Jumlah Bank Perekonomian yang Bangkrut Menyusut pada 2025, OJK Ungkap Alasannya

Jumlah Bank Perekonomian yang Bangkrut Menyusut pada 2025, OJK Ungkap Alasannya

OJK melaporkan jumlah penutupan bank perekonomian rakyat (BPR) turun dari 15 pada 2024 menjadi 7 sepanjang 2025.

(Bisnis.Com) 09/01/26 13:02 98206

Bisnis.com, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) angkat bicara ihwal menurunnya jumlah pencabutan izin usaha Bank Perekonomian Rakyat (BPR)/Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) sepanjang 2025 dibandingkan tahun sebelumnya.

Kepala Pengawas Eksekutif Perbankan OJK Dian Ediana Rae menyampaikan penurunan jumlah BPR/BPRS yang ditutup sepanjang 2025 sejalan dengan upaya penguatan industri BPR/BPRS yang telah tercantum dalam Roadmap Pengembangan dan Penguatan Industri BPR dan BPRS (RP2B) yang telah terbit pada 2024.

“Penurunan jumlah BPR/BPRS yang ditutup di 2025 itu sejalan dengan upaya penguatan industri BPR/BPRS yang telah tercantum dalam RP2B,” ungkap Dian dalam Konferensi Pers RDKB, Jumat (9/1/2026).

Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis, setidaknya terdapat 7 BPR/BPRS yang dicabut izin usahanya oleh OJK sepanjang 2025. Jumlah itu menyusut dibanding 2024 yang tercatat sebanyak 15 BPR/BPRS.

Dian menuturkan, BPR/BPRS yang dicabut izin usahanya oleh OJK selama beberapa tahun terakhir merupakan BPR/BPRS yang mengalami permasalahan dan kinerja yang buruk, baik akibat insiden fraud dan atau penerapan prinsip tata kelola dan prinsip kehatian-kehatian yang kurang memadai.

Pencabutan izin BPR/BPRS, lanjut Dian, dilakukan sebagai upaya OJK untuk menciptakan industri BPR/BPRS yang sehat, resilient, serta mencegah terjadinya permasalahan yang berlarut-larut dalam sistem keuangan nasional.

OJK sendiri telah mendorong penguatan penerapan prinsip tata kelola di BPR-BPRS melalui penerapan beberapa ketentuan terkait BPR/BPRS, yang di antaranya POJK yang terkait tentang penerapan tata kelola bagi BPR/BPRS, penerapan strategi anti-fraud bagi OJK, fungsi audit internal bagi BPR/BPRS, serta tentang penerapan fungsi kepatuhan bagi BPR/BPRS.

Sementara itu dari sisi kinerja, Dian mengungkapkan bahwa secara industri kinerja BPR/BPRS menunjukkan pertumbuhan yang stabil sepanjang 2025.

Dian mengungkapkan total aset BPR-BPRS per November 2025 tumbuh sebesar 5,38% secara tahunan (year on year/YoY), didukung oleh penyaluran kredit yang tumbuh sebesar 5,38% YoY menjadi sebesar Rp176,66 triliun.

“Kemudian penghimpunan DPK juga mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,07% YoY menjadi sebesar Rp167,7 triliun,” ujarnya.

Kinerja industri BPR-BPRS juga tetap terjaga. Dian mengatakan, rasio capital adequacy ratio untuk BPR dan BPRS masing-masing sebesar 29,32% dan 19,01%, berada di atas threshold sesuai ketentuan yang berlaku. Di sisi lain, meski NPL terpantau mengalami sedikit peningkatan secara tahunan, Dian menyebut risiko kredit BPR/BPRS tetap manageable.

#bpr-tutup-2025 #ojk-bpr #jumlah-bpr-menyusut #bpr-bprs-roadmap #penguatan-industri-bpr #izin-usaha-bpr #ojk-pencabutan-izin #bpr-kinerja-2025 #bpr-aset-tumbuh #bpr-kredit-2025 #bpr-dpk-2025 #bpr-capit

https://finansial.bisnis.com/read/20260109/90/1942987/jumlah-bank-perekonomian-yang-bangkrut-menyusut-pada-2025-ojk-ungkap-alasannya