Ekonom UGM Ungkap Tantangan Mencapai Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Ekonom UGM Ungkap Tantangan Mencapai Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8 persen yang dicanangkan pemerintah dinilai ambisius dan menghadapi sejumlah tantangan struktural.

(Kompas.com) 03/03/26 08:18 152781

JAKARTA, KOMPAS.com — Target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8 persen yang dicanangkan pemerintah dinilai ambisius dan menghadapi sejumlah tantangan struktural.

Ekonom menilai, dalam kondisi ekonomi saat ini, laju pertumbuhan tersebut sulit dicapai dalam waktu dekat.

Dosen Departemen Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM), Akhmad Akbar Susamto, menyebutkan bahwa meskipun semua pihak menginginkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, target 8 persen masih cukup jauh dari kondisi struktural ekonomi Indonesia saat ini.

KOMPAS.com/AMBARANIE NADIA Ekonom CORE Indonesia Akhmad Akbar Susamto.

“Kita semua tentu menginginkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Namun secara realistis, target 8 persen masih sangat jauh dari kondisi struktural ekonomi Indonesia saat ini,” ujar Akbar, dikutip dari laman resmi UGM, Selasa (3/3/2026).

Menurut dia, perekonomian Indonesia memang menunjukkan ketahanan di tengah berbagai dinamika global.

Namun, sejumlah faktor struktural masih menahan laju pertumbuhan sehingga sulit melonjak secara signifikan dalam waktu singkat.

Target ambisius pemerintah

Pemerintah sendiri menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat mencapai 8 persen dalam beberapa tahun mendatang. Target tersebut menjadi bagian dari agenda pembangunan ekonomi nasional.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyatakan keyakinannya bahwa ekonomi Indonesia mampu tumbuh hingga 8 persen.

Kepala Negara bahkan menyampaikan optimisme bahwa angka tersebut bisa dicapai atau bahkan dilampaui seiring dengan potensi ekonomi nasional.

PIXABAY Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. Media asing soroti pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Di sisi lain, pemerintah juga menyiapkan strategi untuk mendorong percepatan pertumbuhan melalui peningkatan investasi, konsumsi domestik, serta penguatan sektor industri.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pernah menyampaikan, target pertumbuhan ekonomi 8 persen dapat dicapai dengan memanfaatkan berbagai mesin pertumbuhan, seperti konsumsi rumah tangga, investasi, serta peningkatan ekspor.

Selain itu, pemerintah memperkirakan kebutuhan investasi dalam jumlah besar untuk mendukung target tersebut.

Dalam berbagai perhitungan kebijakan ekonomi nasional, realisasi investasi yang diperlukan untuk mencapai pertumbuhan 8 persen diperkirakan mencapai sekitar Rp 13.032,8 triliun pada periode 2025–2029.

Investasi tersebut diharapkan berasal dari penanaman modal asing maupun penanaman modal dalam negeri.

Rekam jejak pertumbuhan ekonomi Indonesia

Meski target pertumbuhan ekonomi tinggi kerap menjadi aspirasi dalam perencanaan pembangunan, capaian historis Indonesia menunjukkan bahwa angka tersebut tidak mudah diraih.

Akbar menjelaskan, pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen hanya terjadi beberapa kali sepanjang sejarah perekonomian Indonesia.

“Dalam 30 tahun terakhir, Indonesia tak pernah lagi mencapai pertumbuhan 7 persen atau lebih,” ujarnya.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa lompatan menuju pertumbuhan ekonomi 8 persen membutuhkan perubahan besar pada struktur ekonomi nasional, termasuk peningkatan produktivitas, efisiensi sektor industri, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Ia juga menilai, meskipun perekonomian Indonesia relatif stabil, pertumbuhan masih berada dalam kisaran moderat.

SHUTTERSTOCK/NUMBER1411 Ilustrasi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Sejumlah lembaga internasional maupun lembaga riset dalam negeri memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 masih berada di sekitar 5 persen.

“Perekonomian Indonesia tahun 2026 diperkirakan tumbuh di angka normal 5 persen,” kata Akbar.

Proyeksi tersebut menunjukkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih bergerak dalam pola yang relatif stabil, tetapi belum cukup cepat untuk mencapai target 8 persen dalam waktu dekat.

Konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang

Dalam struktur perekonomian Indonesia, konsumsi rumah tangga masih menjadi kontributor terbesar terhadap produk domestik bruto (PDB).

Akbar menjelaskan, konsumsi domestik diperkirakan tetap menjadi penyumbang utama pertumbuhan ekonomi dari sisi pengeluaran.

