HKI Ungkap Tantangan Pengusaha saat 44 Kawasan Industri jadi PSN
Sebanyak 44 kawasan industri ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional untuk mendukung ekonomi. HKI menyoroti tantangan regulasi dan infrastruktur.
(Bisnis.Com) 21/10/25 00:34 10406
Bisnis.com, JAKARTA — Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) meyakini 44 kawasan industri yang menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN) dapat mendukung target pertumbuhan ekonomi 8% dengan sejumlah syarat perbaikan regulasi.
Pemerintah melalui Permenko Perekonomian Nomor 16/2025 telah menetapkan 44 PSN kawasan industri. Kebijakan ini diharapkan dapat mempercepat investasi, membuka lapangan kerja baru, dan jadi motor pertumbuhan ekonomi.
Ketua Umum HKI Akhmad Ma’ruf Maulana menilai penetapan itu sebagai sinyal kuat bahwa pemerintah serius mendorong industrialisasi dan pemerataan pembangunan ke luar Jawa.
“Dengan status PSN, kawasan industri memperoleh dukungan lintas kementerian dan kemudahan perizinan yang signifikan. Ini akan memperluas pusat-pusat pertumbuhan ekonomi di luar Jawa dan memperkuat daya saing industri nasional,” kata Ma’ruf dalam keterangannya, Senin (20/10/2025).
Menurut Ma’ruf, status PSN tak hanya memberikan kepastian hukum dan percepatan realisasi investasi, tetapi juga memastikan dukungan infrastruktur industri lebih terarah di berbagai daerah.
Oleh karena itu, HKI meminta agar koordinasi antar kementerian dan lembaga diperkuat, terutama soal perizinan, pembebasan lahan, dan penyediaan infrastruktur dasar.
“Pemerintah sudah memberikan arah yang jelas dengan menetapkan 44 kawasan industri sebagai PSN. Sekarang saatnya seluruh pemangku kepentingan bersinergi agar investasi benar-benar bergerak dan menyerap tenaga kerja secara nyata,” ujarnya.
Namun, HKI juga mengingatkan masih ada sejumlah persoalan teknis di lapangan yang perlu diselesaikan bersama. Pertama, sinkronisasi tata ruang dan status lahan, terutama kawasan yang masih menunggu finalisasi RDTR.
Kedua, keterlambatan perizinan lintas sektor, termasuk AMDAL dan perizinan lingkungan lainnya. Ketiga, keterbatasan infrastruktur dasar, seperti jalan, listrik, gas, air baku, dan konektivitas logistik.
Terakhir, kepastian insentif fiskal dan nonfiskal, khususnya bagi kawasan industri di luar Jawa. Pihaknya optimistis apabila hambatan tersebut diatasi dengan koordinasi lintas instansi yang solid, maka kawasan industri PSN akan menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus pendorong ekspor bernilai tambah.
“HKI tetap berkomitmen memperkuat peran kawasan industri sebagai pusat pertumbuhan, inovasi, dan keberlanjutan melalui advokasi kebijakan dan kolaborasi dengan pemerintah serta mitra internasional,” pungkasnya.
#kawasan-industri #proyek-strategis-nasional #pertumbuhan-ekonomi #investasi-kawasan-industri #perizinan-kawasan-industri #infrastruktur-industri #daya-saing-industri #pemerataan-pembangunan #dukungan