Daftar Diskon Tiket Transportasi Khusus Libur Sekolah dan Nataru, Anggaran Sentuh Rp1,5 Triliun

Daftar Diskon Tiket Transportasi Khusus Libur Sekolah dan Nataru, Anggaran Sentuh Rp1,5 Triliun

Pemerintah alokasikan Rp1,5 triliun untuk diskon tiket transportasi saat libur sekolah dan Nataru 2026/2027, mendukung konsumsi rumah tangga dan pertumbuhan ekonomi.

(Bisnis.Com) 28/05/26 12:01 233928

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah menyiapkan anggaran total sekitar Rp1,5 triliun sebagai stimulus diskon tiket transportasi kereta api, laut, penyeberangan, serta pesawat, pada periode libur sekolah serta Natal dan Tahun Baru 2026/2027.

Secara perinci, pemerintah menyiapkan anggaran senilai Rp190,5 miliar untuk diskon tiket transportasi pada masa liburan sekolah yang ditujukan kepada penerima manfaat sebanyak 3,07 juta orang.

Sedangkan untuk libur Nataru, pemerintah menyiapkan anggaran senilai Rp161,4 miliar untuk 2,87 juta orang.

Khusus untuk transportasi udara, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan akan memberikan diskon tiket total 30%.

Pemerintah memberikan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk pembelian tiket pesawat kelas ekonomi. Anggaran yang disiapkan untuk periode libur sekolah adalah Rp472,7 miliar, dengan target penerima 2,3 juta penumpang.

Kemudian PPN DTP pada saat Nataru itu disiapkan senilai Rp722 miliar dengan target 3,7 juta penumpang.

Kepala Ekonom PT Bank Permata Tbk. (BNLI) Josua Pardede melihat pengalaman stimulus mudik Idulfitri 2026 memberi gambaran bahwa diskon tarif transportasi senilai Rp911,16 miliar menjadi bagian dari paket kebijakan yang diproyeksikan mendukung konsumsi rumah tangga, yang porsinya sekitar 53% sampai 54% terhadap PDB.

Hasilnya pada kuartal I/2026, konsumsi rumah tangga menjadi sumber pertumbuhan terbesar, yang menyumbang 2,94% terhadap pertumbuhan ekonomi sebesar 5,61%.

Sektor yang terkait mobilitas juga tumbuh kuat, yaitu akomodasi dan makan minum 13,14% serta transportasi dan pergudangan 8,04%.

“Ini menunjukkan bahwa ketika masyarakat bergerak, dampaknya cepat menyebar ke transportasi, hotel, restoran, perdagangan, dan UMKM daerah,” ujarnya kepada Bisnis, dikutip pada Kamis (28/5/2026).

Meski demikian, Josua memandang bahwa secara nominal stimulus ini tidak cukup besar untuk mengubah arah pertumbuhan nasional sendirian, tetapi sangat berguna sebagai pemicu perputaran uang daerah.

Setiap perjalanan biasanya menciptakan belanja tambahan di luar tiket, seperti hotel, makanan-minuman, transportasi lokal, parkir, tiket wisata, oleh-oleh, dan jasa informal.

Karena itu, daerah tujuan wisata, kota asal mudik, dan kota transit akan memperoleh manfaat lebih besar daripada daerah yang tidak siap menerima lonjakan wisatawan.

Efeknya akan optimal jika pemerintah daerah menyiapkan kalender wisata, pengendalian harga pangan, kebersihan destinasi, pengaturan lalu lintas, dan promosi UMKM lokal.

Pemerintah sendiri dalam Asumsi Dasar Ekonomi Makro 2026 menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4% secara keseluruhan tahun.

#diskon-tiket-transportasi #libur-sekolah #libur-nataru #anggaran-transportasi #diskon-tiket-pesawat #ppn-dtp #konsumsi-rumah-tangga #pertumbuhan-ekonomi #sektor-transportasi #sektor-akomodasi #sektor

https://ekonomi.bisnis.com/read/20260528/98/1976878/daftar-diskon-tiket-transportasi-khusus-libur-sekolah-dan-nataru-anggaran-sentuh-rp15-triliun