Program Stimulus Siap Meluncur, Mampukah Dorong Pertumbuhan Ekonomi Semester II/2026?

Program Stimulus Siap Meluncur, Mampukah Dorong Pertumbuhan Ekonomi Semester II/2026?

Pemerintah meluncurkan stimulus ekonomi semester II/2026, termasuk insentif pajak dan diskon transportasi, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian global.

(Bisnis.Com) 28/05/26 11:40 233923

Bisnis.com,JAKARTA — Langkah pemerintah menyiapkan program stimulus ekonomi yang rencananya disalurkan pada semester II/2026 mengundang reaksi beragam dari kalangan pengamat. Ada yang memandang bahwa program ini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional pada paruh kedua 2026, tetapi ada pula yang pesimistis.

Ekonom Senior Universitas Paramadina Wijayanto Samirin menyampaikan, jika melihat dari nilai insentif, program tersebut tak signifikan mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional pada semester II/2026.

“Melihat nilai insentif, program ini tidak akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi semester II secara signifikan,” kata Wijayanto kepada Bisnis, Rabu (27/5/2026).

Sebagai informasi, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengumumkan beberapa stimulus meliputi insentif pajak tiket penerbangan hingga program magang.

Pertama, pemerintah berencana memberikan insentif pajak penghasilan (PPh) final royalti penulis sebesar 1,5%. Insentif diberikan kepada penulis buku dengan International Standard Book Number (ISBN) yang jelas.

Kedua, diskon tiket transportasi kereta api, laut dan penyeberangan. Rencananya, pemerintah menyalurkan diskon tiket angkutan udara atau pesawat baik untuk periode libur sekolah sekitar Juni-Juli 2026, serta Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.

Pemerintah menyiapkan anggaran senilai Rp190,5 miliar untuk diskon tiket transportasi pada masa liburan sekolah, sedangkan Rp161,4 miliar untuk libur Natal dan Tahun Baru.

Ketiga, pemerintah akan menggulirkan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk pembelian tiket pesawat kelas ekonomi.

Anggaran yang disiapkan untuk periode libur sekolah adalah Rp472,7 miliar, dengan target penerima 2,3 juta penumpang. Kemudian PPN DTP untuk periode Nataru itu disiapkan Rp722 miliar dengan target 3,7 juta penumpang.

Keempat, pemerintah juga akan kembali menggelar program magang nasional gelombang (batch) 4 untuk periode Juli dengan kuota 150.000 peserta. Anggaran yang disiapkan sebesar Rp4,14 triliun.

Kelima, program vokasi nasional ditargetkan untuk 220.000 lulusan SMK dan 50.000 pekerja yang mengalami PHK dengan anggaran Rp2,12 triliun.

Sementara itu, Pengamat dari Indonesia Strategic and Economic Action Institution (ISEAI) Ronny P Sasmita menilai stimulus ini cukup membantu menjaga pertumbuhan ekonomi semester II/2026 agar tidak melambat terlalu dalam, terutama di tengah ketidakpastian global, tekanan geopolitik, dan lemahnya perdagangan internasional.

“Tetapi saya tidak melihat stimulus ini cukup kuat untuk menjadi game changer besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Ronny kepada Bisnis, Rabu (27/5/2026).

Menurutnya, terdapat tiga alasan mengapa program ini tidak cukup kuat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Pertama, ukuran stimulus relatif masih terbatas dibandingkan dengan tekanan daya beli masyarakat dan pelemahan kelas menengah. Kedua, sebagian insentif bersifat temporer sehingga efeknya cenderung jangka pendek. Ketiga, transmisi kebijakan ke ekonomi riil sering kali tidak secepat yang direncanakan pemerintah.

Namun, Ronny melihat pemerintah sedang mencoba mengirim sinyal penting bahwa negara tidak tinggal diam menghadapi perlambatan ekonomi.

“Dalam situasi global yang penuh ketidakpastian, menjaga optimisme publik dan dunia usaha itu sendiri sudah menjadi bagian dari kebijakan ekonomi,” ungkapnya.

Ke depan, dia menilai bahwa pemerintah perlu memastikan stimulus tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga produktif. Artinya stimulus harus makin diarahkan untuk menciptakan pekerjaan formal baru, meningkatkan produktivitas industri, memperkuat UMKM naik kelas, dan menjaga daya beli kelompok rentan serta kelas menengah secara bersamaan.

“Karena fondasi pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap ada pada konsumsi rumah tangga dan stabilitas pasar tenaga kerja,” pungkasnya.

#stimulus-ekonomi #pertumbuhan-ekonomi #semester-ii-2026 #insentif-pajak #diskon-tiket #ppn-dtp #program-magang #program-vokasi #pertumbuhan-ekonomi-nasional #ketidakpastian-global #tekanan-geopolitik #n-a

https://ekonomi.bisnis.com/read/20260528/9/1976815/program-stimulus-siap-meluncur-mampukah-dorong-pertumbuhan-ekonomi-semester-ii2026