MTI: Kecelakaan di Bekasi momen perkuat keselamatan perlintasan kereta

MTI: Kecelakaan di Bekasi momen perkuat keselamatan perlintasan kereta

Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) menilai peristiwa kecelakaan kereta api (KA) jarak jauh dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, ...

(Antara) 28/04/26 09:58 204884

semua pemangku kepentingan termasuk masyarakat perlu berkolaborasi dan bersinergi membangun kesadaran kolektif dalam rangka keselamatan di perlintasan sebidang

Jakarta (ANTARA) - Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) menilai peristiwa kecelakaan kereta api (KA) jarak jauh dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, menjadi momentum untuk memperkuat prinsip 3E (engineering, enforcement dan education) untuk keselamatan di perlintasan kereta sebidang.

Anggota Dewan Penasihat MTI Djoko Setijowarno di Jakarta, Selasa, mengatakan untuk penyebab pastinya menunggu hasil penyelidikan resmi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), namun kalau melihat rentetan peristiwanya, ini nampaknya ada kaitannya dengan kecelakaan di perlintasan sebidang.

Kecelakaan perlintasan sebidang ini masuk kategori kecelakaan di darat. Sementara kalau bicara kecelakaan ini ada antisipasinya yakni prinsip 3E yakni edukasi, engineering dan enforcement sebagai pedoman umum.

"Dengan terjadinya kecelakaan seperti ini orang tidak bakal mengira sejauh ini dampaknya? Seolah-olah terpisah bahwa kecelakaan di perlintasan sebidang merupakan kecelakaan tersendiri namun ternyata ini menjadi penguat bahwa kalau terjadi masalah atau kecelakaan di perlintasan kereta sebidang ternyata imbasnya bisa menimbulkan kecelakaan di (perjalanan) kereta api juga. Baru kali ini di Indonesia terjadi peristiwa tragis seperti itu. Mungkin nanti investigasi dari KNKT bisa dilihat." ujar Djoko saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, peristiwa ini bisa menjadi momentum untuk memperkuat prinsip 3E dalam rangka meningkatkan keselamatan di perlintasan kereta sebidang.

"Ini menjadi sebenarnya kalau saya bilang momentum," ujarnya.

Menurut dia, selain penguatan enforcement atau penegakan hukum, edukasi keselamatan lalu lintas terutama edukasi keselamatan di perlintasan kereta sebidang juga perlu digencarkan kepada masyarakat sejak usia dini.

Djoko juga menyampaikan bahwa semua pemangku kepentingan termasuk masyarakat perlu berkolaborasi dan bersinergi membangun kesadaran kolektif dalam rangka menuntaskan keselamatan di perlintasan sebidang.

Sebagai informasi, PT Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan seluruh korban terdampak peristiwa di wilayah Stasiun Bekasi Timur telah dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis, serta menyiapkan posko informasi untuk membantu keluarga memperoleh kabar penumpang.

KAI menyampaikan seluruh penumpang KA Argo Bromo Anggrek berjumlah 240 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.

Sementara penanganan difokuskan kepada penumpang KRL yang terdampak. Berdasarkan pembaruan data sementara hingga pukul 02.00 WIB, tercatat empat orang meninggal dunia dan 79 orang mengalami luka-luka.

KAI menyebut seluruh korban telah dievakuasi dan mendapatkan penanganan di sejumlah rumah sakit rujukan, antara lain RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.

Dalam proses penanganan, KAI berkoordinasi dengan Basarnas, TNI, Polri, serta tim medis untuk memberikan pertolongan dan memastikan seluruh korban tertangani.

Pewarta: Suharsana Aji Sasra J C
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

#mti #kecelakaan-kereta #bekasi #keselamatan #perlintasan-kereta

https://www.antaranews.com/berita/5545068/mti-kecelakaan-di-bekasi-momen-perkuat-keselamatan-perlintasan-kereta