Pelaku Pasar Ingatkan Target BEI Perhatikan Kualitas Tak Hanya Soal Kuantitas

Pelaku Pasar Ingatkan Target BEI Perhatikan Kualitas Tak Hanya Soal Kuantitas

Para pelaku pasar mengingatkan BEI untuk fokus pada kualitas emiten dan tata kelola, bukan hanya kuantitas, guna mencapai target kapitalisasi pasar dan likuiditas berkelanjutan.

(Bisnis.Com) 29/06/26 20:24 263066

Bisnis.com, JAKARTA – Para pengamat dan pelaku pasar mengingatkan agar target-target ambisius yang dipasang pengurus baru PT Bursa Efek Indonesia (BEI) tidak hanya sebatas mengejar kinerja tinggi. Perhatian khusus juga perlu diberikan ke fondasi pasar modal dari sisi kualitas emiten, investor, hingga tata kelola.

Pengamat pasar modal sekaligus founder Republik Investor, Hendra Wardana menilai target-target yang dibidik BEI sebaiknya tidak dimaknai sebatas mengejar besarnya kapitalisasi pasar, jumlah investor, ataupun RNTH. Menurutnya, ukuran bursa yang besar harus dibangun di atas fondasi yang kuat, yakni kualitas emiten, kualitas investor, serta kualitas tata kelola pasar.

Menurutnya, bursa yang mampu tumbuh secara berkelanjutan adalah bursa yang dipercaya. Oleh karena itu, langkah paling mendasar yang perlu dilakukan direksi baru adalah memperkuat kepercayaan investor melalui peningkatan transparansi, kepastian regulasi, penegakan aturan yang konsisten, dan perlindungan investor.

"Dalam jangka pendek, BEI juga perlu lebih fokus memperdalam kualitas likuiditas pasar dibanding sekadar mengejar tingginya frekuensi transaksi. Likuiditas yang sehat bukan hanya tercermin dari besarnya nilai transaksi, tetapi dari semakin banyaknya saham berkualitas yang aktif diperdagangkan dan diminati investor jangka panjang," ujar Hendra, Senin (29/6/2026).

Adapun, kurang dari empat tahun atau tenggat pada 2030, BEI menargetkan masuk ke dalam 10 besar bursa dunia dari ukuran kapitalisasi pasar dan/atau nilai transaksinya. Pada 2030, nilai kapitalisasi pasar ditargetkan mencapai Rp30.000 triliun, dengan rasio terhadap PDB nasional lebih dari 83%.

Kemudian, rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) saham dipacu hingga menyentuh Rp31 triliun. Jumlah investor pasar modal ditargetkan mencapai 35 juta, serta ada lebih dari 1.100 perusahaan tercatat.

Hendra melanjutkan, BEI juga perlu mengubah paradigma dari mengejar kuantitas IPO menjadi mengedepankan kualitas emiten. Dalam hal ini, proses IPO menurutnya perlu melalui kurasi yang lebih komprehensif, tidak hanya melihat pemenuhan persyaratan administratif, tetapi juga menilai kualitas model bisnis, tata kelola perusahaan, prospek pertumbuhan, kesehatan keuangan, serta kewajaran valuasi.

Hendra meyakini bahwa pasar modal membutuhkan perusahaan-perusahaan yang benar-benar siap menjadi perusahaan publik, bukan sekadar perusahaan yang memanfaatkan momentum pasar untuk menghimpun dana.

Semakin baik kualitas emiten yang masuk ke bursa, kata dia, semakin tinggi pula kepercayaan investor. Hal ini akan membuat target peningkatan kapitalisasi pasar dan likuiditas akan lebih mudah dicapai secara berkelanjutan.

"Selain itu, yang juga perlu menjadi perhatian adalah jangan sampai IPO hanya dijadikan sebagai exit strategy bagi pemegang saham lama. Esensi IPO seharusnya adalah memperoleh pendanaan untuk ekspansi usaha, meningkatkan daya saing perusahaan, dan menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham," tegasnya.

Agar esensi IPO tersebut dapat terjaga, Hendra menilai salah satu prinsip yang layak dipertimbangkan adalah menjaga agar pemegang saham pengendali tetap memiliki kepemilikan mayoritas, setidaknya di atas 51% setelah IPO. Hal ini dinilai penting sebagai sinyal bahwa pemegang saham pengendali masih memiliki komitmen jangka panjang terhadap perusahaan dan kepentingannya tetap selaras dengan investor publik.

Di sisi lain, pengawasan juga tidak boleh berhenti ketika perusahaan resmi tercatat di bursa. Justru pasca-IPO, BEI dinilai perlu memperkuat pengawasan terhadap penggunaan dana hasil penawaran umum, kepatuhan terhadap keterbukaan informasi, kualitas laporan keuangan, serta realisasi rencana bisnis yang telah disampaikan dalam prospektus.

"Dengan demikian, pasar modal Indonesia tidak hanya akan memiliki lebih banyak perusahaan tercatat, tetapi juga emiten yang berkualitas, berintegritas, dan mampu tumbuh secara berkelanjutan. Inilah yang akan menjadi fondasi utama bagi Indonesia untuk benar-benar menjadi salah satu bursa terbesar dan paling dipercaya di dunia, bukan hanya besar dari sisi angka, tetapi juga kuat dari sisi kualitas," pungkasnya.

#pasar-modal #kualitas-emiten #investor-pasar #tata-kelola #likuiditas-pasar #kapitalisasi-pasar #transparansi-regulasi #perlindungan-investor #frekuensi-transaksi #saham-berkualitas #target-bei #ipo-k

https://market.bisnis.com/read/20260629/7/1984208/pelaku-pasar-ingatkan-target-bei-perhatikan-kualitas-tak-hanya-soal-kuantitas