Panglima TNI Kerahkan 37.910 Personel untuk Rekonstruksi Pascabencana Sumatra

Panglima TNI Kerahkan 37.910 Personel untuk Rekonstruksi Pascabencana Sumatra

Panglima TNI kerahkan 37.910 personel untuk rekonstruksi pascabanjir Sumatra, termasuk pemasangan jembatan, pembangunan hunian, dan distribusi logistik.

(Bisnis.Com) 29/12/25 12:30 87233

Bisnis.com, JAKARTA — Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto memaparkan laporan pemulihan dan rencana strategis pascabanjir Sumatra menjelang akhir tahun.

TNI mengerahkan sebanyak 37.910 personel dalam tahap rekonstruksi dan rehabilitasi. Jumlah tersebut termasuk penambahan 15 batalyon, yang terdiri dari 5 Batalyon Zeni dan 10 Batalyon Teritorial Pembangunan (YTP).

“Personel TNI membantu pemasangan jembatan bailey, pembangunan hunian sementara (Huntara) dan hunian tetap (Huntap), serta pembersihan lumpur di sekolah, pesantren, jalan, dan berbagai fasilitas umum,” ujar Agus Subiyanto dalam Konferensi Pers Pemulihan dan Rencana Strategis Pascabencana di Posko Terpadu Lanud Halim Perdanakusuma, Senin (29/12/2025).

Selain itu, TNI juga melakukan penyiapan air bersih, evakuasi medis, distribusi logistik, serta kegiatan trauma healing bagi masyarakat terdampak bencana. Hingga saat ini, dukungan yang telah tergelar meliputi 25 dapur lapangan, 124 sumur bor yang sudah dapat digunakan, 42 pos kesehatan, serta pembangunan 186 unit MCK.

Panglima juga menjelaskan progres pembangunan infrastruktur penghubung berupa jembatan bailey. Sejumlah jembatan telah digunakan kembali oleh masyarakat, di antaranya Jembatan Teupin Mane, Teupin Reudep, Jeumpa, Matang Bangka, Kutablang, dan Weh Pase.

Selain itu, jembatan di Hamparan Perak dan Anggoli Sibabangun juga telah berfungsi. Secara keseluruhan, TNI telah membangun 32 jembatan bailey di wilayah terdampak.

Tak hanya itu, TNI juga menyiapkan dan memasang jembatan Aramco. Beberapa jembatan tersebut telah selesai dibangun dan dimanfaatkan masyarakat, sementara sebagian lainnya masih dalam tahap pengerjaan.

Dalam mendukung percepatan pemulihan, TNI mengerahkan Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) sebanyak 89 unit yang terdiri dari pesawat, helikopter, dan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI). Alutsista tersebut digunakan untuk mendukung distribusi bantuan logistik melalui airdrop, air landed, serta jalur laut.

Adapun, total logistik yang telah didistribusikan mencapai 2.669,53 ton. Bantuan tersebut disalurkan melalui jalur udara, laut menggunakan KRI dan kapal ADRI, serta jalur darat.

“KRI juga membawa alat berat, peralatan kesehatan, tenaga kesehatan, serta mendukung kementerian dan lembaga lain, termasuk pengangkutan peralatan PLN, BBM, bahan pangan, genset, dan kebutuhan lainnya,” tandas Agus.

#banjir-sumatra #penanganan-banjir-sumatra #panglima-tni #pascabanjir-sumatra #personel-tni #jembatan-bailey #hunian-sementara #hunian-tetap #trauma-healing #dapur-lapangan #pos-kesehatan #sumur-bor #i

https://kabar24.bisnis.com/read/20251229/15/1940086/panglima-tni-kerahkan-37910-personel-untuk-rekonstruksi-pascabencana-sumatra