Respons Polytron soal Penghapusan Insentif Mobil Listrik

Respons Polytron soal Penghapusan Insentif Mobil Listrik

Direktur Komersial Polytron, Tekno Wibowo mengatakan tidak terlalu pusing dengan kebijakan yang ditetapkan pemerintah soal penghentian insentif untuk kendaraan listrik.

(Bisnis Tempo) 16/12/25 19:01 74946

PEMERINTAH akan menghapus insentif mobil listrik mulai tahun depan. Direktur Komersial Polytron, Tekno Wibowo, mengatakan tidak terlalu pusing dengan kebijakan yang ditetapkan pemerintah soal penghentian kebijakan itu.

Polytron sebagai salah satu merek elektronik terkemuka di Tanah Air yang kini mulai merambah ke sektor electric vehicle (EV), menurut dia, tidak terkena imbas penghapusan insentif tersebut. Pasalnya, insentif yang nanti akan dihilangkan pada 2026 yakni untuk penjualan mobil listrik yang didatangkan dari luar negeri dengan sistem compeletely built up (CBU), atau mobil produksi luar negeri yang diimpor langsung dan sudah siap pakai.

"Insentif yang tidak berlaku itu adalah insentif untuk penjualan mobil listrik yang didatangkan secara built up yang sudah jadi CBU. Jadi itu yang berhenti sampai Desember (2025) ini," kata Tekno setelah meresmikan pembukaan showroom mobil listrik besutannya di Bandung pada Selasa, 16 Desember 2025.

Sedangkan pemerintah masih akan memberikan insentif untuk mobil listrik seperti insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) 10 persen. PPN DTP itu termuat dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 12 Tahun 2025. "Untuk insentif yang lain seperti PPN yang ditanggung pemerintah itu masih berjalan, setahu saya, belum ada instruksi dari pemerintah bahwa itu akan berhenti," tutur Tekno.

Alhasil, Tekno melanjutkan, Polytron tidak terlalu risau dengan informasi yang menyebutkan insentif mobil listrik akan dihapus oleh pemerintah. Sebab, Polytron merupakan perusahaan elektronik yang kini ikut terjun ke dalam bisnis kendaraan listrik, tidak melakukan CBU tapi melakukan perakitan dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) melebihi 40 persen.

"Buat Polytron karena sudah dirakit di sini harusnya enggak menjadi masalah, yang menjadi masalah adalah mereka yang memakai insentif completely built up tadi sehingga masuknya dinolkan, makanya mulai tahun depan kalau mereka masih jualan, mereka harus sudah memulai produksinya di Indonesia," ujar Tekno.

Sejak Mei 2025, Polytron resmi merilis mobil listrik G3 dan G3+. Perusahaan elektronik yang sudah berdiri setengah abad itu, ikut meramaikan bursa mobil listrik di dalam negeri. Meski persaingan kendaraan listrik kian ketat, ia yakin Polytron tak kalah dengan merek-merek mobil listrik lainnya seperti BYD, Vinfast, Wuling, dan lainnya.

"Ya kami melihatnya ada gula, ada semut. Kalau ada peluang, pasti banyak merek yang masuk," tuturnya. "Tapi kalau kita lihat dalam sejarahnya, misalkan dari Cina, dari 500 merek yang ada, hari ini sudah tinggal 50-an. Pasti akan ada hukum alam, nanti yang bisa bertahan yang benar-benar produknya bagus, servisnya bagus."

#polytron #mobil-listrik #insentif #kendaraan-listik #otomotif #tkdn

https://tempo.co/ekonomi/respons-polytron-soal-penghapusan-insentif-mobil-listrik-2099551