Jadi Motor Pembiayaan Infrastruktur, Cek Rekam Jejak SMI dan IIF

Jadi Motor Pembiayaan Infrastruktur, Cek Rekam Jejak SMI dan IIF

PT SMI dan IIF telah mencatatkan total komitmen pembiayaan Rp319 triliun selama beroperasi sebagai SMV Kementerian Keuangan

(Bisnis.Com) 27/04/26 09:35 203532

Bisnis.com, JAKARTA — PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dan PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) tercatat telah mengucurkan komitmen pembiayaan infrastruktur gabungan senilai lebih dari Rp319 triliun sejak keduanya beroperasi sebagai Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan.

PT SMI mencatat komitmen pembiayaan sebesar Rp275 triliun dalam 17 tahun beroperasi, dengan total nilai investasi yang dikelola mencapai Rp1.183 triliun. Pembiayaan tersebut diklaim berkontribusi pada penyerapan 10,9 juta tenaga kerja dan menambah 0,5% terhadap produk domestik bruto (PDB).

"Dukungan kami ini memberikan dampak terhadap penyerapan kurang lebih 10,9 juta tenaga kerja dan berkontribusi terhadap PDB sebesar 0,5%," ujar Direktur Utama PT SMI Reynaldi Hermansjah, dikutip Minggu (26/4/2026).

Dalam skema yang disiapkan Kemenkeu, PT SMI berperan sebagai development finance institution (DFI) yang berfokus pada proyek pemerintah, sementara IIF mengkatalisis keterlibatan swasta pada proyek yang bersifat bankable dan komersial.

"Untuk itu, PT SMI memiliki peran strategis sebagai development financial institution dalam menjembatani kesenjangan pendanaan sekaligus mendorong skema pembiayaan yang lebih inovatif," kata Reynaldi.

Sementara itu, IIF mencatat pembiayaan Rp44 triliun pada 182 proyek infrastruktur selama 15 tahun beroperasi. Rasio daya ungkit modal (leverage) IIF mencapai 17,6 kali dari ekuitas awal Rp2,5 triliun.

"Dari sisi leverage modal sudah sampai 17,6 kali dari modal awal Rp2,5 triliun," ujar Direktur Utama IIF Rizki Pribadi Hasan.

Portofolio pembiayaan IIF didominasi sektor telekomunikasi dan informasi, energi dan kelistrikan, serta kontraktor. IIF juga aktif membiayai proyek utilitas air bersih, bandara, pelabuhan, dan infrastruktur sosial.

Sepanjang 2025, IIF membukukan laba bersih Rp185 miliar, tumbuh 51,2% dibandingkan Rp122,5 miliar pada 2024. Total aset IIF naik 5% secara tahunan menjadi Rp15,4 triliun, didorong peningkatan aset produktif sebesar 2%.

Rizki menambahkan IIF hadir sebagai pelengkap industri perbankan dan pasar modal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

"Kami hadir sebagai pelengkap industri perbankan dan pasar modal. Jadi ini instrumen pemerintah dalam rangka meningkatkan ekonomi, mudah-mudahan cita-cita mencapai pertumbuhan ekonomi 8% bisa tercapai," pungkasnya.

Kedua lembaga ini didorong pemerintah untuk makin aktif menutup celah pembiayaan infrastruktur yang masih lebar. Mengacu pada RPJMN 2025–2029, kebutuhan investasi infrastruktur diproyeksikan mencapai US$625 miliar atau Rp10.728 triliun (asumsi kurs Rp17.165 per dolar AS).

Sementara itu, kapasitas APBN dan APBD hanya mampu menutup sekitar 40% dari kebutuhan tersebut, sehingga masih terdapat funding gap sekitar US$377,2 miliar atau Rp6.475 triliun.

#pembiayaan-infrastruktur #sarana-multi-infrastruktur #indonesia-infrastructure-finance #komitmen-pembiayaan #tenaga-kerja-infrastruktur #produk-domestik-bruto #development-finance-institution #proyek

https://ekonomi.bisnis.com/read/20260427/45/1969463/jadi-motor-pembiayaan-infrastruktur-cek-rekam-jejak-smi-dan-iif