Rupiah Hari Ini Kamis (4/6) Dibuka Melemah Jadi Rp17.998 per Dolar AS
Rupiah melemah ke Rp17.998 per dolar AS pada 4 Juni 2026, dipicu oleh penguatan dolar AS dan sentimen geopolitik.
(Bisnis.Com) 04/06/26 09:16 239583
Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah dibuka melemah mendekati level psikologis terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan (4/6/2026). Pelemahan rupiah yang berkelanjutan diperkirakan mendorong Bank Indonesia untuk melakukan langkah intervensi.
Berdasarkan data analisis Doo Financial Futures, rupiah dibuka melemah sebesar 0,11% ke level Rp17.998.
Pelemahan mata uang Garuda terhadap dolar AS sejalan dengan depresiasi mayoritas mata uang Asia lainnya. Hal ini ditunjukkan dari Yen Jepang terhadap dolar AS melemah 0,11%, diikuti dolar Singapura terhadap dolar AS yang melemah 0,03%, won Korea melemah 0,35%, dolar Hong Kong ikut melemah 0,03%.
Selanjutnya peso Filipina terhadap dolar AS turut terdepresiasi 0,22%. Kondisi pelemahan terhadap dolar AS juga terjadi terhadap yuan China mengalami pelemahan 0,06%, dan baht Thailand melemah 0,10%.
Sebaliknya sejumlah mata uang Asia yang mampu terapresiasi adalah dolar Taiwan terhadap dolar AS menguat 0,15%, rupee India menguat 0,46%, dan Ringgit Malaysia naik 0,45%.
Analis Doo Financial Futures Lukman Leong memperkirakan dengan pelemahan rupiah yang berlanjut, BI akan meningkatkan intensitas intervensi di pasar valuta asing guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
Langkah intervensi dinilai semakin diperlukan apabila rupiah bergerak terlalu cepat menuju atau bahkan melampaui level Rp18.000 per dolar AS.
Meski demikian, arah rupiah dalam jangka pendek masih akan sangat ditentukan oleh perkembangan geopolitik global, pergerakan dolar AS, serta respons kebijakan yang ditempuh otoritas moneter Indonesia.
Lukman mencermati penguatan dolar AS didorong oleh meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah memanasnya konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah, khususnya yang melibatkan Iran.
Selain faktor geopolitik, dolar AS juga mendapat dukungan dari sejumlah data ekonomi terbaru yang menunjukkan ketahanan ekonomi Amerika masih cukup solid.
Data ketenagakerjaan sektor swasta versi ADP tercatat lebih baik dari perkiraan pasar. Di saat yang sama, indeks aktivitas sektor jasa atau ISM Services juga menunjukkan ekspansi yang lebih kuat dibanding ekspektasi.
Kombinasi kedua data tersebut memperkuat pandangan bahwa ekonomi AS masih cukup tangguh sehingga ruang bagi bank sentral AS untuk mempertahankan suku bunga tinggi tetap terbuka.
Dari dalam negeri, sentimen pasar dinilai belum sepenuhnya membaik. Berbagai tantangan ekonomi domestik masih membayangi pergerakan rupiah sehingga mata uang Garuda berpotensi kembali menguji area psikologis baru.
"Rupiah diperkirakan bergerak dalam rentang Rp17.900 hingga Rp18.050 per dolar AS dalam perdagangan hari ini, Rabu [3/6/2026].
#rupiah-hari-ini #nilai-tukar-rupiah #rupiah-melemah #dolar-as #bank-indonesia-intervensi #mata-uang-asia #depresiasi-rupiah #geopolitik-global #ekonomi-amerika #konflik-timur-tengah #safe-haven-aset #n-a