Rekap Kinerja Bank Jumbo, Siapa Paling Jago?

Rekap Kinerja Bank Jumbo, Siapa Paling Jago?

Bank jumbo Indonesia merilis kinerja Q3 2025: BRI laba Rp41,23T, BCA Rp43,4T, Mandiri Rp37,7T, BNI Rp15,12T. Pertumbuhan kredit dan aset meningkat.

(Bisnis.Com) 31/10/25 10:45 22577

Bisnis.com, JAKARTA — Sejumlah bank raksasa di Tanah Air telah merilis laporan keuangan kuartal III/2025. Terbaru, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) telah melaporkan laba kuartal III/2025.

Laporan keuangan bank-bank jumbo dinantikan oleh para investor maupun pelaku ekonomi karena menjadi gambaran kondisi ekonomi, tercermin dari penyaluran kredit maupun kondisi bisnis. Bank-bank jumbo pun merupakan emiten, sehingga gerak sahamnya di Bursa Efek Indonesia menjadi perhatian.

Bank-bank jumbo seperti PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI), PT Bank Central Asia Tbk. (BCA), dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) telah merilis laporan keuangan kuartal III/2025 lebih awal. Terbaru, BRI merilis laporan keuangan terkininya pada Kamis (30/10/2025).

Berikut rekap kinerja bank-bank jumbo pada kuartal III/2025:

Laba BRI (BBRI) Kuartal III/2025: Rp41,23 Triliun

BRI (BBRI) membukukan laba bersih tahun berjalan konsolidasi sebesar Rp41,23 triliun hingga akhir kuartal III/2025. Nilai tersebut terdiri dari laba bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik sebesar Rp40,78 triliun dan kepentingan non-pengendali senilai Rp453,43 miliar.

Sebagai perbandingan, pada periode yang sama tahun sebelumnya, bank spesialis kredit wong cilik itu mencatatkan laba bersih konsolidasi sebesar Rp45,36 triliun.

Dilansir dari laporan keuangan yang rilis di harian Bisnis Indonesia edisi Kamis (30/10/2025), raihan laba BRI didorong oleh kenaikan pendapatan bunga dan pertumbuhan kredit yang masih solid. Pendapatan bunga BRI tercatat Rp155,16 triliun, naik 3% dari Rp150,63 triliun pada kuartal III/2024.

Meski demikian, beban bunga juga ikut meningkat menjadi Rp44,16 triliun, atau naik 3,25% dibandingkan Rp42,77 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Dengan demikian, pendapatan bunga bersih BRI naik 2,9% dari Rp107,86 triliun menjadi Rp110,99 triliun per September 2025.

Beberapa pos yang mempengaruhi raihan laba BBRI di antaranya beban kerugian penurunan nilai aset keuangan (impairment) yang naik 13,99% menjadi Rp33,59 triliun, dari Rp29,46 triliun pada tahun sebelumnya. Selain itu, beban lainnya mencatat lonjakan paling signifikan, naik 74,7% menjadi Rp69,83 triliun, dibandingkan Rp39,97 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari sisi penyaluran kredit, BRI mencatat pertumbuhan 6,26%, dari Rp1.353,36 triliun pada kuartal III/2024 menjadi Rp1.438,11 triliun pada kuartal III/2025.

Adapun, cadangan kerugian penurunan nilai aset keuangan (CKPN) juga meningkat tipis 0,86% menjadi Rp80,74 triliun, dari Rp80,05 triliun setahun sebelumnya.

Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) naik 8,24% menjadi Rp1.474,78 triliun, dari Rp1.362,41 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Dana murah alias CASA juga meningkat kuat 14,11% menjadi Rp997,62 triliun dengan rasio 67,65%, dari Rp874,23 triliun per September 2024.

Aset BRI pun tumbuh 8,23% menjadi Rp2.123,45 triliun per September 2025, dari Rp1.961,91 triliun pada akhir kuartal III/2024.

Laba BCA (BBCA) Kuartal III/2025: Rp43,4 Triliun

BCA (BBCA) beserta entitas anak usaha melaporkan raihan laba bersih pada kuartal III/2025 senilai Rp43,4 triliun. Nilai itu tumbuh 5,7% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp41,1 triliun.

Presiden Direktur BCA Hendra Lembong mengatakan pada periode yang sama perseroan mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 7,6% (year on year/YoY) menjadi Rp944 triliun.

"Kinerja ini ditopang oleh ekspansi kredit yang berkualitas dan terjaganya likuiditas perseroan," ujarnya dalam paparan kinerja pada Senin (20/10/2025).

Dari sisi himpunan DPK per akhir September 2025, terdapat pertumbuhan sebesar 7% secara tahunan yang ditopang utamanya oleh pendanaan murah atau current account saving account (CASA).

Lebih rinci terkait penyaluran kredit, sektor korporasi menjadi yang tertinggi dibanding segmen lain, tumbuh 10,4% (YoY) mencapai Rp436,9 triliun per September 2025.

