Celios: Realokasi anggaran dapat jaga stabilitas harga energi

Celios: Realokasi anggaran dapat jaga stabilitas harga energi

Direktur Eksekutif Center of Economics and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menilai pemerintah dapat mempertimbangkan realokasi anggaran untuk menjaga ...

(Antara) 16/03/26 17:37 166366

Solusinya saat ini menggeser realokasi anggaran yang belum prioritas ke tambahan subsidi energi

Jakarta (ANTARA) - Direktur Eksekutif Center of Economics and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menilai pemerintah dapat mempertimbangkan realokasi anggaran untuk menjaga stabilitas harga energi di tengah potensi kenaikan inflasi akibat lonjakan harga minyak dunia.

Ia mengatakan kenaikan harga minyak memiliki efek transmisi langsung terhadap inflasi energi dan pangan di dalam negeri.

“Inflasi yang paling terdampak langsung karena kenaikan harga minyak dunia sifatnya menyebabkan transmisi inflasi pangan dan energi secara paralel,” kata Bhima kepada ANTARA di Jakarta, Senin.

Ia menjelaskan pengendalian inflasi sangat dipengaruhi oleh kebijakan subsidi energi yang dapat menahan kenaikan harga energi di tingkat konsumen.

Menurut dia, tanpa kebijakan penahan harga energi maka kenaikan harga minyak dapat mendorong peningkatan inflasi domestik.

“Pengendalian inflasi tergantung seberapa kuat subsidi energi,” ujarnya.

Ia mencatat inflasi Indonesia telah mencapai sekitar 4,76 persen pada Februari sebelum terjadinya eskalasi konflik yang memicu kenaikan harga minyak dunia.

Bhima kemudian mengatakan inflasi berpotensi meningkat di atas 5,5 persen apabila subsidi energi dikurangi sehingga beban kenaikan harga lebih banyak ditanggung konsumen.

“Indonesia bisa menghadapi kenaikan inflasi di atas 5,5 persen begitu subsidi dikurangi dan beban konsumen bertambah,” tutur dia.

Ia menilai kondisi tersebut berpotensi menekan daya beli masyarakat dan aktivitas usaha, menimbulkan efek berantai pada perekonomian.

Untuk meredam dampak tersebut, Bhima menilai pemerintah dapat menggeser anggaran yang belum menjadi prioritas untuk menambah subsidi energi.

“Solusinya saat ini menggeser realokasi anggaran yang belum prioritas ke tambahan subsidi energi,” ungkapnya.

Ia menambahkan masih terdapat ruang sekitar Rp340 triliun dalam anggaran yang dapat dimanfaatkan untuk menjaga harga energi bagi masyarakat.

“Masih ada ruang sekitar Rp340 triliun untuk menjaga harga BBM, LPG 3 kilogram, dan tarif listrik subsidi tidak naik,” jelasnya.

Selain itu, ia menilai percepatan pengembangan energi baru terbarukan (EBT) dapat menjadi langkah jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak.

Di sektor energi listrik, Bhima menyebut program pengembangan pembangkit listrik hingga 100 gigawatt dapat dipercepat terutama di wilayah yang masih bergantung pada pembangkit berbahan bakar diesel.

Ia juga mengatakan bahwa percepatan investasi pada sumber energi terbarukan dapat memperkuat ketahanan energi nasional dalam menghadapi fluktuasi harga minyak dunia.

"Danantara bisa mempercepat eksekusi investasi di floating panel surya, hidro, dan angin. Kunci nya Danantara sebagai channel finansial untuk bantu transisi energi," ucapnya.

Pewarta: Aria Ananda
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

#inflasi #harga-minyak-dunia #subsidi-energi #celios #bhima-yudhistira

https://www.antaranews.com/berita/5478750/celios-realokasi-anggaran-dapat-jaga-stabilitas-harga-energi