Khofifah tegaskan Jatim jadi pemain utama rantai halal nasional
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan Jatim menjadi pemain utama dalam rantai nilai halal nasional karena didukung kekuatan pondok ...
(Antara) 04/06/26 19:36 240322
Halal telah berkembang menjadi ekosistem gaya hidup dan industri masa depan
Surabaya (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan Jatim menjadi pemain utama dalam rantai nilai halal nasional karena didukung kekuatan pondok pesantren, UMKM, industri manufaktur, serta konektivitas logistik yang luas.
“Halal bukan lagi sekadar sertifikasi produk. Halal telah berkembang menjadi ekosistem gaya hidup dan industri masa depan. Ini adalah peluang besar yang harus dimanfaatkan Indonesia, termasuk Jawa Timur, untuk mengambil peran yang lebih strategis dalam rantai nilai halal global,” ujar Khofifah saat menjadi pembicara utama pada Forum Ekonomi Regional Java Halal Ecosystem 2026 di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, Kamis.
Menurut Khofifah, halal kini tidak lagi dipandang semata sebagai aspek kepatuhan syariah, melainkan telah berkembang menjadi gaya hidup sekaligus industri masa depan dengan nilai ekonomi besar di tingkat global.
Produk halal juga telah menjadi standar baru perdagangan internasional yang identik dengan kualitas, keamanan, higienitas, keterlacakan produk, dan keberlanjutan.
Berdasarkan laporan State of the Global Islamic Economy (SGIE) 2025/2026, Indonesia menempati peringkat pertama dunia pada sektor fesyen muslim, peringkat ketiga pada sektor makanan halal serta media dan rekreasi, dan peringkat keempat pada sektor farmasi dan kosmetik halal.
“Kita tidak boleh hanya menjadi pasar. Jawa Timur memiliki modal besar untuk menjadi pemain utama halal dunia, mulai dari kekuatan pesantren, UMKM, industri, hingga konektivitas logistik yang menjangkau pasar nasional dan global,” ujarnya.
Khofifah menjelaskan Jawa Timur memiliki posisi strategis sebagai Gerbang Baru Nusantara dengan Pelabuhan Tanjung Perak yang melayani 24 dari 41 rute tol laut nasional.
Posisi tersebut didukung 12 ruas jalan tol, dua Kawasan Ekonomi Khusus, 13 kawasan industri, satu kawasan industri halal, 37 pelabuhan, dan tujuh bandara. Pada triwulan I 2026, ekonomi Jawa Timur tumbuh 5,96 persen (yoy), lebih tinggi dibanding rata-rata nasional sebesar 5,61 persen.
Dalam pengembangan ekonomi syariah, Pemprov Jatim memperkuat ekosistem halal melalui Halal Industrial Park Sidoarjo (HIPS) serta pemberdayaan 7.425 pondok pesantren.
Sebanyak 1.420 pesantren menjalankan program One Pesantren One Product (OPOP) dan 3.966 pesantren telah terdigitalisasi.
Sepanjang 2025, delapan program inkubasi usaha syariah menjangkau 2.492 pelaku usaha, sementara fasilitasi sertifikasi halal menghasilkan 552.943 usaha dan 1,41 juta produk bersertifikat halal. Jumlah usaha halal di Jawa Timur juga meningkat 42,59 persen dibanding tahun sebelumnya, dengan nilai ekspor halal mencapai 3,222 miliar dolar AS.
Khofifah menegaskan capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi pentahelix dan menjadi bekal bagi Jawa Timur untuk terus memperkuat daya saing sekaligus mendukung Indonesia menjadi pusat ekonomi halal dunia.
Pewarta: Willi Irawan
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026