SPBUN resmi beroperasi, nelayan di Aceh Selatan melaut lebih tenang
Nelayan di Kecamatan Bakongan Timur, Aceh Selatan, Provinsi Aceh, kini dapat melaut lebih tenang setelah stasiun pengisian bahan bakar umum nelayan (SPBUN) di ...
(Antara) 29/04/26 12:31 206237
Kehadiran SPBUN ini diharapkan mempermudah nelayan memperoleh BBM bersubsidi secara tepat sasaran, sehingga aktivitas melaut menjadi lebih lancar dan kesejahteraan masyarakat pesisir semakin meningkat,
Jakarta (ANTARA) - Nelayan di Kecamatan Bakongan Timur, Aceh Selatan, Provinsi Aceh, kini dapat melaut lebih tenang setelah stasiun pengisian bahan bakar umum nelayan (SPBUN) di wilayahnya resmi beroperasi.
Salah satu nelayan, Harmani mengatakan, keberadaan SPBUN membuat akses bahan bakar minyak (BBM) subsidi semakin dekat, mudah, dan terjangkau untuk mendukung aktivitas melaut.
"Kami sangat terbantu dengan hadirnya SPBUN ini. Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah," ucapnya, dalam keterangannya yang dikutip di Jakarta, Rabu.
Fasilitas tersebut diharapkan menjadi penopang utama peningkatan produktivitas nelayan sekaligus mendorong kesejahteraan ekonomi keluarga pesisir.
SPBUN Kecamatan Bakongan Timur, Aceh, diresmikan pada Selasa (28/4/2026) oleh Menteri Koperasi Ferry Juliantono, yang turut dihadiri Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan dan Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Fathul Nugroho.
Fathul menegaskan, BPH Migas terus mengawal distribusi energi hingga wilayah terluar Indonesia, termasuk ujung barat Tanah Air di Aceh Selatan.
"SPBUN ini telah diresmikan oleh Bapak Menteri Koperasi dan Bapak Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan. Tentu saja, BPH Migas dalam hal ini menjalankan amanat serta instruksi Presiden Prabowo Subianto dan arahan Menteri ESDM agar distribusi BBM, khususnya BBM bersubsidi, dapat menjangkau seluruh pelosok Indonesia, termasuk bagian terluar sisi barat Indonesia di Aceh Selatan," ujarnya.
Ia pun berharap kehadiran SPBUN dapat membantu operasional penangkapan ikan serta meningkatkan kesejahteraan nelayan.
Fathul melanjutkan, peresmian SPBUN di Aceh Selatan menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam memastikan kebutuhan energi masyarakat pesisir terpenuhi.
Menurut dia, akses BBM yang lebih dekat dan terjangkau akan membantu nelayan meningkatkan produktivitas melaut serta memperkuat perekonomian keluarga.
"Kehadiran SPBUN ini diharapkan mempermudah nelayan memperoleh BBM bersubsidi secara tepat sasaran, sehingga aktivitas melaut menjadi lebih lancar dan kesejahteraan masyarakat pesisir semakin meningkat," tuturnya.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan, pembangunan SPBUN menjadi langkah nyata pemerintah meningkatkan kesejahteraan nelayan.
"Alhamdulillah, hari ini kita meresmikan SPBUN nelayan. Ini merupakan terobosan yang kami lakukan bersama Kementerian Koperasi, Kementerian Kelautan dan Perikanan, BPH Migas, dan juga Pertamina Patra Niaga. Tujuannya adalah memberikan fasilitas solar untuk melaut. Ini juga bagian dari implementasi program prioritas nasional," ungkapnya.
Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan mengungkapkan, pembangunan SPBUN ini merupakan hasil sinergi lintas kementerian dan BUMN.
Menurut dia, fasilitas ini menjadi bagian dari program prioritas Presiden RI melalui Kampung Nelayan Merah Putih.
"Hari ini kami melaksanakan kegiatan program prioritas Bapak Presiden, yaitu membangun Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang di dalamnya terdapat SPBUN dan dikelola koperasi milik Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI)," ujarnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Bupati Aceh Selatan Mirwan, Direktur Pemasaran Regional PT Pertamina Patra Niaga Eko Ricky Susanto, dan Ketua Umum Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Dani Setiawan.
Pewarta: Kelik Dewanto
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026