Indonesia Lebih Tahan Guncangan Global, Tapi Risiko Investasi Menguat

Indonesia Lebih Tahan Guncangan Global, Tapi Risiko Investasi Menguat

Ekonomi RI lebih siap menghadapi guncangan global dengan permintaan domestik sebagai pendorong utama, meski risiko investasi meningkat akibat kebijakan AS.

(Bisnis.Com) 23/12/25 10:42 82234

Bisnis.com, JAKARTA — Perekonomian Indonesia dinilai relatif lebih siap menghadapi guncangan perdagangan global dibandingkan negara-negara tetangganya, meski tetap dibayangi risiko perlambatan dari sisi eksternal dan domestik.

Permintaan domestik masih menjadi motor utama pertumbuhan Indonesia, tetapi efek rambatan dari kebijakan perdagangan Amerika Serikat diperkirakan mulai menekan investasi.

Hal itu diungkapkan Tamara Mast Henderson, ekonom Bloomberg Intelligence, dalam riset BE Primer yang dirilis Senin (22/12/2025).

“Perekonomian Indonesia berada pada posisi yang lebih baik dibandingkan negara-negara tetangganya untuk menghadapi guncangan perdagangan global, dengan permintaan domestik sebagai pendorong utama pertumbuhan. Namun, Indonesia tidak akan sepenuhnya luput dari dampaknya,” tulis Henderson dalam riset tersebut.

Bloomberg Intelligence menilai relokasi kembali (re-shoring) produksi Amerika Serikat berpotensi meredam arus investasi ke negara berkembang, termasuk Indonesia. Selain itu, kebijakan tarif AS juga diperkirakan menambah tekanan, meski dampaknya terhadap eksportir Indonesia telah berkurang.

Pemerintah Indonesia sebelumnya berhasil menegosiasikan penurunan tarif resiprokal AS menjadi 19% dari sebelumnya 32%. Menurut Bloomberg Intelligence, langkah itu mengurangi tekanan langsung terhadap eksportir, tetapi menghadirkan risiko lain bagi perekonomian domestik.

“Penurunan tarif tersebut berarti dampak terhadap eksportir menjadi lebih kecil, tetapi praktik dumping dari produsen berbiaya rendah serta pembukaan pasar domestik bagi produk AS akan tetap menimbulkan biaya ekonomi,” lanjut Henderson.

Dari dalam negeri, Bloomberg Intelligence juga menyoroti meningkatnya hambatan investasi. Kekhawatiran pasar terhadap potensi ketidakdisiplinan fiskal di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dinilai melonjak tajam dan telah memberi tekanan pada nilai tukar rupiah.

Pada saat yang sama, jelas Tamara, Bank Indonesia kini menjalankan skemaburden sharingbaru dengan pemerintah, sedangkan parlemen mengarah pada pelonggaran batas defisit anggaran.

Kombinasi kebijakan tersebut, menurut Bloomberg Intelligence, berpotensi meningkatkan kehati-hatian investor terhadap prospek makroekonomi Indonesia.

#indonesia-ekonomi #guncangan-global #risiko-investasi #permintaan-domestik #pertumbuhan-indonesia #kebijakan-perdagangan #investasi-indonesia #relokasi-produksi #tarif-amerika-serikat #eksportir-indon

https://ekonomi.bisnis.com/read/20251223/9/1939052/indonesia-lebih-tahan-guncangan-global-tapi-risiko-investasi-menguat