BREN Siapkan Capex Rp4,17 Triliun pada 2026, Kejar Kapasitas Panas Bumi 1,9 GW
PT Barito Renewables Energy (BREN) alokasikan capex Rp4,17 triliun pada 2026 untuk tingkatkan kapasitas panas bumi jadi 1,9 GW pada 2032.
(Bisnis.Com) 11/11/25 17:07 35379
Bisnis.com, JAKARTA – PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) menargetkan peningkatan kapasitas pembangkit panas bumi menjadi 1,9 gigawatt (GW) pada 2032.
Untuk mencapai target target tersebut, pada 2026 nanti perseroan menyiapkan capital expenditure (capex) sebesar US$250 juta, atau sekitar Rp4,17 triliun (kurs Rp16.677 per dolar AS). Nilai tersebut lebih besar dibanding capex 2025 sebesar US$100 juta.
Presiden Direktur BREN Hendra Soetjipto mengatakan bahwa dalam jangka pendek, BREN menargetkan kapasitas pembangkit listrik panas bumi pada 2026 sebesar 1GW.
"Kemudian akan didorong oleh proyek-proyek geothermal dalam jangka panjang dengan potensi tambahan sebesar 900 MW, sehingga menjadi 1.900 MW pada 2030," ujarnya dalam paparan public expose secara daring, Selasa (11/11/2025).
Dalam paparannya, skenario terbaik yang diukur BREN adalah akan ada tambahan kapasitas 525 MW, sehingga pada 2032 kapasitas panas bumi BREN ditargetkan mampu mencapai 2.430 MW.
Saat ini Emiten terafilitasi Prajogo Pangestu tersebut memiliki portofolio pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) dan pembangkit listrik tenaga angin (PLTB) dengan kapasitas masing-masing 910 megawatt (MW) dan 79 MW.
Untuk sektor energi angin, BREN menargetkan pada 2032 akan mencapai kapasitas 398 MW, dari tambahan masing-masing 220 MW pada 2028 dan 99 MW sisanya dipcapai pada medio 2029-2032.
Untuk mencapai target tersebut, saat ini BREN memiliki empat proyek yang sedang berjalan, terdiri dari dua proyek baru dan dua proyek eksisting untuk penambahan kapasitas.
Proyek baru tersebut adalah Wayang Windu Unit 3 yang memiliki kapasitas 30 MW. Proyek ini ditargetkan selesai pada kuartal IV 2026. Kemudian proyek Salak Unit 7 dengan kapasitas 40 MW dan ditargetkan akan rampung kuartal IV/2026.
Untuk proyek existing, ada proyek retrofit Wayang Windu Unit 1 dan 2 dengan tambahan kapasitas mencapai 18,4 MW yang keduanya ditargetkan selesai di kuartal IV 2025. Kemudian, proyek retrofit Darajat Unit 3 dengan tambahan kapasitas 7 MW dan ditargetkan selesai pada 2026.
Sementara itu, Direktur BREN Chiam Hsing Chee mengatakan capex yang dialokasikan perseroan tahun depan akan bertambah seiring dengan proyek berjalan yang digarap perusahaan untuk mencapai target penambahan kapasitas pemangkit.
"Kami merencanakan US$250 juta, lebih tinggi dibandingkan dengan tahun ini. Ini sejalan dengan aktivitas yang kami miliki dengn retrofit pada aset-aset kami serta unit 3 dan 7 [Wayang Windu]," tandas Chiam.
Adapun, sepanjang Januari-September 2025 BREN membukukan kinerja keuangan yang solid dengan pertumbuhan masing-masing pada sisi bottom line maupun top line.
BREN mencatat laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$106,55 juta, tumbuh 23,8% dibanding periode yang sama 2024 mencapai US$86,06 juta.
Dari sisi top line, pendapatan perseroan meningkat 3,6% secara tahunan (year on year/YoY) dari US$441,29 juta menjadi US$457,39 juta. Segmen penjualan listrik menjadi kontributor terbesar dengan porsi 47,01% dengan nilai US$215,03 juta, atau naik 5,9% YoY.
Sejalan dengan kapasitas pembangkit listrik yang bertambah, Chiam optimistis progres tersebut akan terefleksi dalam kinerja keuangan BREN tahun depan. Meski begitu, dia enggan menyebut pasti target angkanya.
"Kami berekspektasi 2026 akan menjadi tahun yang kuat dalam hal pendapatan dan laba bersih. Saya pikir kita sudah menunjukkannya pada 9 bulan pertama tahun ini," tandasnya.
#berita-bisnis #barito-renewables #kapasitas-panas-bumi #capex-bren #pembangkit-listrik #proyek-geothermal #energi-terbarukan #wayang-windu #salak-unit-7 #retrofit-darajat #kapasitas-angin #laba-bersih