Telkomsel Kantongi Pendapatan Rp27,58 Triliun, ARPU Tumbuh 6,4% Kuartal I/2026
Telkomsel raih pendapatan Rp27,58 triliun di Q1 2026, ARPU naik 6,4% YoY. Fokus pada pertumbuhan nilai, meski pelanggan turun 3,2% jadi 153,7 juta.
(Bisnis.Com) 05/06/26 10:41 240828
Bisnis.com, JAKARTA — PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) membukukan pertumbuhan kinerja keuangan dan operasional yang cukup solid sepanjang kuartal I/2026.
Anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) ini mencatatkan kenaikan pendapatan, rata-rata pendapatan per pelanggan (ARPU), serta trafik data (payload) secara tahunan, di tengah strategi rasionalisasi basis pelanggan.
Berdasarkan data laporan keuangan fundamental perusahaan, dikutip Jumat (5/6/2026) Telkomsel mengantongi total pendapatan senilai Rp27,58 triliun pada tiga bulan pertama tahun ini. Realisasi tersebut tumbuh 1,3% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu (year-on-year/YoY) sebesar Rp27,22 triliun. Meskipun demikian, jika dibandingkan dengan kuartal IV/2025 yang mencapai Rp27,93 triliun, pendapatan perseroan mengalami normalisasi musiman sebesar 1,2%.
Pertumbuhan pendapatan perusahaan telekomunikasi ini ditopang kuat oleh keberhasilan strategi monetisasi layanan digital. Hal ini tecermin dari nilai Mobile ARPU yang mengalami lonjakan signifikan.
Pada kuartal I/2026, ARPU Telkomsel tercatat mencapai Rp45.100, melesat 6,4% dibandingkan dengan kuartal I/2025 yang berada di level Rp42.400. Secara kuartalan (quarter-on-quarter/QoQ), ARPU juga merangkak naik tipis 0,4% dari posisi kuartal IV/2025 senilai Rp45.000.
Kenaikan ARPU berjalan selaras dengan konsumsi data masyarakat yang terus bertambah. Sepanjang kuartal I/2026, total payload atau trafik data Telkomsel menyentuh angka 5.770 petabyte.
Angka ini mencerminkan pertumbuhan sebesar 2,3% dari capaian kuartal I/2025 yang sebesar 5,643 petabyte. Namun, aktivitas digital masyarakat melandai pasca-libur akhir tahun, membuat payload terkoreksi 1,1% dibandingkan dengan kuartal IV/2025 yang menembus 5.832 petabyte.
Di sisi lain, jumlah pelanggan seluler (mobile customer base) Telkomsel menunjukkan tren penurunan. Per Maret 2026, total pelanggan perseroan berada di angka 153,7 juta pengguna. Jumlah ini menyusut 3,2% dari kuartal I/2025 yang sempat mencapai 158,8 juta pelanggan. Penurunan juga terjadi secara kuartalan sebesar 1,5% dari posisi akhir tahun lalu sebanyak 156,1 juta pelanggan.
Meskipun total pelanggan berkurang, Telkomsel berhasil memperkuat segmen pascabayar berkualitas tinggi melalui layanan Telkomsel Halo.
Basis pengguna Telkomsel Halo terus menanjak menjadi 8,7 juta pelanggan pada kuartal I/2026, naik dari periode kuartal I/2025 yang sebesar 8 juta pelanggan maupun kuartal IV/2025 yang tercatat 8,4 juta pelanggan.
Langkah pembersihan atau bersih-bersih kartu seluler yang tidak aktif menjadi bagian dari strategi operator demi mengincar pengguna yang lebih produktif. Manajemen Telkomsel mengungkapkan fokus perusahaan saat ini bergeser pada pertumbuhan nilai (value growth) ketimbang sekadar mengejar kuantitas jumlah pengguna. Strategi ini terbukti efektif menjaga profitabilitas, terlihat dari EBITDA yang tumbuh 6,9% YoY menjadi Rp13,12 triliun.
Secara keseluruhan, kinerja kuartal I/2026 memvalidasi keberhasilan emiten dalam mengeksekusi agenda transformasi digital di Indonesia. Dengan ARPU yang lebih gemuk dan kontribusi pelanggan pascabayar yang meningkat, perseroan optimistis dapat mempertahankan keberlanjutan bisnis jangka panjang di tengah dinamika industri telekomunikasi yang kian kompetitif.
#telkomsel-pendapatan #arpu-telkomsel #kuartal-i-2026 #telkomsel-pertumbuhan #pendapatan-telkomsel #arpu-tumbuh #trafik-data-telkomsel #monetisasi-layanan-digital #mobile-arpu #konsumsi-data #pelanggan