan internasional yang sudah terbentuk tetap menjadi acuan utama dalam penentuan harga dan transaksi ekspor komoditas.
Managing Director Stakeholders Management & Communications Danantara Indonesia Rohan Hafas mengatakan, perdagangan komoditas strategis tetap mengikuti mekanisme pasar global sehingga tidak dilakukan secara tertutup atau berdasarkan kesepakatan sepihak antar pelaku usaha.
“Bursa komoditas di dunia ini sudah terjadi, sudah terbentuk. Mereka juga, kalau kita beli minyak kan Indonesia juga beli di bursa brand oil. Pembeli-penjual ada matchmaker-nya,” ujar Rohan saat media briefing penguatan tata kelola ekspor komoditas strategis di Wisma Danantara, Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Menurut Rohan, kekhawatiran pelaku usaha terkait potensi intervensi harga tidak perlu terjadi karena harga komoditas tetap mengacu pada harga pasar internasional. Ia mengatakan para eksportir maupun pembeli global selama ini juga bertransaksi berdasarkan sistem perdagangan terbuka yang sudah berjalan lama.
“Kalau sudah punya langganan juga dia enggak bisa one on one. Kedua, market-nya juga sudah jelas,” kata Rohan.
Danantara menilai pembentukan DSI justru menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola ekspor sumber daya alam nasional agar lebih transparan dan akuntabel. Salah satu fokusnya ialah mencegah praktik under invoicing yang dapat merugikan negara dalam perdagangan komoditas strategis.
Rohan mengatakan, DSI pada tahap berikutnya juga akan berperan sebagai trader yang membeli komoditas strategis dari pelaku usaha domestik. Skema tersebut diharapkan dapat menjaga transparansi harga jual dan memastikan nilai komoditas sesuai harga riil di pasar internasional.
“Di tahap dua kan DSI yang bayar para pengusaha batu bara dan sawit itu. Kalau harganya dia mau minta lebih? Enggak bisa dong. Di bursa-bursa dunia ini angkanya segini, enggak ada bisa tekan,” ujar Rohan.
Ia menegaskan kebijakan penguatan tata kelola ekspor melalui DSI merupakan bagian dari upaya menjaga kepentingan nasional dalam pengelolaan sumber daya alam Indonesia. Menurut dia, komoditas strategis Indonesia tetap harus dijual dengan mekanisme harga terbaik sesuai pasar global.
#danantara #dsi #ekspor-sawit #ekspor-batu-bara #komoditas-strategis #rohan-hafas #perdagangan-komoditas #bursa-komoditas-global #tata-kelola-ekspor #under-invoicing