Efek BI Rate hingga Rencana Buyback Himbara, Saham Bank Pesta!
Penguatan saham perbankan dan IHSG tak lepas dari kenaikan suku bunga acuan atau BI Rate dan rencana buyback saham oleh bank BUMN atau Himbara.
(Bisnis.Com) 09/06/26 14:03 244678
Bisnis.com, JAKARTA — Saham perbankan bergerak melesat seiring dengan penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga siang ini, Selasa (9/6/2026).
Penguatan saham perbankan dan IHSG tak lepas dari kenaikan suku bunga acuan atau BI Rate dan rencana buyback saham oleh bank BUMN atau Himbara.
IHSG per pukul 13.50 WIB menguat 4,21% ke level 5.567,28. Senada, Indeks Saham Finansial menguat 4,17% ke level 1.214,41.
Sejumlah saham bank jumbo yang mengalami penguatan di antaranya BBRI yang naik 4,63%, BBCA 4,12%, BMRI 5,93%, BBNI 7,97%, BRIS 6,50%.
Di tengah tekanan terhadap nilai tukar rupiah, Bank Indonesia (BI) memutuskan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,50%.
Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada Selasa (9/6/2026). BI juga menaikkan suku bunga deposit facility sebesar 25 bps menjadi 4,50% dan lending facility menjadi 6,25%.
“Kenaikan ini sebagai langkah lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah dari dampak tingginya gejolak global akibat perang di Timur Tengah,” tulis BI dalam keterangan resmi.
BI menjelaskan kenaikan suku bunga acuan juga merupakan langkah pre-emptive untuk menjaga inflasi 2026 dan 2027 tetap berada dalam sasaran 2,5±1% yang ditetapkan pemerintah.
Selain itu, kebijakan tersebut ditujukan untuk meningkatkan imbal hasil instrumen domestik guna menarik kembali aliran modal asing ke pasar keuangan Indonesia.
Dalam evaluasi sejak RDG Mei 2026, BI menilai pelemahan rupiah lebih dalam dari yang diperkirakan. Selain dipengaruhi gejolak global dan tingginya permintaan valas domestik, tekanan terhadap rupiah juga dipicu oleh keluarnya dana asing dari pasar portofolio Indonesia.
Karena itu, BI memandang perlu untuk memperkuat stabilisasi rupiah melalui kenaikan imbal hasil dan berbagai insentif dalam operasi moneter guna mendorong masuknya kembali investasi asing.
“Stabilisasi nilai tukar rupiah juga ditempuh agar ketahanan eksternal ekonomi Indonesia tetap terjaga dan sasaran inflasi tahun 2026 dan 2027 dapat tercapai,” tulis BI.
Head of Investment Information PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Martha Christina sebelumnya mengatakan kenaikan BI Rate berdampak positif bagi IHSG, khususnya saham perbankan. Oleh karena itu, aham-saham perbankan besar masih menarik dikoleksi karena kinerja fundamental tetap tumbuh positif.
Empat bank jumbo yakni PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) masih membukukan pertumbuhan laba bersih tahunan.
BMRI mencatat pertumbuhan laba tertinggi sebesar 18,8% secara year-on-year (YoY) berdasarkan kinerja 4 bulan 2026. Sementara itu, laba bersih BBRI tumbuh 13,7%, BBCA 3,8%, dan BBNI 5,2% pada kuartal I/2026.
BUYBACK SAHAM
Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad melaksanakan pertemuan dengan perwakilan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), BPJS, dan asuransi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (9/6/2026). Salah satu yang dibahas yakni kemungkinan pembelian kembali atau buyback saham BUMN.
“Kami tadi juga berdiskusi mengenai situasi market dan mungkin saham-saham yang pada saat ini bagus dan kemudian bisa dibeli kembali,” kata Dasco dalam konferensi pers di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (9/6/2026).
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menambahkan, saat ini fundamental ekonomi Indonesia dari sisi perbankan sangat kuat. Meski demikian, dia terus mendorong pelaku pasar untuk terus berkoordinasi, berdiskusi guna mengatasi permasalahan ekonomi saat ini.
“...sebagai pelaku-pelaku pasar untuk terus berkoordinasi, terus saling berdiskusi untuk sekali lagi kita bekerja keras untuk bisa mengatasi permasalahan ekonomi sebagaimana yang kita harapkan bersama-sama,” tutur Prasetyo.
Sementara itu, Himbara memastikan kinerja bank pelat merah saat ini tetap solid. Hal itu salah satunya tecermin dari rata-rata kredit yang mampu tumbuh mencapai double digit.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
#ihsg #saham-bank #suku-bunga #bi-rate #bbca #bbri #bmri #bbni #rupiah #msci #saham-indonesia #arus-dana-asing #bobot-indonesia #indeks-msci #saham-perbankan #nilai-tukar-rupiah #net-sell #investor-asi