Ini Alasan Portofolio Modal Ventura Lebih Banyak Masuk Sektor Perdagangan

Ini Alasan Portofolio Modal Ventura Lebih Banyak Masuk Sektor Perdagangan

Portofolio modal ventura dominan di sektor perdagangan karena ketahanan ekonomi dan peluang digitalisasi, mencapai Rp7,86 triliun atau 46,48% dari total.

(Bisnis.Com) 18/12/25 14:08 77312

Bisnis.com, JAKARTA — Portofolio perusahaan modal ventura (PMV) terpantau sebagian besar mengalir ke sektor perdagangan per Oktober 2025 ini. Tak tanggung-tanggung, nilainya mencapai Rp786 triliun atau hampir separo dari total portofolio.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), nilai portofolio perusahaan modal ventura (PMV) yang masuk ke sektor perdagangan mencapai Rp7,86 triliun atau setara dengan 46,48% dari nilai total.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute Heru Sutadi berpendapat sektor perdagangan menarik karena ketahanannya terhadap gejolak ekonomi.

“Menurut saya, faktor utama sektor perdagangan mendominasi karena dianggap lebih tahan guncangan dibanding sektor lain, terutama di tengah tech winter,” tuturnya kepada Bisnis, Kamis (18/12/2025).

Selain itu, menurutnya peluang pertumbuhan melalui digitalisasi dan e-commerce membuatnya atraktif, dengan banyak startup riil yang memanfaatkan teknologi untuk ekspansi.

Tak sampai di situ, baginya perdagangan menawarkan return yang lebih cepat dan likuiditas tinggi, sehingga investor modal ventura lebih nyaman menyalurkan dana ke perdagangan daripada sektor berisiko tinggi seperti tech murni.

Adapun, Heru melihat tantangan utama yang kini dihadapi perusahaan modal ventura adalah risiko kredit tinggi, regulasi ketat, dan persaingan dengan fintech.

“Kalau kita perhatikan tech winter masih berlangsung di 2025, dengan penurunan funding startup hingga 43,5% di semester pertama. Itu membuat VC beralih ke sektor riil,” bebernya.

Untuk menghadapi itu, menurutnya perusahaan perlu melakukan diversifikasi portofolio, fokus pada startup yang profitable, meningkatkan due diligence, dan mencari downside protection. Kemudian, kolaborasi dengan pemerintah untuk stimulus juga penting agar ekosistem pulih.

Meski demikian, Heru memproyeksikan industri modal ventura pada 2026 tetap positif dengan pertumbuhan pembiayaan sekitar 3%—5% year on year (YoY).

“Namun, perusahaan modal ventura perlu mewaspadai inflasi global, gejolak geopolitik, dan persaingan yang ketat. Ini bisa fokus pada UMKM dan sektor hijau yang bisa jadi peluang, tapi tetap memprioritaskan manajemen risiko untuk hindari kerugian,” tandasnya.

Untuk diketahui, OJK mencatat pembiayaan modal ventura per Oktober 2025 mencapai Rp16,30 triliun. Angka ini turun 0,12% year on year (YoY) dari Rp16,29 triliun. Adapun, nilai asetnya mencapai Rp26,88 triliun.

Agusman membeberkan setelah pembiayaan ke sektor perdagangan mendominasi, sektor penyewaan menempati posisi kedua dengan nilai Rp2,17 triliun atau 12,85%.

“Serta sektor informasi dan komunikasi Rp1,81 triliun 10,68%. Ini menunjukkan alokasi investasi yang masih terdiversifikasi,” ucapnya dalam lembar jawaban RDK November 2025.

#modal-ventura #sektor-perdagangan #portofolio-modal-ventura #investasi-perdagangan #perdagangan-digital #e-commerce #startup-teknologi #risiko-kredit #regulasi-ketat #fintech-persaingan #tech-winter #n-a

https://finansial.bisnis.com/read/20251218/563/1937906/ini-alasan-portofolio-modal-ventura-lebih-banyak-masuk-sektor-perdagangan