Purbaya Curhat Dicaci Imbas Rupiah Anjlok: Saya Dimaki-maki di TikTok
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menghadapi kritik di media sosial akibat pelemahan rupiah yang mencapai Rp17.000 per dolar AS, meski depresiasi ini lebih moderat dibandingkan negara lain.
(Bisnis.Com) 11/03/26 14:55 161857
Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa curhat mendapat banyak kritikan karena nilai tukar rupiah yang sempat menembus batas psikologis di angka Rp17.000 per dolar Amerika Serikat (AS).
Meski demikian, dia memastikan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah yang terjadi belakangan ini akibat eskalasi konflik antara Israel-Amerika Serikat dengan Iran masih dalam batas yang dapat dikendalikan.
Purbaya menjelaskan bahwa di tengah meningkatnya dinamika global dan tensi geopolitik yang mengerek ketidakpastian, tekanan yang mendera sektor keuangan domestik terbilang moderat. Menurutnya, pelemahan rupiah saat ini terjadi sejalan dengan tren penguatan dolar AS secara global.
"Rupiah terdepresiasi secara moderat, sejalan dengan penguatan dolar AS global dan relatif lebih baik dibandingkan banyak negara peers [sebanding]. Ini mencerminkan ketahanan eksternal Indonesia serta koordinasi fiskal-moneter yang kuat," katanya di konferensi pers APBN Kita, Rabu (11/3/2026).
Berdasarkan data yang dipaparkan, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tercatat hanya mengalami depresiasi sebesar 0,3% sejak Israel-AS meluncurkan rudal ke Iran pada 28 Februari 2026 waktu setempat.
Purbaya menjelaskan angka pelemahan tersebut jauh lebih baik apabila disandingkan dengan kinerja mata uang negara-negara tetangga di kawasan Asia Tenggara. Dia membandingkan dengan ringgit Malaysia tercatat melemah hingga 0,5%, sedangkan baht Thailand terdepresiasi lebih dalam hingga 1,6%.
"Jadi, kita masih lumayan. Jadi bukan lihat level [kursnya] saja, tetapi kita lihat seberapa besar dampak pelemahannya. Dari situ, posisi kita masih luamyan," tegasnya.
Mantan ketua dewan komisioner Lembaga Penjamin Simpanan itu bahkan curhat bahwa dirinya kerap mendapat kritik tajam dari masyarakat di media sosial terkait pelemahan kurs ini.
"Walaupun di TikTok saya dimaki-maki orang, katanya, \'Hey Pak Purbaya, menteri keuangan, kerjanya apa aja lu, tuh rupiah lihatin,\' tapi kita menilai harus dengan fair [adil]. Apa yang terjadi harus dibandingkan juga dengan kondisi seluruh negara di dunia seperti apa," ceritanya.
Lebih lanjut, bendahara negara ini menekankan bahwa daya tahan rupiah yang lebih baik dibandingkan negara kawasan memberikan sinyal positif bagi perekonomian nasional. Kondisi tersebut, kata Purbaya, membuktikan bahwa pasar dan investor global masih memandang Indonesia memiliki fondasi ekonomi yang solid.
"Kita masih oke, artinya kita masih dianggap mampu menjaga kebijakan fiskal dan moneter yang baik, serta fondasi ekonomi kita yang tangguh," pungkasnya.
Sebagai catatan, rupiah sempat menembus batas psikologis di atas Rp17.000 per dolar AS. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah sempat dibuka melemah 76 poin atau 0,45% ke posisi Rp17.001 per dolar AS pada Senin (9/3/2026) pagi.
Meski kemudian, rupiah mulai membaik. Berdasarkan data Bloomberg, Selasa (10/3/2026), rupiah ditutup perkasa sebesar 85 basis point atau menguat 0,50% menuju level Rp16.864 per dolar AS.
#rupiah-anjlok #purbaya-curhat #nilai-tukar-rupiah #dolar-amerika-serikat #konflik-israel-iran #pelemahan-rupiah #penguatan-dolar #ketahanan-eksternal-indonesia #fiskal-moneter-indonesia #depresiasi-ru