PGEO-PLN IP Sepakati Tarif, Proyek PLTP Lahendong 15 MW Masuk Tahap Lanjutan

PGEO-PLN IP Sepakati Tarif, Proyek PLTP Lahendong 15 MW Masuk Tahap Lanjutan

PGEO dan PLN IP sepakat tarif untuk proyek PLTP Lahendong 15 MW, menandai langkah penting dalam pengembangan energi panas bumi bersih di Indonesia.

(Bisnis.Com) 14/04/26 10:48 190569

Bisnis.com, JAKARTA — PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) bersama PT PLN Indonesia Power (PLN IP) mencapai kesepakatan tarif listrik untuk proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lahendong Bottoming Unit berkapasitas 15 megawatt (MW).

Berdasarkan keterbukaan informasi, kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Kesepakatan Tarif bersama PT PLN (Persero) yang dilaksanakan di Bandung, Jawa Barat, pada 14 April 2026.

Kesepakatan ini menjadi salah satu tahapan penting dalam proses pengembangan proyek melalui skema Independent Power Producer (IPP), sebelum memasuki fase pengembangan berikutnya.

Direktur Utama PGEO Ahmad Yani mengatakan capaian ini menjadi langkah lanjutan dalam mendorong pemanfaatan energi panas bumi sebagai sumber energi bersih.

“Kami menyambut baik perkembangan proyek ini yang terus berjalan sesuai rencana. Pemanfaatan teknologi bottoming memungkinkan potensi energi panas bumi yang masih tersedia dari operasi pembangkit eksisting dapat dimanfaatkan secara lebih optimal," kata Ahmad di keterbukaan informasi, Selasa (14/4/2026).

Melalui teknologi ini, lanjut Ahmad, panas sisa yang sebelumnya belum termanfaatkan dapat dikonversi kembali menjadi listrik, sehingga meningkatkan efisiensi pembangkitan sekaligus memperkuat kontribusi panas bumi dalam bauran energi bersih nasional.

Proyek PLTP Lahendong Bottoming Unit merupakan pengembangan pembangkit berbasis teknologi binary atau bottoming cycle, yang memanfaatkan panas sisa dari operasi pembangkit eksisting untuk menghasilkan tambahan listrik.

Melalui pendekatan tersebut, potensi energi panas bumi dapat dioptimalkan dengan menangkap energi yang sebelumnya belum dimanfaatkan dalam proses pembangkitan.

Setelah kesepakatan tarif tercapai, proyek ini akan dilanjutkan ke sejumlah tahapan berikutnya, mulai dari pembentukan joint venture, proses engineering, procurement, construction, and commissioning (EPCC), hingga penyusunan power purchase agreement (PPA).

Perseroan menargetkan proyek ini dapat mencapai tahap operasi komersial atau commercial operation date (COD) pada 2028.

Sebelumnya, pada akhir 2025, PGEO dan PLN IP juga telah mencapai kesepakatan tarif listrik untuk proyek PLTP Ulubelu Bottoming Unit berkapasitas 30 MW. Kedua proyek tersebut merupakan bagian dari sinergi pengembangan panas bumi dengan total kapasitas sekitar 530 MW dari 19 proyek eksisting.

Saat ini, PGEO mengelola kapasitas terpasang sebesar 727 MW dari enam wilayah operasi. Perseroan juga terus mengembangkan sejumlah proyek untuk mendukung peningkatan kapasitas energi panas bumi dalam beberapa tahun ke depan.

_____

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

#pltp-lahendong #tarif-listrik #pertamina-geothermal #pln-indonesia-power #energi-panas-bumi #proyek-pltp #teknologi-bottoming #energi-bersih #pengembangan-proyek #kapasitas-15-mw #ipp-skema #binary-cy

https://market.bisnis.com/read/20260414/192/1966427/pgeo-pln-ip-sepakati-tarif-proyek-pltp-lahendong-15-mw-masuk-tahap-lanjutan