BI Rate Naik ke 5,25%, Multifinance Diprediksi Lebih Hati-Hati Terbitkan Obligasi

BI Rate Naik ke 5,25%, Multifinance Diprediksi Lebih Hati-Hati Terbitkan Obligasi

Kenaikan BI Rate ke 5,25% membuat multifinance lebih waspada terbitkan obligasi karena biaya dana meningkat. OJK sarankan pengelolaan risiko dan diversifikasi pendanaan.

(Bisnis.Com) 08/06/26 12:25 243303

Bisnis.com, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai kenaikan suku bunga acuan alias BI Rate menjadi 5,25% berpotensi memengaruhi penerbitan obligasi perusahaan multifinance.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, LKM dan LJK Lainnya OJK Agusman mengatakan pengaruh itu karena dapat meningkatkan biaya dana.

“Kondisi tersebut dapat mendorong perusahaan multifinance untuk lebih berhati-hati dalam melakukan penerbitan obligasi,” ujarnya dalam lembar jawaban RDK OJK Mei 2026, Minggu (7/6/2026).

Dalam menyikapi kondisi tersebut, ujar Agusman, perusahaan multifinance perlu memperkuat pengelolaan risiko suku bunga. Caranya antara lain melalui diversifikasi sumber pendanaan dan penguatan efisiensi pendanaan.

Tidak hanya berpengaruh pada peningkatan biaya dana, dia berujar kenaikan BI Rate bisa berpotensi memengaruhi kemampuan bayar debitur, khususnya pada pembiayaan dengan skema floating rate.

“Sehingga dapat berdampak terhadap tingkat kredit bermasalah. Oleh karena itu, perusahaan multifinance perlu melakukan langkah-langkah mitigasi risiko yang diperlukan,” tutur Agusman.

Dilanjutkan dia, untuk menjaga kualitas pembiayaan, perusahaan multifinance perlu memperkuat analisis kelayakan debitur, memantau portofolio secara intensif, serta menerapkan mitigasi risiko yang memadai.

Untuk diketahui, sumber pendanaan multifinance pada April 2026 masih didominasi oleh perbankan dengan nilai sebesar Rp282,06 triliun atau 74,52% dari total sumber pendanaan industri multifinance.

Sebagai informasi, keputusan Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,25% dilakukan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 19–20 Mei 2026.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan kenaikan ini sebagai langkah lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah dari dampak tinggi gejolak global akibat perang di Timur Tengah. Kenaikan ini juga menjadi langkah preemptive untuk menjaga inflasi pada tahun 2026 dan 2027 agar tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5%-1% yang ditetapkan pemerintah.

#bi-rate #suku-bunga-acuan #multifinance-obligasi #penerbitan-obligasi #biaya-dana #risiko-suku-bunga #diversifikasi-pendanaan #efisiensi-pendanaan #kemampuan-bayar-debitur #floating-rate #kredit-berma

https://finansial.bisnis.com/read/20260608/89/1979241/bi-rate-naik-ke-525-multifinance-diprediksi-lebih-hati-hati-terbitkan-obligasi