Pemkot Bandung Pastikan Stok dan Harga MinyaKita Terjaga
Pemkot Bandung pastikan stok dan harga MinyaKita stabil sesuai HET, distribusi lancar, dan pemantauan harga pangan terus dilakukan.
(Bisnis.Com) 20/04/26 19:45 197102
Bisnis.com, BANDUNG — Pemerintah Kota Bandung memastikan ketersediaan minyak goreng bersubsidi MinyaKita di pasar tradisional dalam kondisi aman dengan harga jual yang tetap stabil sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung Ronny Ahmad Nurudin memastikan hal tersebut setelah melakukan pemantauan di Pasar Sederhana pada Senin (20/4/2026). Ronny menegaskan distribusi komoditas tersebut dari Perum Bulog berjalan lancar ke berbagai titik pasar di Kota Bandung.
“Dropping dari Bulog itu setiap minggu, satu pedagang mendapat sekitar 50 dus, dengan satu dus berisi 12 kemasan. Dan harga yang dijual sesuai HET,” ujarnya.
Ronny menjelaskan para pedagang yang ingin mendapatkan pasokan minyak goreng bersubsidi diwajibkan memenuhi sejumlah prosedur administrasi melalui aplikasi Simira. Platform tersebut terbuka bagi para pedagang, khususnya pelaku usaha kelontongan, selama mereka berkomitmen melengkapi persyaratan yang dibutuhkan.
“Semua sebenarnya sudah disasar, tinggal apakah pedagang mau memenuhi persyaratan atau tidak. Pemerintah juga membantu, termasuk dalam pengurusan perizinan seperti NIB,” jelas Ronny.
Selain mengawal ketersediaan minyak goreng, Disdagin juga melakukan pemantauan intensif terhadap harga berbagai komoditas pangan lainnya. Secara umum, harga kebutuhan pokok di Pasar Sederhana terpantau relatif stabil, di mana komoditas seperti beras, telur, daging ayam, hingga daging sapi masih bertahan pada harga normal.
Kendati demikian, fluktuasi harga masih terjadi pada kelompok komoditas sayuran, terutama cabai. Sejumlah jenis cabai mengalami penurunan harga, seperti cabai rawit merah yang terkoreksi menjadi sekitar Rp73.000 per kilogram. Penurunan serupa juga terjadi pada cabai hijau keriting dan bawang putih dengan penurunan masing-masing sebesar Rp4.000 dan Rp2.000 per kilogram.
Di sisi lain, terdapat beberapa komoditas yang mengalami tren kenaikan, di antaranya cabai rawit hijau yang merangkak naik dari Rp51.000 menjadi Rp53.000 per kilogram, serta cabai merah keriting yang meningkat hingga menyentuh angka Rp48.000 per kilogram.
Meski terdapat fluktuasi pada komoditas tertentu, Ronny memastikan kondisi pasar secara keseluruhan masih berada dalam batas wajar dan akan terus berada di bawah pengawasan ketat pemerintah guna menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen.
“Secara keseluruhan masih aman dan terkendali. Kami akan terus melakukan monitoring untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas harga,” pungkasnya.
#minyak-goreng #minyak-goreng-bersubsidi #minyakkita #harga-minyak-goreng #stok-minyak-goreng #pasar-tradisional-bandung #distribusi-minyak-goreng #disdagin-bandung #aplikasi-simira #harga-komoditas-pa