Inflasi Sumbar 3,91% pada Mei 2026, Emas Perhiasan hingga Beras jadi Penyumbang
Inflasi Sumbar Mei 2026 mencapai 3,91% dengan emas, beras, dan cabai merah sebagai penyumbang utama. Inflasi tertinggi di Dharmasraya sebesar 5,3%.
(Bisnis.Com) 02/06/26 15:55 237697
Bisnis.com, PADANG - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat berdasarkan hasil pemantauan di Provinsi Sumatra Barat pada 4 kabupaten dan kota pada Mei 2026 terjadi inflasiyoysebesar 3,91% atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 108,69 pada Mei 2025 menjadi 112,94 pada Mei 2026.
Kepala BPS Sumbar Nurul Hasanudin mengatakan komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi yoy pada Mei 2026 mulai dari emas perhiasan, beras, cabai merah, hingga komoditas jengkol.
“Secara umum harga berbagai komoditas menunjukkan adanya kenaikan,” katanya dikutip dari data resmi BPS, Selasa (2/6/2026).
Dia menjelaskan inflasi yoy terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya 11 kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 6,24%, kelompok pakaian dan alas kaki dan kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga masing-masing sebesar 1,15%, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 4,11%.
Kemudian, kelompok kesehatan sebesar 0,75%, kelompok transportasi sebesar 2,79 %, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 1,49%, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,69%, kelompok pendidikan sebesar 2,18%, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 3,63%, serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 10,48%.
Nurul mengatakan jika dibandingkan bulan sebelumnya, inflasi pada Mei 2026 mencapai 0,90%. Adapun selama tahun berjalan atau year to date (YtD), inflasi Mei 2026 di Sumbar sebesar 0,47%.
Adapun komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi mtmpada Mei 2026 hampir sama komoditasnya dengan kondisi YoY, yakni mulai dari cabai merah, bawang merah, tomat, nasi dengan lauk, minyak goreng, hingga angkutan antarkota.
Kemudian, dari empat wilayah cakupan IHK di Sumbar, semua wilayah mengalami inflasi tahunan, di mana inflasi yoy tertinggi terjadi di Kabupaten Dharmasraya sebesar 5,3% dengan IHK sebesar 114,84 dan terendah terjadi di Kota Padang sebesar 3,52% dengan IHK sebesar 112,43.
“Kabupaten Pasaman Barat mengalami inflasi sebesar 4,61% dengan IHK sebesar 113,98 dan Kota Bukittinggi mengalami inflasi sebesar 3,73% dengan IHK sebesar 112,29,” jelas Nurul.
#inflasi-sumbar #inflasi-mei-2026 #inflasi-yoy #inflasi-mtm #emas-perhiasan #beras-sumbar #cabai-merah #jengkol #kenaikan-harga #kelompok-pengeluaran #ihk-sumbar #inflasi-dharmasraya #inflasi-padang #i