Kredit dan DPK Bank Mandiri (BMRI) Tumbuh Dua Digit Jelang Tutup Buku 2025
Bank Mandiri mencatat pertumbuhan kredit 13,1% dan DPK 15,9% YoY hingga November 2025, dengan laba bersih naik 28,7% berkat efisiensi dan peningkatan pendapatan.
(Bisnis.Com) 16/12/25 13:40 74510
Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) mencatat pertumbuhan dua digit pada penyaluran kredit dan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) menjelang tutup buku 2025.
Berdasarkan laporan keuangan bank only per akhir November 2025, hingga akhir November 2025, kredit perseroan tumbuh 13,1% secara tahunan menjadi Rp1.452 triliun, sementara DPK meningkat 15,9% year on year ke level Rp1.584 triliun, mencerminkan likuiditas yang tetap terjaga di tengah dinamika pasar keuangan.
Bank Mandiri turut mencatatkan likuiditas perseroan yang terjaga. Rasio kredit terhadap dana pihak ketiga (loan to deposit ratio/LDR) berada di kisaran 91%. Seiring ekspansi kredit, total aset Bank Mandiri alias bank only per November 2025 naik 14,6% YoY menjadi Rp2.120 triliun.
Dari sisi pendapatan, emiten berkode BMRI ini mencatat pendapatan bunga tumbuh 9,5% YoY. Di sisi lain, tekanan beban bunga mulai mereda. Beban bunga pada November 2025 tercatat Rp3,6 triliun dan terus menurun sejak kuartal II. Secara kuartalan, beban bunga turun 1,7% hingga kuartal III dan diperkirakan berlanjut pada kuartal IV 2025.
Direktur Finance and Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini mengatakan perbaikan biaya pendanaan tersebut mencerminkan kondisi likuiditas pasar yang semakin kondusif serta pengelolaan struktur pendanaan yang lebih efisien.
“Perbaikan biaya pendanaan memberikan ruang bagi kami untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan profitabilitas. Fokus kami tetap pada kualitas pendanaan dan pengelolaan likuiditas yang prudent,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (16/12/2025).
Kontribusi pendapatan nonbunga juga semakin kuat. Hingga November 2025, pendapatan nonbunga tumbuh 12,1% YoY, didorong oleh peningkatan transaksi digital dan optimalisasi solusi keuangan.
Fee based income dari transaksi digital tercatat tumbuh sekitar 14% YoY, dengan kontribusi Livin’ by Mandiri yang melonjak hampir 20%. Sementara itu, bisnis treasury mencatat pertumbuhan fee sekitar 55% seiring meningkatnya aktivitas trading dan layanan nasabah.
Dari sisi efisiensi, Bank Mandiri berhasil menekan beban operasional. Operating expenses (OPEX) turun 20,2% secara bulanan, sementara rasio biaya terhadap pendapatan (cost to income ratio/CIR) terjaga di level 42,97%. Efisiensi ini didukung oleh pertumbuhan net interest income (NII) dan fee based income yang konsisten.
Kualitas aset pun menunjukkan perbaikan. Rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) tercatat 0,99% per November 2025, dengan coverage ratio sekitar 260%. Kondisi tersebut mendorong penurunan beban pencadangan hingga 36% secara tahunan, yang pada akhirnya memperkuat kinerja laba.
Sejalan dengan perbaikan fundamental tersebut, laba bersih Bank Mandiri (bank only) pada November 2025 tumbuh 28,7% secara bulanan.
Novita menegaskan bahwa fokus perseroan ke depan tetap pada keberlanjutan kinerja jangka panjang. “Fokus Bank Mandiri tetap pada keberlanjutan kinerja jangka panjang. Dengan fundamental bisnis yang terjaga, kami optimistis dapat mempertahankan kinerja yang solid hingga akhir tahun," pungkasnya.
#kredit-bank-mandiri #dpk-bank-mandiri #pertumbuhan-kredit #pertumbuhan-dpk #likuiditas-bank-mandiri #loan-to-deposit-ratio #aset-bank-mandiri #pendapatan-bunga #beban-bunga #pendapatan-nonbunga #trans