Mandiri Institute: Kelas menengah penggerak konsumsi di Ramadhan 2026

Mandiri Institute: Kelas menengah penggerak konsumsi di Ramadhan 2026

Mandiri Institute melalui Mandiri Spending Index (MSI) mencatat bahwa aktivitas belanja masyarakat kelompok kelas menengah menjadi pendorong penguatan ...

(Antara) 15/04/26 21:48 192657

Jakarta (ANTARA) - Mandiri Institute melalui Mandiri Spending Index (MSI) mencatat bahwa aktivitas belanja masyarakat kelompok kelas menengah menjadi pendorong penguatan konsumsi secara keseluruhan di Ramadhan hingga Lebaran 2026.

“Kelompok menengah menjadi penggerak utama akselerasi belanja, khususnya pada periode THR, sehingga berkontribusi besar terhadap penguatan konsumsi secara keseluruhan,” kata Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu.

Lebih lanjut Andry mengatakan Mandiri Spending Index (MSI) mencatat pertumbuhan konsumsi 2,9 persen dibandingkan periode pra-Ramadhan, lebih tinggi dari pertumbuhan tahun-tahun sebelumnya sebesar 2,8 persen.

Hal itu, menurut Mandiri Institute, mencerminkan peningkatan aktivitas belanja masyarakat yang lebih solid sepanjang Ramadhan hingga Lebaran 2026.

Konsumsi kelompok menengah mencatat pertumbuhan sebesar 4,1 persen, lebih tinggi dari kelompok bawah (2,1 persen) dan atas (2,6 persen).

Mandiri Institute menyampaikan bahwa data itu menegaskan peran strategis kelompok menengah dalam menjaga momentum konsumsi domestik.

Andry Asmoro atau akrab disapa Asmo menjelaskan bahwa pertumbuhan belanja kelompok menengah tercatat 1,4 hingga 2 kali lebih tinggi dibandingkan kelompok lainnya.

Kondisi itu menunjukkan kontribusi signifikan kelas menengah sebagai penggerak utama konsumsi, khususnya pada periode pencairan tunjangan hari raya (THR).

Jika dilihat berdasarkan usia, konsumsi utamanya didorong oleh kelompok generasi muda. Mandiri Institute mencatat, tingkat konsumsi generasi Gen Z tumbuh 4,4 persen, lebih tinggi dibandingkan kelompok usia Milenial (3 persen) dan Gen X (1,4 persen).

Dari sisi jenis belanja, pertumbuhan belanja didominasi oleh sektor nonesensial seperti fashion (6,4 persen), beauty care (4,9 persen), dan elektronik (4,7 persen).

Hal itu berbeda dengan periode Ramadhan-Lebaran 2025, di mana kebutuhan sehari-hari menjadi salah satu belanja dengan pertumbuhan tertinggi.

“Kenaikan pada kategori ini mencerminkan peningkatan kepercayaan diri masyarakat dalam melakukan konsumsi diskresioner selama periode Ramadhan-Lebaran 2026,” ujar Asmo.

Secara keseluruhan, catat Mandiri Institute, penguatan konsumsi domestik menegaskan peran permintaan dalam negeri sebagai penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Menurut Mandiri Institute, keberhasilan itu tidak terlepas dari efektivitas kebijakan pemerintah serta sinergi terintegrasi lintas sektor dalam menjaga daya beli masyarakat, termasuk melalui mekanisme distribusi THR yang berjalan lancar dan tepat waktu pada tahun ini.

Ke depan, Tim Ekonom Bank Mandiri memandang momentum itu sebagai fondasi yang kuat bagi keberlanjutan pertumbuhan konsumsi domestik.

Dengan dukungan kebijakan fiskal yang terukur dan penguatan ekosistem pembayaran digital, daya beli masyarakat khususnya kelompok menengah diproyeksikan tetap terjaga sebagai penggerak utama perekonomian nasional di tengah fluktuasi ekonomi global.

Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026

#mandiri-institute #konsumsi #pertumbuhan-konsumsi #daya-beli #kelas-menengah #mandiri-spending-index

https://www.antaranews.com/berita/5528284/mandiri-institute-kelas-menengah-penggerak-konsumsi-di-ramadhan-2026