Bapanas: Pemerintah intervensi harga ayam dan telur cegah deflasi

Bapanas: Pemerintah intervensi harga ayam dan telur cegah deflasi

Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan pemerintah terus melakukan intervensi harga dari hulu hingga hilir guna mencegah deflasi lebih dalam pada komoditas ...

(Antara) 19/05/26 21:40 225515

Ini teman-teman (peternak) sudah berteriak. Ini yang akan kami dorong juga mengembalikan (kewajaran). Ini di bawah HAP tapi harus naikkan lagi, tentu akan berdampak pada Indeks Perkembangan Harga (IPH),

Jakarta (ANTARA) - Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan pemerintah terus melakukan intervensi harga dari hulu hingga hilir guna mencegah deflasi lebih dalam pada komoditas daging ayam ras dan telur ayam ras di tingkat peternak nasional.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa mengatakan, langkah intervensi dilakukan untuk menjaga keseimbangan harga agar tetap wajar bagi peternak maupun konsumen di tengah penurunan harga saat ini.

"Supaya tak terjadi deflasi yang terdalam pada komoditas daging ayam ras dan telur ayam ras, pemerintah terus bergerak melaksanakan intervensi mulai dari hulu sampai hilir," kata Ketut di Jakarta, Selasa.

Menurut Bapanas, harga ayam ras hidup dan telur ayam ras di tingkat peternak telah berada sekitar 8 persen di bawah harga acuan pembelian (HAP) yang ditetapkan pemerintah. Kondisi tersebut mulai dikeluhkan para peternak karena dapat menekan keuntungan usaha mereka.

Pemerintah pun berupaya mengembalikan harga ke level yang lebih wajar melalui berbagai langkah stabilisasi agar produksi peternakan nasional tetap terjaga dan peternak tidak mengalami kerugian berkepanjangan.

Selain menjaga keseimbangan harga, intervensi tersebut juga dilakukan untuk menjaga stabilitas pangan nasional serta menghindari tekanan deflasi yang lebih dalam pada kelompok komoditas pangan strategis.

"Ini teman-teman (peternak) sudah berteriak. Ini yang akan kami dorong juga mengembalikan (kewajaran). Ini di bawah HAP tapi harus naikkan lagi, tentu akan berdampak pada Indeks Perkembangan Harga (IPH)," jelas Ketut.

Dalam pantauan harga di tingkat produsen sampai 17 Mei, lanjut Ketut, rata-rata harga secara nasional untuk ayam pedaging hidup berada di Rp22.783 per kilogram (kg) atau 8,87 persen di bawah HAP yang ditetapkan di Rp25.000 per kg. Sementara telur ayam ras berada di Rp24.356 per kg atau 8,09 persen di bawah HAP Rp26.500 per kg.

Ia menegaskan, prinsip keseimbangan dan kewajaran harga dalam rantai pasok pangan diutamakan pemerintah untuk menjaga produksi dalam negeri terus terjaga. Sementara level harga di konsumen juga tidak boleh melampaui HAP yang sudah ditetapkan.

Ia mengaku pihaknya segera bersinergi dengan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan) dalam rangka menstabilkan kembali harga telur ayam ras di tingkat produsen.

Selain itu, Bapanas juga bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk bisa menyerap langsung komoditas tersebut ke peternak.

"Jangan sampai harga sudah terlanjur di bawah, (malah terjadi) demo dan lain sebagainya," ucap Ketut.

Lebih lanjut, Ketut menyatakan, Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman telah menandatangani pendistribusian program stabilitas pasokan dan harga pangan (SPHP) jagung pakan untuk membantu peternak menjaga biaya produksi tetap terkendali.

Program itu merupakan upaya pemerintah menjaga stabilisasi karena harga jagung di tingkat peternak saat ini berada di kisaran Rp6.700 per kilogram, sementara jagung SPHP disalurkan dengan harga sekitar Rp5.000 per kilogram sehingga peternak masih dapat memperoleh keuntungan yang wajar.

"Dengan bantuan SPHP jagung ini, mereka bisa menikmati keuntungan yang masih wajar," tambah Ketut.

Bapanas menetapkan harga jagung pakan program SPHP sebesar Rp5.000 per kg dengan pengambilan di gudang Bulog dan harga maksimal di Rp5.500 per kg di tingkat peternak.

Penyaluran SPHP jagung pakan dilakukan melalui koperasi atau asosiasi kepada anggota yang telah terdaftar dalam SK Menteri Pertanian. Hingga 17 Mei, Perum Bulog telah menyalurkan SPHP jagung pakan hingga 5,97 ribu ton dari target salur 213,2 ribu ton.

Stok cadangan jagung pemerintah (CJP) per 18 Mei berada di angka 234 ribu ton. Secara beriringan, Bapanas memastikan Bulog terus melakukan penyerapan jagung produksi dalam negeri yang capaiannya telah menyentuh 194,2 ribu ton sejak awal tahun 2026 sampai 18 Mei.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyatakan, implementasi program intervensi pangan sudah berjalan cukup baik saat memimpin Rapat Pengendalian Inflasi di Jakarta, Senin (18/5).

"Pada posisi daging ayam ras relatif terkendali. 232 daerah mengalami penurunan. Ini cukup baik artinya intervensi cukup baik dari Bulog maupun dari Badan Pangan Nasional, Kementerian Pertanian bagus," kata Tito.

Dalam data perubahan Indeks Perkembangan Harga (IPH) minggu kedua Mei, daging ayam ras mencatatkan penurunan IPH pada 232 kabupaten/kota. Sementara telur ayam ras lebih banyak lagi dengan penurunan IPH pada 246 kabupaten/kota. Kedua produk ternak unggas tersebut memang mencatatkan deflasi pada April lalu.

"Kita masih bersyukur bahwa inflasi year on year masih di angka 2,42 persen di bulan April. Namun bulan Mei ini kita harus mengamati betul perkembangan dari dampak terutama kenaikan harga minyak dan juga kurs mata uang," tambah Tito.

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026

#bapanas #intervensi #harga-ayam #telur-cegah #deflasi #pangan

https://www.antaranews.com/berita/5573712/bapanas-pemerintah-intervensi-harga-ayam-dan-telur-cegah-deflasi