QRIS Makin Digemari Warga Pantura, BI Cirebon Catat Lonjakan Transaksi hingga Rp3,58 Triliun

QRIS Makin Digemari Warga Pantura, BI Cirebon Catat Lonjakan Transaksi hingga Rp3,58 Triliun

Penggunaan QRIS di Ciayumajakuning meningkat pesat, mencapai Rp3,58 triliun pada awal 2026, menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap pembayaran digital.

(Bisnis.Com) 04/06/26 01:45 239295

Bisnis.com, CIREBON — Kepercayaan masyarakat terhadap sistem pembayaran digital di wilayah Ciayumajakuning terus menguat.

Hal itu tercermin dari lonjakan transaksi menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang mencapai Rp3,58 triliun sepanjang Januari-Februari 2026 dengan volume transaksi sebanyak 41,88 juta kali.

Data Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Cirebon menunjukkan, penggunaan QRIS semakin meluas di kalangan masyarakat maupun pelaku usaha.

Tidak hanya digunakan untuk transaksi bernilai kecil, QRIS kini mulai dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan transaksi dengan nominal yang lebih besar.

Kepala Perwakilan BI Cirebon, Wihujeng Ayu Rengganis, mengatakan tren tersebut menjadi indikasi meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap sistem pembayaran digital yang dinilai praktis, aman, dan efisien.

"Tren ini menunjukkan penggunaan QRIS semakin luas dan mulai menjadi pilihan utama dalam bertransaksi, baik oleh masyarakat maupun pelaku usaha," ujar Rengganis saat pertemuan dengan Perwakilan Bisnis Indonesia Jawa Barat di Kantor Perwakilan BI Cirebon, Kota Cirebon, Rabu (3/6/2026).

Menurut dia, pertumbuhan transaksi digital yang konsisten mencerminkan perubahan perilaku masyarakat dalam melakukan pembayaran.

Digitalisasi transaksi kini tidak lagi menjadi kebutuhan kelompok tertentu, melainkan telah menjadi bagian dari aktivitas ekonomi sehari-hari.

Peningkatan penggunaan QRIS tidak hanya terlihat dari sisi jumlah transaksi, tetapi juga dari nilai transaksi yang terus meningkat setiap bulan.

Transaksi Digital Bertumbuh

Kunjungan Bisnis Indonesia ke Kantor Perwakilan Bank Indonesia Cirebon, Rabu (3/6/2026)./Bisnis-Hakim Baihaqi
Kunjungan Bisnis Indonesia ke Kantor Perwakilan Bank Indonesia Cirebon, Rabu (3/6/2026)./Bisnis-Hakim Baihaqi

Berdasarkan catatan BI Cirebon, nominal transaksi yang sebelumnya berada di kisaran Rp515 miliar per bulan terus mengalami kenaikan.

Pada Januari 2026, nilai transaksi QRIS mencapai Rp1,77 triliun dan kembali meningkat menjadi Rp1,80 triliun pada Februari 2026.

Kenaikan tersebut menunjukkan masyarakat semakin percaya menggunakan pembayaran digital untuk berbagai kebutuhan konsumsi, mulai dari transaksi harian hingga pembayaran dengan nominal yang lebih besar.

Rengganis menilai perkembangan itu menjadi sinyal positif bagi penguatan ekosistem ekonomi digital di wilayah Ciayumajakuning yang meliputi Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan.

"Ini menunjukkan adanya peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap sistem pembayaran digital. QRIS kini tidak hanya digunakan untuk kebutuhan harian, tetapi juga untuk transaksi yang lebih luas," katanya.

Secara wilayah, Kota Cirebon masih menjadi kontributor terbesar penggunaan QRIS di kawasan Ciayumajakuning. Pangsa transaksi dari daerah tersebut mencapai 54,14% dari total volume transaksi.

Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Indramayu dengan kontribusi 18,52%, disusul Kabupaten Majalengka 9,79%, Kabupaten Kuningan 9,44%, dan Kabupaten Cirebon sebesar 7,11%.

Menurut BI, dominasi Kota Cirebon tidak terlepas dari perannya sebagai pusat perdagangan dan jasa di kawasan Ciayumajakuning.

Tingginya aktivitas ekonomi, jumlah pelaku usaha, serta dukungan infrastruktur digital yang relatif lebih siap menjadi faktor pendorong tingginya penggunaan QRIS.

Selain itu, tingkat literasi keuangan masyarakat yang terus meningkat turut mempercepat adopsi pembayaran digital di wilayah tersebut.

"Sebagai pusat pertumbuhan ekonomi regional, Kota Cirebon memiliki ekosistem digital yang lebih matang. Hal ini mempercepat penetrasi QRIS dibandingkan daerah lainnya," ujar Rengganis.

Bank Indonesia menilai meningkatnya penggunaan QRIS juga berkontribusi terhadap perluasan inklusi keuangan di daerah.

Melalui sistem pembayaran digital, masyarakat dan pelaku usaha memiliki akses yang lebih mudah terhadap layanan keuangan formal.

Karena itu, BI bersama pemerintah daerah terus mendorong perluasan penggunaan QRIS, terutama di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah.

Berbagai upaya dilakukan melalui edukasi, peningkatan literasi keuangan digital, serta perluasan akseptasi merchant QRIS di seluruh wilayah Ciayumajakuning.

Ke depan, BI Cirebon juga akan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mempercepat digitalisasi ekonomi daerah, termasuk mendorong integrasi QRIS pada berbagai layanan publik dan sektor perdagangan.

#qris #qris-cirebon #qris-pantura #qris-indonesia #qris-transaksi #qris-digital #qris-pembayaran #qris-masyarakat #qris-pelaku-usaha #qris-ekonomi-digital #qris-ciayumajakuning #qris-kota-cirebon #qris

https://bandung.bisnis.com/read/20260604/550/1978191/qris-makin-digemari-warga-pantura-bi-cirebon-catat-lonjakan-transaksi-hingga-rp358-triliun