Selain konsumsi, investasi juga menjadi komponen penting yang mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Namun kontribusi investasi terhadap pertumbuhan ekonomi cenderung berfluktuasi. Oleh karena itu, peningkatan investasi yang konsisten menjadi salah satu faktor penting jika Indonesia ingin mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.

Dalam berbagai proyeksi ekonomi, konsumsi rumah tangga tetap diperkirakan menjadi mesin utama pertumbuhan, sementara investasi dan ekspor menjadi faktor pelengkap yang dapat mempercepat ekspansi ekonomi.

Tantangan struktural ekonomi

Sejumlah tantangan struktural masih mempengaruhi kemampuan ekonomi Indonesia untuk tumbuh lebih cepat.

Akbar menilai, kebijakan ekonomi yang ada saat ini masih belum cukup kuat untuk mendorong akselerasi pertumbuhan secara signifikan.

Freepik Ilustrasi pertumbuhan ekonomi.

Di sisi lain, dinamika ekonomi global juga turut mempengaruhi prospek pertumbuhan nasional. Ketidakpastian ekonomi global, perubahan harga komoditas, serta ketegangan geopolitik dapat berdampak pada kinerja ekspor maupun investasi.

Selain faktor eksternal, struktur ekonomi domestik juga memiliki sejumlah tantangan yang perlu dibenahi.

Beberapa di antaranya berkaitan dengan produktivitas tenaga kerja, kualitas infrastruktur, serta daya saing industri nasional.

Tanpa perbaikan di berbagai sektor tersebut, percepatan pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen akan sulit tercapai dalam waktu singkat.

Peran investasi dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi

Pemerintah menempatkan investasi sebagai salah satu faktor kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.

Dalam berbagai rencana pembangunan, peningkatan investasi dipandang penting untuk memperluas kapasitas produksi, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan nilai tambah sektor industri.

Perhitungan pemerintah menunjukkan bahwa untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 8 persen, diperlukan realisasi investasi dalam jumlah besar selama beberapa tahun ke depan.

Estimasi kebutuhan investasi mencapai lebih dari Rp 13.000 triliun selama periode 2025–2029.

Besarnya kebutuhan investasi tersebut menunjukkan, percepatan pertumbuhan ekonomi tidak hanya bergantung pada konsumsi domestik, tetapi juga pada peningkatan aktivitas investasi yang signifikan.

Investasi juga diharapkan dapat mendorong transformasi ekonomi menuju sektor yang memiliki produktivitas lebih tinggi.

Proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan

Meski target pertumbuhan ekonomi 8 persen dinilai sulit dicapai dalam waktu dekat, perekonomian Indonesia tetap diproyeksikan tumbuh stabil.

SHUTTERSTOCK/TENDO Ilustrasi pertumbuhan ekonomi.

Sejumlah proyeksi ekonomi menunjukkan bahwa pertumbuhan Indonesia masih berada di kisaran sekitar 5 persen dalam beberapa tahun mendatang.

Stabilitas konsumsi domestik, aktivitas investasi, serta kebijakan fiskal dan moneter menjadi faktor yang mempengaruhi laju pertumbuhan tersebut.

Dalam konteks global, Indonesia termasuk negara dengan pertumbuhan ekonomi yang relatif stabil dibandingkan sejumlah negara berkembang lainnya.

Namun untuk mencapai pertumbuhan yang lebih tinggi, diperlukan peningkatan produktivitas serta transformasi struktural yang lebih kuat.

Momentum kebijakan ekonomi

Target pertumbuhan ekonomi 8 persen menjadi salah satu agenda besar dalam kebijakan pembangunan ekonomi nasional.

Pemerintah menilai potensi ekonomi Indonesia cukup besar, didukung oleh populasi yang besar, sumber daya alam yang melimpah, serta peluang pengembangan industri bernilai tambah.

Namun, ekonom menilai bahwa untuk mencapai target tersebut, diperlukan strategi kebijakan yang komprehensif dan konsisten.

Percepatan investasi, peningkatan produktivitas tenaga kerja, serta penguatan sektor industri menjadi beberapa faktor yang dinilai penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.

Di tengah berbagai peluang dan tantangan tersebut, perdebatan mengenai realistis atau tidaknya target pertumbuhan ekonomi 8 persen masih terus berlangsung di kalangan ekonom dan pembuat kebijakan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

#pertumbuhan-ekonomi #pertumbuhan-ekonomi-indonesia #target-pertumbuhan-ekonomi #perekonomian-indonesia #pertumbuhan-ekonomi-8-persen

https://money.kompas.com/read/2026/03/03/081800326/ekonom-ugm-ungkap-tantangan-mencapai-pertumbuhan-ekonomi-8-persen