Konsorsium Asuransi Kredit Pinjol, Ada Asei dan ACA
Konsorsium asuransi kredit pinjol dibentuk oleh AAUI dengan lima perusahaan, termasuk Asei dan ACA, untuk mengelola risiko dan mendukung ekosistem P2P lending.
(Bisnis.Com) 17/12/25 16:10 75959
Bisnis.com, JAKARTA — Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mengungkapkan pemasaran produk asuransi khusus yang dirancang untuk pinjaman online (pinjol) atau fintech P2P lending dilakukan melalui skema konsorsium.
Ketua Umum AAUI Budi Herawan menuturkan sejauh ini ada lima perusahaan asuransi umum yang sudah bergabung dalam konsorsium asuransi kredit untuk P2P lending.
“Skema konsorsium dipandang penting untuk menjaga kapasitas industri, mendistribusikan risiko secara proporsional, serta memastikan keberlanjutan perlindungan,” ungkapnya kepada Bisnis, Rabu (17/12/2025).
Dia meneruskan, bagi industri asuransi umum, keberadaan asuransi kredit khusus tersebut berperan strategis sebagai instrumen mitigasi risiko dalam mendukung penyaluran pembiayaan digital.
Menurutnya, produk ini menjadi jembatan antara pertumbuhan pembiayaan dan prinsip kehati-hatian, sehingga ekspansi kredit dapat tetap berjalan tanpa mengabaikan aspek perlindungan.
Selain itu, kehadiran asuransi kredit diharapkan bisa meningkatkan kepercayaan pelaku usaha dan masyarakat, karena risiko gagal bayar dikelola secara lebih terstruktur dan prudent.
“AAUI memandang inisiatif ini sebagai langkah positif dalam memperkuat ekosistem pembiayaan digital yang lebih sehat dan berkelanjutan,” ucapnya.
Senada, PT Asuransi Asei Indonesia memandang produk asuransi kredit khusus P2P lending adalah langkah dan upaya untuk menguatkan tata kelola dan mitigasi risiko di industri pembiayaan digital.
Direktur Utama Asuransi Asei Dody Achmad Sudiyar Dalimunthe menyebut pihaknya merupakan salah satu dari anggota konsorsium asuransi kredit P2P lending. Bertindak sebagai leader konsorsium adalah PT Asuransi Central Asia (ACA).
“Keikutsertaan Asei dalam konsorsium tersebut mencerminkan komitmen untuk mendukung ekosistem P2P lending yang lebih sehat dan berkelanjutan,” tegasnya kepada Bisnis, Rabu (17/12/2025).
Dody menambahkan, pada prinsipnya Asei terbuka dan siap berpartisipasi dalam penyediaan ataupun pengembangan produk asuransi kredit khusus P2P lending
“Sepanjang produk tersebut dirancang dengan struktur risiko yang jelas, didukung oleh data yang memadai, serta sesuai dengan ketentuan regulasi dan profil risiko perusahaan,” ucapnya.
Lebih lanjut, Dody berpandangan melalui skema konsorsium ini membuat risiko dapat dikelola lebih terdiversifikasi, sehingga memberikan ruang bagi perusahaan asuransi untuk berkontribusi tanpa harus menanggung eksposur risiko secara individual.
Kendati demikian, imbuhnya, implementasi lebih lanjut tetap akan dilakukan secara bertahap dan selektif, dengan mempertimbangkan kesiapan operasional, underwriting, serta kesinambungan bisnis jangka panjang
Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meresmikan program atau produk asuransi khusus yang dirancang untuk pinjaman online (pinjol) atau fintech P2P lending. Hal ini dilakukan untuk memperkuat ekosistem dan memitigasi risiko dalam industri Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (LPBBTI).
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono menuturkan asuransi ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan industri pinjol yang sehat, berintegritas, dan berkelanjutan.
Ogi menambahkan produk berbentuk asuransi kredit ini tidak bersifat mandatory. Namun, diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif perlindungan bagi peminjam (lender) yang menyalurkan pembiayaan melalui penyelenggara pinjol.
#asuransi-kredit #pinjaman-online #fintech-p2p-lending #konsorsium-asuransi #aaui #asuransi-umum #mitigasi-risiko #pembiayaan-digital #ekosistem-pembiayaan #risiko-gagal-bayar #asuransi-asei #asuransi