CIMB Finance (CNAF) Bidik Piutang Pembiayaan Modal Kerja Rp741 Miliar pada 2026

CIMB Finance (CNAF) Bidik Piutang Pembiayaan Modal Kerja Rp741 Miliar pada 2026

CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) menargetkan piutang pembiayaan modal kerja Rp741 miliar pada 2026 dengan strategi transaksi yang lebih cepat dan sederhana.

(Bisnis.Com) 07/01/26 16:33 96292

Bisnis.com, JAKARTA — PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) menargetkan piutang pembiayaan modal kerja sebesar Rp741 miliar pada 2026.

Untuk mencapai target itu, CNAF akan mengedepankan kecepatan dan simplifikasi proses transaksi yang semakin memudahkan nasabah (simpler, better and faster).

“Strategi ini diterapkan untuk mendapatkan pengalaman yang lebih baik dari nasabah,” kata Presiden Direktur CNAF Ristiawan Suherman kepada Bisnis, Rabu (7/1/2026).

Menilik kinerja sampai November 2025, piutang pembiayaan modal kerja CNAF tercatat sebesar Rp677 miliar. Nilai itu sedikit mengalami penurunan sebesar 1% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yakni sebesar Rp686 miliar.

Ristiawan menyebut dengan nilai tersebut, piutang pembiayaan modal kerja CNAF berkontribusi sebesar 6% terhadap total portofolio atau piutang pembiayaan perusahaan, yang sampai November 2025 tercatat mencapai Rp11,25 triliun.

Dia meneruskan, umumnya di CNAF pembiayaan ini didominasi oleh segmen UMKM yang bergerak di sektor jasa. CNAF juga menjangkau segmen pedagang eceran yang biasanya membutuhkan pembiayaan modal kerja untuk mengembangkan usaha mereka.

“CNAF tetap optimistis dalam memandang prospek penyaluran pembiayaan baru untuk modal kerja. Hal ini seiring dengan langkah pemerintah yang tengah menggenjot pertumbuhan ekonomi” ucapnya.

Salah satunya, imbuhnya, dengan mengoptimalkan sektor modal kerja yang dituangkan dalam POJK 46/2024, yang mana pemerintah memberikan kelonggaran kepada perusahaan pembiayaan untuk dapat lebih maksimal dalam penyaluran pembiayaan modal kerja.

“Hal tersebut tentunya menjadi peluang yang positif khususnya bagi CNAF untuk dapat memaksimalkan penyaluran pembiayaan sektor modal kerja lebih banyak lagi,” tutur Ristiawan.

Kendati demikian, dia tidak menampik daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih dan kondisi market yang juga belum stabil kerap menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan pembiayaan dalam menyalurkan pembiayaan modal kerja.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat pelaku bisnis segmen modal kerja menunda ekspansi bisnisnya, sehingga penyaluran pembiayaan pun turut tertahan.

“Namun, CNAF tetap menawarkan pembiayaan modal kerja bagi nasabah yang membutuhkan dengan memberikan kemudahan dalam proses transaksi yakni proses yang mudah, aman dan dokumen yang sederhana,” pungkasnya.

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan bahwa pembiayaan modal kerja masih menjadi tulang punggung pertumbuhan industri multifinance.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, PMV, LKM, dan LJK Lainnya OJK Agusman menyebut hal itu tercermin dari pembiayaan modal kerja yang tumbuh 9,28% (year on year/YoY) per Oktober 2025.

“Yang mencapai Rp53,19 triliun atau sebesar 10,53% dari total piutang pembiayaan industri multifinance,” ungkapnya dalam lembar jawaban RDK November 2025, dikutip pada Kamis (1/1/2026).

#cimb-finance #cnaf #piutang-pembiayaan #modal-kerja #rp741-miliar #2026 #kecepatan-transaksi #simplifikasi-proses #pengalaman-nasabah #umkm #sektor-jasa #pedagang-eceran #pertumbuhan-ekonomi #pojk-46

https://finansial.bisnis.com/read/20260107/89/1942358/cimb-finance-cnaf-bidik-piutang-pembiayaan-modal-kerja-rp741-miliar-pada-2026