PTPN I siapkan skema pembelian kopi rakyat perkuat pasar global

PTPN I siapkan skema pembelian kopi rakyat perkuat pasar global

PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I menyiapkan skema pembelian kopi rakyat sebagai bagian dari strategi memperkuat kemitraan dengan petani sekaligus meningkatkan ...

(Antara) 16/06/26 04:05 251024

Ada rencana PTPN nanti ke depan mungkin akan ada strategi melakukan pembelian kopi masyarakat seperti kalau sawit ada plasma, kemudian tebu rakyat, kemudian kalau karet ada bokar

Jakarta (ANTARA) - PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I menyiapkan skema pembelian kopi rakyat sebagai bagian dari strategi memperkuat kemitraan dengan petani sekaligus meningkatkan daya saing kopi Indonesia di pasar global.

Sekretaris Perusahaan PTPN I Aris Handoyo mengatakan pola kemitraan yang disiapkan mengadopsi konsep serupa dengan komoditas lain seperti sawit plasma, tebu rakyat, maupun bahan olah karet (bokar) yang telah berkembang.

"Ada rencana PTPN nanti ke depan mungkin akan ada strategi melakukan pembelian kopi masyarakat seperti kalau sawit ada plasma, kemudian ada tebu rakyat, kemudian kalau karet ada bokar (bahan olah karet)," kata Aris dalam bincang bersama awak media di Jakarta, Senin malam.

Melalui skema tersebut, PTPN I berpeluang membeli hasil produksi kopi masyarakat untuk kemudian diintegrasikan ke dalam rantai pasok dan pemasaran perusahaan secara berkelanjutan.

Selain itu, BUMN sektor perkebunan itu juga memperluas pembinaan kepada petani kopi yang berada di sekitar wilayah operasional perkebunan milik perusahaan.

"PTPN juga punya rencana untuk melakukan pembinaan terhadap petani-petani kopi yang ada di sekitarnya," ujarnya.

Aris menilai kopi merupakan salah satu komoditas strategis yang memiliki prospek cerah karena telah menjadi minuman yang dikonsumsi secara luas di berbagai negara.

Sebagai komoditas inti perusahaan, pengembangan kopi tetap menjadi prioritas meskipun tidak masuk dalam program hilirisasi yang saat ini didorong pemerintah pada sejumlah sektor.

PTPN I memiliki sejarah panjang dalam industri kopi, terutama di Jawa Timur melalui kawasan Ijen dan Banaran yang dikenal menghasilkan kopi berkualitas tinggi.

Kopi dari kawasan Ijen memiliki reputasi kuat di pasar internasional, termasuk produk Blue Fire Coffee yang selama ini banyak dipasarkan ke Italia dan sejumlah negara lainnya.

Selain memperluas kemitraan dengan petani, perusahaan juga terus melakukan peremajaan tanaman tua serta memanfaatkan lahan yang belum optimal untuk pengembangan kopi.

Aris menegaskan PTPN I akan terus menambah areal tanam Arabika maupun Robusta sesuai karakteristik lahan sekaligus memperkuat pembinaan masyarakat guna mendukung pertumbuhan industri kopi nasional.

Sebelumnya, Direktur Utama PTPN I Teddy Yunirman Danas, mengatakan integrasi rantai pasok dari sektor hulu hingga hilir menjadi strategi utama perusahaan dalam meningkatkan daya saing kopi Indonesia.

“Transformasi ini merupakan komitmen jangka panjang perusahaan untuk menghadirkan kopi Indonesia yang memiliki daya saing global melalui penguatan produktivitas kebun, efisiensi pengolahan, dan pengembangan produk bernilai tambah,” ujar Teddy dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (12/6).

Dalam pengembangan komoditas kopi, PTPN I fokus pada dua jenis utama, yakni kopi Arabika dan Robusta. Untuk Arabika, perusahaan mengembangkan varietas seperti Andung Sari 2 K, Gayo, dan Kamasti dengan potensi produktivitas hingga 850 kilogram per hektare.

Sementara untuk Robusta, PTPN I menggunakan sejumlah klon unggulan seperti BP 42, BP 409, BP 939, dan Tugusari 6 yang memiliki potensi produktivitas hingga 1.000 kilogram per hektare.

Pemilihan varietas tersebut dilakukan untuk menghasilkan kopi dengan kualitas yang sesuai dengan kebutuhan pasar premium global, termasuk dari sisi cita rasa dan konsistensi produksi.

Penguatan rantai pasok kopi PTPN I didukung oleh integrasi antara kawasan perkebunan dan fasilitas pengolahan modern yang tersebar di sejumlah wilayah, termasuk Banyuwangi, Jember, dan Banaran.

Di Jawa Timur, PTPN I Regional 5 mengelola sejumlah kawasan produksi kopi robusta, antara lain Kebun Bangelan di Malang, Kebun Ngrangkah Pawon, Kebun Renteng, dan Kebun Silosanen. Perusahaan juga mengembangkan Java Coffee Estate (JCE) di kawasan lereng Gunung Ijen sebagai bagian dari pengembangan kopi premium.

Sementara itu, di Jawa Tengah, PTPN I Regional 3 mengoperasikan fasilitas pengolahan kopi di Kebun Banaran serta sejumlah wilayah produksi seperti Sukamangli, Ngobo, Getas dan Jolong.

Melalui penguatan proses hulu-hilir tersebut, produk kopi PTPN I tidak hanya menyasar pasar domestik melalui merek premium seperti Banaran Coffee, tetapi juga telah menembus pasar ekspor ke sejumlah negara dengan konsumsi kopi premium, seperti Jepang, Amerika Serikat, dan kawasan Uni Eropa.

PTPN I menargetkan penguatan ekosistem kopi nasional agar mampu meningkatkan nilai tambah komoditas sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu produsen kopi berkualitas di pasar dunia.

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

#ptpn-i #pembelian #kopi-rakyat #pasar-global #ekspor #kopi

https://www.antaranews.com/berita/5609735/ptpn-i-siapkan-skema-pembelian-kopi-rakyat-perkuat-pasar-global