Purbaya Bantah Tudingan Ekonomi Morat-marit, Klaim Data Industri dan Konsumsi Menguat

Purbaya Bantah Tudingan Ekonomi Morat-marit, Klaim Data Industri dan Konsumsi Menguat

Menkeu Purbaya menyebut ekonomi Indonesia masih kuat. PMI manufaktur, konsumsi, hingga inflasi dinilai menunjukkan kondisi stabil.

(Kompas.com) 16/03/26 06:26 165662

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan kondisi perekonomian Indonesia masih kuat. Kondisi tersebut dinilai jauh dari gambaran “morat-marit” yang kerap muncul di berbagai komentar publik.

Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya di hadapan Presiden Prabowo Subianto. Penyampaian berlangsung pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026).

“Jadi kita jauh dari apa yang disebut ekonominya morat-marit kata ekonom-ekonom di luar itu Pak, di TikTok banyak yang ngomong gitu,” kata Purbaya.

Purbaya menjelaskan sejumlah indikator ekonomi menunjukkan perbaikan kinerja. Salah satu indikator tersebut adalah Purchasing Manager Index atau PMI manufaktur Indonesia.

PMI manufaktur pada Februari tercatat di level 53,8. Angka tersebut menjadi yang tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.

Dok. Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden Suasana sidang kabinet paripurna yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (13/3/2026).

Nilai PMI di atas 50 menandakan aktivitas industri manufaktur berada pada fase ekspansi. Aktivitas produksi dan permintaan industri tercatat meningkat.

“Jadi ini bukan data dari BPS tapi dari pihak lain yang mengonfirmasi bahwa ekonomi kita memang sedang tumbuh,” ujar dia.

Kekuatan ekonomi juga terlihat dari aktivitas konsumsi masyarakat. Indikator tersebut tercermin pada Mandiri Spending Index.

Indeks tersebut berada di level 360,7. Angka tersebut menunjukkan aktivitas belanja masyarakat tetap tinggi.

Penjualan kendaraan juga mencatat peningkatan. Penjualan mobil pada Februari naik 12,2 persen.

Kenaikan tersebut memberi dorongan bagi industri otomotif. Penjualan ritel juga mencatat pertumbuhan cukup tinggi.

Data menunjukkan penjualan ritel tumbuh 6,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kondisi tersebut membuat Purbaya menilai narasi resesi tidak sesuai dengan data ekonomi yang ada.

“Ekonom-ekonom yang agak aneh itu bilang kita sudah resesi, tinggal hancurnya,” kata Purbaya.

Dok. Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pengarahannya dalam sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Purbaya juga menanggapi pandangan terkait nilai tukar rupiah. Ia membantah anggapan rupiah berada dalam kondisi terpuruk.

Gejolak geopolitik global memang memengaruhi pergerakan berbagai mata uang. Rupiah juga ikut terdampak oleh kondisi tersebut.

Namun pelemahan rupiah dinilai relatif terbatas. Depresiasi rupiah sejak konflik geopolitik meningkat tercatat sekitar 0,3 persen.

“Ada yang bilang rupiah hancur. Tapi kalau kita lihat betul, Pak, itu sejak perang, rupiah itu hanya terdepresiasi sebesar 0,3 persen,” ujar Purbaya.

Menurut dia, pelemahan yang relatif kecil menunjukkan daya tahan ekonomi Indonesia masih cukup baik.

Purbaya juga menyinggung pandangan sejumlah pelaku pasar terhadap kondisi rupiah.

“Tapi yang enggak punya duit jelek-jelekin, Pak,” ujarnya.

Indikator risiko kredit Indonesia juga dinilai stabil. Indikator tersebut tercermin pada premi Credit Default Swap atau CDS tenor lima tahun.

Selisih imbal hasil Surat Berharga Negara atau SBN terhadap obligasi pemerintah Amerika Serikat atau US Treasury juga relatif stabil.

KOMPAS.com/DEBRINATA RIZKY Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa usai melantik para eselon II di Kementerian Keuangan, Selasa (10/3/2026).

Spread imbal hasil pada Januari hanya naik sekitar 3 basis poin. Angka tersebut berada di level 243 basis poin.

“Artinya asing masih percaya ke kita, yang domestik aja yang nggak percaya, Pak,” tutur Purbaya.

Purbaya juga menjelaskan soal inflasi yang tercatat 4,64 persen pada Februari. Angka tersebut terlihat tinggi karena adanya perbedaan kebijakan subsidi listrik dibandingkan tahun lalu.

Pemerintah memberikan subsidi listrik sementara pada Januari hingga Februari 2025. Kebijakan tersebut tidak diterapkan pada periode yang sama tahun ini.

Perbedaan kebijakan tersebut memengaruhi perbandingan inflasi tahunan. Jika komponen subsidi listrik pada awal 2025 dikeluarkan dari perhitungan, inflasi nasional diperkirakan sekitar 2,59 persen.

“Jadi kita masih aman untuk tumbuh lebih cepat lagi, ekonominya enggak kepanasan. Jadi yang lain-lain enggak usah memperlambat pertumbuhan ekonomi,” ujar Purbaya.

Nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat sempat melemah mendekati level Rp 17.000.

Perdagangan Jumat mencatat rupiah turun 65 poin atau 0,38 persen. Posisi rupiah berada di level Rp 16.958 per dollar AS.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

#ekonomi-indonesia #kondisi-ekonomi-indonesia #data-ekonomi-indonesia #purbaya

https://money.kompas.com/read/2026/03/16/062649826/purbaya-bantah-tudingan-ekonomi-morat-marit-klaim-data-industri-dan-konsumsi