Bos BEI Beberkan Hasil Diskusi MSCI soal Reformasi Pasar Modal
BEI dan MSCI berdiskusi soal pembenahan pasar modal Indonesia. BEI ajukan proposal peningkatan free float 15% dan pengungkapan pemegang saham 1%.
(Bisnis.Com) 20/02/26 18:52 142438
Bisnis.com, JAKARTA – Bursa Efek Indonesia mengungkapkan hasil perkembangan terkini diskusi antara regulator dengan penyedia indeks global MSCI Inc. MSCI sendiri sebelumnya membekukan rebalancing terhadap saham-saham Tanah Air.
Pjs. Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik, menerangkan bahwa pihaknya telah menyampaikan proposal pembenahan pasar modal, tidak hanya terhadap MSCI, tetapi juga kepada FTSE Russell. Jeffrey menerangkan, beberapa proposal pembenahan telah masuk pada tahap final.
“Pertama terkait dengan pengungkapan atau disclosure pemegang saham 1% dan granularisasi data itu sudah pada tahap final,” katanya kepada wartawan di BEI, Jumat (20/2/2026).
Selain itu, terhadap peningkatan free float menjadi minimum 15%, Jeffrey menerangkan bahwa pihaknya telah melakukan diskusi dengan para pelaku pasar hingga Kamis (19/2/2026). Kini, rencana peningkatan itu tengah masuk dalam fase di internal BEI untuk kemudian diajukan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Jeffrey menegaskan, rencana mengerek free float minimum 15% masih berjalan sesuai jadwal.
Sementara terhadap aturan shareholders concentration lists, BEI tengah dalam tahap final dalam menyusun metodologi dan SOP. Nantinya, lists ini akan disusun oleh komite yang dibentuk regulator dari lintas divisi dan SRO.
”Seluruhnya itu masih on schedule seperti yang kami sampaikan sebelumnya,” tegas Jeffrey.
Sebelumnya, penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) akan menangguhkan sejumlah perubahan untuk saham-saham Indonesia di dalam perhitungan konstituennya. Penangguhan itu dilakukan hingga regulator pasar modal RI dapat mengatasi kekhawatiran terkait kepemilikan saham yang terkonsentrasi (tightly held) pada emiten-emiten yang tercatat.
Langkah ini pun menjadi kemunduran terbaru bagi pasar saham terbesar di Asia Tenggara. Penyusun indeks tersebut menyatakan akan segera menghentikan penambahan saham ke dalam indeks-indeksnya serta membekukan peningkatan jumlah saham yang dianggap tersedia bagi investor.
"[Masih ada] masalah mendasar terkait kelayakan investasi," tulis MSCI dalam keterangannya, dikutip Bloomberg pada Rabu (28/1/2026).
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
#bos-bei #perkembangan-diskusi #msci #rebalancing-saham #proposal-pembenahan #pasar-modal #free-float #ojk #shareholders-concentration #metodologi-sop #morgan-stanley-capital-international #penangguhan