Lelang SUN Hari Ini (20/1) Bidik Rp33 Triliun, Minat Investor Diproyeksi Tinggi
Pemerintah lelang SUN target Rp33 triliun, minat investor tinggi meski pasar berisiko. Investor tetap masuk, tergantung yield yang diterima.
(Bisnis.Com) 20/01/26 12:16 108304
Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah kembali menggelar lelang Surat Utang Negara (SUN) pada Selasa (20/1/2026) dengan membidik target indikatif Rp33 triliun. Analis memperkirakan minta investor masih akan kuat.
Dalam lelang SUN kali ini, pemerintah menawarkan sembilan seri surat berharga negara (SBN) kepada investor. SUN yang dilelang, yaitu seri SPN01260221 (New Issuance), SPN12260423 (Reopening), SPN12270107 (Reopening). Tiga seri tersebut masing-masing secara berurutan memiliki jatuh tempo pada 21 Februari 2026, 23 April 2026, dan 7 Januari 2027.
Enam seri lainnya, yaitu FR0109, FR0108, FR0106, FR0107, FR0102, dan FR0105. Untuk enam seri ini, tingkat kupon yang ditawarkan berkisar dari 5,875% untuk jatuh tempo hingga 15 Maret 2031 hingga terbesar 6,875% dengan masa jatuh tempo hingga 15 Juli 2064.
“Target indikatif senilai Rp33 triliun dengan target maksimal 150% dari target indikatif,” tulis keterangan DJPPR dikuti Selasa (20/1/2025).
Head of Fixed Income Anugerah Sekuritas Indonesia Ramdhan Ario Maruto menilai, dari sisi permintaan, minat sejatinya masih kuat. Namun, realisasi nilai yang dimenangkan pemerintah masih akan bergantung pada tingkat imbal hasil (yield) yang diharapkan para peserta lelang.
“Menurut kami yang masuk bisa lebih dari Rp33 triliun. Tapi nanti yang diserap berapa, itu tergantung yield yang bias diterima dari investor,” ujarnya, Selasa (20/1/2026).
Tekanan di pasar obligasi kian terasa seiring meningkatnya risiko pasar. Pelemahan rupiah dalam beberapa hari terakhir, ditambah ketegangan politik dan ketidakpastian global, membuat harga surat utang di pasar sekunder tertekan hampir di seluruh seri dan tenor.
“Kondisi ini biasanya membuat investor menunda atau bersikap wait and see untuk masuk ke market. Di secondary market, seluruh seri tertekan karena risiko pasar meningkat,” jelasnya.
Pelemahan rupiah juga dinilai memiliki korelasi yang kuat dengan pergerakan yield SBN.
Meski demikian, likuiditas di sistem keuangan domestik masih relatif memadai. Sejumlah investor institusi, termasuk investor domestik besar, dinilai masih tetap masuk ke pasar, meskipun tidak secara agresif.
“Mereka tetap masuk, tapi tidak full. Lebih ke akses market sambil melihat kondisi,” ujarnya.
Sebelumnya pada saat lelang SUN perdana awal 2026 disambut dengan positif oleh pelaku pasar dengan total penawaran masuk mencapai Rp90,96 triliun, jauh di atas pagu indikatif Rp33 triliun.
Pemerintah menyerap Rp40 triliun dari sembilan seri SUN yang dilelang pada 6 Januari 2026 melalui sistem lelang Bank Indonesia.nSeri SPN12270107 mencatat penawaran tertinggi sebesar Rp17,04 triliun, sementara seri-seri FR menunjukkan minat tinggi investor untuk tenor menengah hingga panjang.
Namun, dalam kondisi volatilitas yang meningkat saat ini, Ramdhan menilai capaian tersebut dinilai sulit terulang. Kendati begitu, capaian di atas target indikatif Rp33 triliun masih dinilai realistis.
Adapun, level kupon dan yield yang ditawarkan pemerintah saat ini mencerminkan kondisi pasar obligasi.
#lelang-sun #surat-utang-negara #sun-2026 #investor-sun #minat-investor #lelang-surat-berharga #seri-sbn #tingkat-kupon #yield-sun #pasar-obligasi #risiko-pasar #pelemahan-rupiah #pasar-sekunder #inves