Pemerintah Mulai Uji Coba Digitalisasi Bansos pada 2026, Ini Bocorannya
Pemerintah melakukan uji coba digitalisasi bansos mulai tahun ini untuk mengatasi persoalan kesalahan data penerima dan lebih tepat sasaran.
(Bisnis.Com) 27/01/26 20:58 116262
Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Sosial (Kemensos) melakukan uji coba sistem digitalisasi penyaluran bantuan sosial (bansos) pada tahun ini.
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf alias Gus Ipul mulanya menyampaikan bahwa langkah ini dilakukan seiring pengecekan yang dilakukan pemerintah terhadap profil penerima bansos Tanah Air. Hasilnya, terdapat banyak data keluarga penerima manfaat (KPM) yang perlu diperbarui.
“Ini ada data yang menunjukkan lebih dari 4,6 juta KPM penerima bansos mendapatkan bansos lebih dari 5 tahun. Kemudian 360.000 lebih di antaranya menerima bansos lebih dari 18 tahun, dan 2,7 juta lebih penerima bansos masih pada usia produktif,” kata Saifullah dalam rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI di Jakarta, Selasa (27/1/2026).
Lebih lanjut, usai proses pemutakhiran, sebanyak 3,9 juta KPM dinyatakan tak lagi menerima bansos antara lain karena menyesuaikan desil, graduasi, meninggal, terlibat judi online (judol), maupun karena berstatus aparatur sipil negara (ASN).
Sementara itu, sebanyak 11 juta penerima bantuan iuran dialihkan dari desil atas menjadi desil yang sesuai, yaitu desil 1 sampai dengan desil 4.
Saifullah kemudian menyampaikan bahwa Dewan Ekonomi Nasional (DEN) dan Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (KPTDP) yang sama-sama dipimpin Luhut Binsar Panjaitan terlibat aktif dalam digitalisasi bansos. Sejauh ini, piloting bansos digital juga telah dilakukan di Banyuwangi, Jawa Timur kepada 357.000 KPM.
“Jadi piloting ini baru mencoba bersama-sama dengan tim besar yang dipimpin oleh Pak Luhut untuk melakukan satu proses digitalisasi bansos. Hasilnya, ada 77% dinyatakan error ketika menggunakan data yang lama. Setelah diukur dengan DTSEN, error-nya menjadi turun 28,2%,” ujarnya.
Seiring proses digitalisasi bansos yang terus dilakukan, Saifullah lantas berharap angka kesalahan data tersebut dapat ditekan hingga di bawah 10%.
Pemerintah juga disebutnya akan memperluas digitalisasi bansos hingga ke 40 kabupaten/kota pada tahun ini, sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto.
“Kita akan melakukan secara nasional digitalisasi bansos ini, di mana ujungnya nanti setiap orang boleh mengajukan untuk menerima bansos, tetapi aplikasi mesin ini yang akan menjawab apakah individu atau keluarga itu bisa mendapatkan bansos,” tegas Saifullah.
#digitalisasi-bansos #uji-coba-bansos #bansos-2026 #penerima-bansos #data-penerima-bansos #pemutakhiran-data-bansos #kementerian-sosial #saifullah-yusuf #komisi-viii-dpr-ri #dewan-ekonomi-nasional #kom