Kredit komersial naik 5,7% (YoY) menjadi Rp142,9 triliun, dan kredit UKM tumbuh 7,7% (YoY) menjadi Rp129,3 triliun. Pertumbuhan kredit konsumer menyentuh 3,3% (YoY) menjadi Rp223,6 triliun, didorong kenaikan KPR sebesar 6,4% (YoY) menjadi Rp138,8 triliun. Adapun, CASA BCA tumbuh 9,1% (YoY) mencapai Rp999 triliun.

"Pertumbuhan CASA selaras dengan total frekuensi transaksi BCA yang naik 78% dalam tiga tahun terakhir," kata Hendra.

Jika diakumulasikan dengan realisasi laba bersih pada semester I/2025 yang sebesar Rp29,01 triliun, maka bank milik Grup Djarum ini diperkirakan meraup laba bersih Rp43,19 triliun sepanjang sembilan bulan tahun ini.

Laba Bank Mandiri (BMRI) Kuartal III/2025: Rp37,7 Triliun

Bank Mandiri (BMRI) melaporkan raihan laba bersih konsolidasian kuartal III/2025 senilai Rp37,7 triliun.

Meski demikian, sebagai perbandingan pada periode yang sama tahun sebelumnya, bank dengan logo pita emas itu membukukan penurunan laba bersih 10,25% dari Rp42,01 triliun.

Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini mengatakan perusahaan menyalurkan pinjaman konsolidasi Rp1.764,24 triliun per September 2025, tumbuh 11% secara tahunan (YoY). Capaian ini disebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit industri perbankan nasional yang tercatat sebesar 7,70% (YoY) menurut data Bank Indonesia.

"Hasilnya, hingga akhir September 2025, total aset konsolidasi Bank Mandiri turut meningkat dan mencapai Rp2.563 triliun, naik 10,3% secara YoY. Kinerja ini mencerminkan keunggulan intermediasi Bank Mandiri dalam memperluas pembiayaan yang berorientasi pada produktivitas dan penciptaan nilai tambah ekonomi," kata Novita dalam konferensi pers laporan keuangan Bank Mandiri, Senin (27/10/2025).

Jika diakumulasikan dengan realisasi laba bersih pada semester I/2025 yang sebesar Rp24,45 triliun, maka bank pelat merah ini diperkirakan meraup laba bersih Rp36,93 triliun pada sembilan bulan pertama tahun ini.

Laba BNI (BBNI) Kuartal III/2025: Rp15,12 Triliun

BNI (BBNI) secara konsolidasi membukukan laba bersih kuartal III/2025 mencapai Rp15,12 triliun.

Sementara, pada kuartal III/2024 bank dengan logo 46 itu membukukan laba senilai Rp16,42 triliun.

Dalam laporan keuangan yang dipublikasikan, BBNI mencatatkan pendapatan bunga sebesar Rp51,16 triliun hingga September 2025, tumbuh 4,77% (YoY) dari periode yang sama tahun lalu Rp48,83 triliun dengan beban bunga tercatat Rp21,91 triliun.

Dengan demikian, pendapatan bunga bersih BBNI tercatat sebesar Rp29,25 triliun.

Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan menyampaikan strategi penguatan kualitas portofolio dan efisiensi pendanaan yang disiplin membuat BNI tetap tangguh menghadapi volatilitas, sekaligus menjaga keseimbangan pertumbuhan di seluruh segmen bisnis.

“Keberhasilan ini menunjukkan kemampuan BNI untuk tetap adaptif dalam menghadapi tantangan, sambil terus mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Putrama dalam keterangannya, Jumat (24/10/2025).

BNI mencatat rasio permodalan cukup solid, dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) mencapai 21,1%, termasuk Tier-1 Capital yang tetap kuat. Likuiditas juga berada pada level aman dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 86,9%, Liquidity Coverage Ratio (LCR) 167,4%, dan Net Stable Funding Ratio (NSFR) 142,1%.

Kualitas aset pun tetap terjaga. BNI melaporkan, Rasio kredit bermasalah (NPL gross) berada di kisaran 2,0%, sementara Loan at Risk (LAR) membaik ke level 10,4%.

Adapun hingga akhir September 2025, total penyaluran kredit BNI tumbuh 10,5% (YoY) menjadi Rp812,2 triliun. Pertumbuhan tersebut tercatat merata di seluruh segmen bisnis, mencerminkan portofolio kredit yang semakin sehat dan berimbang.

“Pertumbuhan kredit BNI kini lebih seimbang di seluruh segmen, baik korporasi, menengah, maupun UMKM. Hal ini menunjukkan efektivitas strategi pembiayaan kami dalam menjaga kualitas aset sekaligus mendorong pertumbuhan sektor produktif,” ujar Direktur Finance & Strategy BNI Hussein Paolo Kartadjoemena.

#bank-jumbo #kinerja-bank #laporan-keuangan-bank #laba-bri #laba-bca #laba-bank-mandiri #laba-bni #pertumbuhan-kredit #pendapatan-bunga #beban-bunga #aset-bri #aset-bca #aset-bank-mandiri #aset-bni #ca

https://finansial.bisnis.com/read/20251031/90/1924976/rekap-kinerja-bank-jumbo-siapa-paling-jago