Gojek-Grab Hapus Paket Hemat, Pengguna Cemas Tarif Ojol Mencekik
Gojek dan Grab menghapus paket hemat, memicu kekhawatiran pengguna akan kenaikan tarif ojol. Langkah ini diambil demi kesejahteraan pengemudi di tengah tekanan ekonomi.
(Bisnis.Com) 21/05/26 11:34 227424
Bisnis.com, Jakarta – Kebijakan platform Gojek dan Grab yang menghentikan program paket hemat memicu reaksi beragam dari masyarakat. Langkah korporasi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan pengguna setia terkait potensi lonjakan biaya mobilitas harian yang kian mahal.
Penghapusan fitur ini berlatar belakang desakan pembenahan struktur tarif demi menjaga kesejahteraan mitra pengemudi (driver) di tengah tekanan ekonomi makro.
Bagi konsumen kelas pekerja dan komuter, kehadiran paket murah selama ini menjadi katup penyelamat anggaran transportasi. Penghapusan skema ini memaksa pengguna menghitung ulang pengeluaran bulanan mereka.
Rinel (23), seorang pengguna setia Gojek, mengakui fitur hemat sangat membantu mobilitasnya di tengah keterbatasan daya beli. Kehilangan opsi bertarif rendah ini membuatnya cemas, mengingat kenyamanan layanan ojol selama ini menjadikannya pilihan utama dibanding moda transportasi
“Harga yang murah dan nyaman membuat saya terus memakai gojek di bandingkan aplikasi ojek onlinenya,” kata Rinel kepada Bisnis, Kamis (21/5/2026).
Kekhawatiran senada diungkapkan oleh Ayeisha (24). Sebagai konsumen, dia menyayangkan hilangnya opsi dengan pengeluaran lebih rendah tersebut. Meski tidak akan berhenti menggunakan layanan ojol secara total karena faktor kebutuhan, dia memilih strategi mitigasi dengan memangkas intensitas perjalanan.
"Saya pribadi tidak akan berhenti layanan Gojek/Grab, hanya mengurangi frekuensi penggunaannya saja," ungkap Ayeisha.
Opsi beralih ke moda transportasi lain juga mulai dipertimbangkan oleh pengguna. Shafis (23) menyatakan hilangnya paket murah membuka kemungkinan baginya untuk mencari alternatif platform atau beralih menggunakan transportasi umum. Kendati demikian, faktor kecepatan tetap membuat layanan reguler ojol sulit ditinggalkan sepenuhnya selama kenaikan tarif biasa tidak terlampau drastis.
“Masih pakai ojol kalau tarif biasa tidak naik banget, karena butuh cepatnya,” kata Shafis.
Meski demikian, tidak semua pengguna mengeluh. Dukungan terhadap aspek kesejahteraan ini disuarakan oleh Clau (23) dan Fauzan (23). Clau merasa iba mendengar keluhan para pengemudi mengenai potongan komisi yang sangat besar dari program hemat tersebut.
Sementara itu, Fauzan menilai penghapusan kebijakan ini merupakan langkah tepat agar para mitra pengemudi tetap sejahtera dan mampu bertahan di tengah kenaikan biaya operasional akibat harga BBM yang merangkak naik.
“Semoga setelah ini ada perbaikan tata kelola transportasi online secara menyeluruh,” kata Fauza.
#gojek-grab #paket-hemat #tarif-ojol #pengguna-cemas #biaya-mobilitas #kesejahteraan-driver #anggaran-transportasi #daya-beli #layanan-ojol #moda-transportasi #alternatif-platform #transportasi-umum #k