Peluang investasi Jepang pada proyek DKI dongkrak citra RI di global
Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto menilai peluang investasi Jepang pada proyek-proyek infrastruktur strategis ...
(Antara) 10/06/26 17:51 246317
Jakarta (ANTARA) - Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto menilai peluang investasi Jepang pada proyek-proyek infrastruktur strategis DKI Jakarta, termasuk infrastruktur transportasi dapat meningkatkan citra Indonesia sebagai destinasi investasi di level global.
"Ini nilainya pastinya besar karena ini proyek-proyek yang memerlukan teknologi, memerlukan standar-standar yang level internasional. Dan pada akhirnya kalau ini berjalan maka membawa citra positif kepada dunia internasional, Indonesia juga memiliki sarana-sarana transportasi publik yang terintegrasi berkualitas internasional," ujar Eko saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Rabu.
Dia mengatakan bahwa masyarakat global sendiri mengapresiasi infrastruktur-infrastruktur transportasi seperti MRT di Jakarta yang lebih bersih dan rapih.
"Jadi secara umum itu akan bagus gitu untuk membawa citra Indonesia dan juga secara de facto memang kita masih butuh investasi dari asing untuk berbagai sektor yang tentunya cocok dengan preferensi para investor. Kebetulan ini proyeknya adalah konstruksi, proyek transportasi yang nanti itu saya rasa kalau bidikannya salah satunya adalah investor Jepang saya rasa memang dalam konteks kredibilitas mereka dan seterusnya itu memang akan bisa membantu membawa citra Indonesia ke level internasional," katanya.
Sebagai informasi, peluang investasi Jepang pada proyek-proyek strategis di Kota Jakarta terus diupayakan untuk mengalami peningkatan. Hal itu dikatakan Duta Besar RI untuk Jepang Nurmala Kartini Sjahrir saat melakukan kunjungan kerja ke Jakarta pada 4 – 6 Juni 2026.
Dubes Kartini menjelaskan, mengingat rekam jejak positif dari Badan Kerja Sama Internasional Jepang (Japan International Cooperation Agency/JICA) yang telah berinvestasi besar pada MRT fase 1 dan pompa Waduk Pluit Timur, Jepang memiliki potensi besar untuk melanjutkan kolaborasi investasinya.
Selain bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Dubes Kartini juga melakukan pembahasan teknis hingga peninjauan langsung sejumlah proyek strategis Jakarta.
Dalam kunjungan lapangan ke fasilitas MRT Jakarta, Dubes Kartini meninjau progres pembangunan fase 2A yang diharapkan mulai beroperasi pada tahun 2027 dan 2029.
“Kerja sama sister-province antara Jakarta dan Tokyo yang telah aktif terjalin sejak 1989 diperkuat dengan kehadiran lebih dari 10 ribu warga Jepang yang bekerja di 1.500 perusahaan di ibu kota. Saat ini ada 6 (enam) proyek strategis di wilayah DK Jakarta yang sangat berpotensi menyerap investasi lanjutan dari Jepang,” ujar Pramono Anung.
Untuk diketahui enam proyek strategis di wilayah DK Jakarta meliputi, Perluasan Pembangunan MRT Jakarta; Proyek Pembangunan Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek (MITJ); Proyek ITF (Intermediate Treatment Facility) Sunter; Pembangunan Tanggul Pelindung Pantai NCICD (National Capital Integrated Coastal Development) di pesisir utara; Proyek penguatan Sistem Polder Pompa Waduk Pluit Timur; dan Pembangunan LRT fase 2 dari Kelapa Gading menuju Jakarta International Stadium.
Kunjungan itu adalah sebagai tindak lanjut dari lawatan Gubernur Pramono Anung ke Tokyo pada akhir April 2026 lalu dan pertemuan dengan Gubernur Metropolitan Tokyo Yuriko Koike. Ditargetkan pada perayaan HUT ke-500 tahun kota Jakarta di tanggal 22 Juni 2027 akan diresmikan area komersial bawah tanah MRT Jakarta beserta jalur lanjutan dari Bundaran HI menuju Monas.
Pewarta: Suharsana Aji Sasra J C
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026
#indef #peluang-investasi #jepang #proyek-dki #jakarta #citra-ri