AAUI: Meski Lesu, Asuransi Kendaraan Bermotor Kontributor Utama Premi 2026
AAUI memproyeksikan asuransi kendaraan bermotor tetap jadi kontributor utama premi 2026, meski pertumbuhan moderat bergantung pemulihan otomotif dan daya beli.
(Bisnis.Com) 04/03/26 03:50 154083
Bisnis.com, JAKARTA — Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) memproyeksikan asuransi kendaraan bermotor akan tetap menjadi salah satu kontributor utama premi industri asuransi umum pada 2026.
Kendati demikian, Ketua Umum AAUI Budi Herawan menilai pertumbuhannya kemungkinan masih moderat dan sangat bergantung pada pemulihan sektor otomotif dan daya beli masyarakat.
“Jika kondisi ekonomi lebih stabil dan penjualan kendaraan kembali meningkat, maka lini ini berpotensi kembali tumbuh positif,” ucapnya kepada Bisnis, Selasa (3/3/2026).
Namun demikian, Budi mengingatkan agar perusahaan tetap perlu menjaga keseimbangan antara ekspansi dan kualitas risiko agar kinerja underwriting tetap sehat.
Untuk diketahui, pendapatan premi asuransi kendaraan bermotor sepanjang 2025 mengalami penurunan 4,2% (year on year/YoY) menjadi Rp19,01 triliun. Menurut Budi, hal tersebut dipengaruhi oleh perlambatan penjualan kendaraan baru sepanjang 2025.
Bagi Budi, hal tersebut sejalan dengan moderasi daya beli masyarakat dan sikap kehati-hatian konsumen dalam mengambil pembiayaan.
AAUI melihat bahwa sektor otomotif cukup terdampak oleh ketidakpastian ekonomi global dan domestik, termasuk tekanan suku bunga serta pelemahan pada segmen korporasi tertentu.
“Karena sebagian besar premi asuransi kendaraan masih berasal dari kendaraan baru khususnya yang dibiayai melalui leasing, maka ketika penjualan kendaraan melambat, dampaknya langsung terasa pada pertumbuhan premi,” jelasnya.
Untuk mendongkrak premi asuransi kendaraan, Budi menyarankan agar perusahaan asuransi melakukan inovasi produk dan pendekatan distribusi yang lebih adaptif.
“Misalnya melalui penguatan kanal digital, kerja sama yang lebih erat dengan multifinance dan dealer, pengembangan produk berbasis kebutuhan [usage-based insurance], serta penetrasi yang lebih serius ke segmen kendaraan bekas dan perpanjangan polis [renewal retention],” bebernya.
Selain hal tersebut, imbuhnya, literasi masyarakat juga tetap menjadi faktor penting agar asuransi tidak hanya dipahami sebagai kewajiban kredit, tetapi sebagai kebutuhan perlindungan.
Di lain sisi, Direktur Utama PT Asuransi Candi Utama ini juga membeberkan tantangan utama dalam pemasaran asuransi kendaraan bermotor saat ini adalah persaingan tarif yang cukup ketat, kecenderungan konsumen untuk mencari premi paling murah, serta meningkatnya ekspektasi layanan yang cepat dan digital.
“Di sisi lain, perusahaan juga harus tetap menjaga kualitas underwriting dan profitabilitas, sehingga tidak semata-mata mengejar volume,” tegas Budi.
#asuransi-kendaraan #premi-asuransi #asuransi-kendaraan-bermotor #industri-asuransi #pertumbuhan-asuransi #pemulihan-otomotif #daya-beli-masyarakat #penjualan-kendaraan #inovasi-produk-asuransi #kanal