Di Tengah Ketidakpastian Global, Pemerintah Kejar Pertumbuhan 5,4 Persen
Kondisi global saat ini masih perlu dicermati secara serius.
(Republika) 23/04/26 16:30 200723
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketidakpastian global yang masih berlangsung menjadi tantangan bagi perekonomian nasional. Fluktuasi harga energi hingga dinamika geopolitik dunia dinilai terus membayangi prospek pertumbuhan.
Meski demikian, pemerintah tetap menargetkan pertumbuhan ekonomi tahun ini berada di kisaran 5,4 persen. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan kondisi global saat ini masih perlu dicermati secara serius.
“Kita ketahui bahwa perang di Selat Hormuz belum selesai, masih dalam situasi yang perlu dimonitor secara mikro. Karena juga fluktuasi harga minyak juga naik turun secara mingguan,” ujar Airlangga dalam Taklimat Media Realisasi TW1 2026 & Implementasi KBLI 2025 di Jakarta, Kamis (23/4/2026).
Di tengah tekanan tersebut, pemerintah menilai kinerja ekonomi domestik tetap terjaga. Pertumbuhan pada triwulan pertama disebut relatif baik, ditopang konsumsi rumah tangga, penyaluran tunjangan hari raya (THR), serta akselerasi belanja negara.
“Pertumbuhan di triwulan pertama cukup baik. Ditopang oleh konsumsi rumah tangga, penyaluran THR, serta akselerasi belanja dan stimulus yang mencapai Rp 809 triliun,” katanya.
#pertumbuhan-ekonomi #airlangga-hartarto #konsumsi-masyarakat #thr #stimulus-fiskal #investasi-indonesia #ekonomi-2026 #apbn