Hippindo Sebut Lonjakan Ekonomi Kuartal I Ditopang Momentum Musiman

Hippindo Sebut Lonjakan Ekonomi Kuartal I Ditopang Momentum Musiman

Waspadai risiko perlambatan konsumsi setelah periode hari besar berakhir.

(Republika) 06/05/26 14:17 213050

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budihardjo Iduansjah menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,61 persen pada kuartal I 2026 dipengaruhi faktor musiman yang mendorong konsumsi masyarakat. Aktivitas ekonomi meningkat seiring berdekatan sejumlah hari besar sejak akhir 2025 hingga awal tahun ini.

“Ya itu karena adanya event yang sangat banyak, dari Desember ada Imlek, Lebaran, Nyepi semua menumpuk, sehingga perputaran ekonomi, konsumsi berjalan dan ada THR,” kata Budihardjo saat dihubungi Republika di Jakarta, Rabu (6/5/2026).

Budihardjo menjelaskan, selain momentum musiman, pergerakan ekonomi juga terdorong pelaksanaan berbagai program prioritas pemerintah yang mulai berjalan pada awal tahun. Implementasi program tersebut dinilai ikut meningkatkan peredaran uang di masyarakat.

“Hal itu bertepatan juga dengan program stimulus pemerintah yang mulai bergerak, mulai dari koperasi Merah Putih bangun-bangun tuh ada puluhan ribu, banyak orang bekerja, dapur (MBG), terus juga pembangunan perumahan,” ujar Budihardjo.

Namun, Budihardjo mengingatkan adanya risiko perlambatan konsumsi setelah periode hari besar berakhir. Menurut dia, pemerintah perlu menyiapkan langkah lanjutan untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

“Artinya semua program bergerak, ritel bergerak, konsumsi bergerak. Harusnya ini bagus, tapi akan berbahaya setelah Lebaran ini harus dilakukan sesuatu stimulus atau apa,” kata Budihardjo.

#pertumbuhan-ekonomi #ekonomi-indonesia-2026 #hippindo #konsumsi-masyarakat #ekonomi-kuartal-i-2026 #stimulus-pemerintah #sektor-ritel #daya-beli-masyarakat #momentum-musiman #konsumsi-lebaran

https://ekonomi.republika.co.id/berita/teltlr416/hippindo-sebut-lonjakan-ekonomi-kuartal-i-ditopang-momentum-musiman