Purbaya Tak Tahu Penyelesaian Utang Kereta Cepat Pakai APBN
Menteri Keuangan Purbaya belum tahu rencana pelunasan utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung Rp1,2 triliun/tahun pakai APBN, masih menunggu diskusi lebih lanjut.
(Bisnis.Com) 12/02/26 16:51 134790
Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa belum mengetahui ihwal rencana pemerintah melunasi utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KJCB) atau Whoosh Rp1,2 triliun per tahun menggunakan APBN.
Purbaya menyebut baru akan mendiskusikan lebih lanjut ihwal skema pelunasan utang proyek strategis nasional (PSN) tersebut.
"Saya belum tahu masalah itu, seingat saya masih 50-50. Tetapi saya akan diskusikan," ujar Purbaya kepada wartawan usai menghadiri acara Economy Outlook 2026 di Financial Club, Jakarta, Kamis (12/2/2026).
Mantan Deputi di Kemenko Maritim dan Investasi itu juga mengaku belum diajak berdiskusi lagi oleh Istana Kepresidenan, usai beberapa hari lalu Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyebut pelunasan utang Whoosh akan ditanggung APBN.
Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, Prasetyo mengonfirmasi bahwa APBN akan diikutsertakan sebagai sumber pelunasan utang proyek kongsi Indonesia dan China itu.
"Iya [sumber pembayaran utang Whoosh dari APBN]," kata Prasetyo di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Namun demikian, politisi Partai Gerindra itu mengatakan bahwa dalam perkembangan terbaru Danantara masih memfinalisasi keputusan ihwal penanganan utang Whoosh.
"Kemarin laporan terakhir rapat di Danantara, jadi masih ada finalisasi dan sekarang proses negosiasi atau pembicaraan teknisnya itu langsung dipimpin oleh Pak Rosan sebagai CEO Danantara," ujar Prasetyo.
Masalah penyelesaian utang proyek KCJB Whoosh memang menjadi sorotan publik mengingat beban utang dari proyek itu mencapai Rp116 triliun.
Tahun lalu, Presiden RI Prabowo Subianto telah mengungkapkan bahwa Indonesia akan membayar sekitar Rp1,2 triliun per tahun dalam skema pelunasan utang kereta cepat itu.
"Pokoknya enggak ada masalah, karena itu kita bayar [utang Whoosh] mungkin Rp1,2 triliun per tahun," kata Prabowo kepada wartawan.
Menurutnya, permasalahan Kereta Cepat Whoosh semestinya tak semata-mata dipandang dari sisi utang, melainkan juga manfaat bagi masyarakat seperti mengurangi kemacetan, mengurangi polusi, hingga mempercepat perjalanan.
#kereta-cepat #utang-kereta-cepat #apbn-kereta-cepat #purbaya-yudhi-sadewa #proyek-strategis-nasional #pelunasan-utang #istana-kepresidenan #prasetyo-hadi #danantara #ceo-danantara #beban-utang #prabow