Indef: Dorong digitalisasi KDMP untuk perluas jangkauan pasar
Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti menilai digitalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih ...
(Antara) 18/05/26 16:41 223899
Jakarta (ANTARA) - Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti menilai digitalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) perlu didorong agar mampu berkembang lebih kompetitif dan menjangkau pasar yang lebih luas.
Ia mengatakan transformasi digital penting dilakukan agar koperasi tidak tertinggal dalam pemanfaatan teknologi sekaligus meningkatkan efisiensi dan transparansi pengelolaan usaha.
“Layanan koperasi tidak boleh tertinggal dalam pemanfaatan teknologi jika ingin menjangkau pasar yang lebih luas,” kata Esther kepada ANTARA di Jakarta, Senin.
Menurut dia, digitalisasi koperasi dapat dilakukan melalui penggunaan perangkat lunak manajemen dan aplikasi akuntansi berbasis cloud untuk meningkatkan efisiensi operasional.
Selain itu, koperasi juga perlu memperluas akses pasar melalui perdagangan elektronik seperti e-commerce dan pemanfaatan media sosial untuk memperkuat pemasaran produk anggota.
Esther menilai koperasi desa juga perlu memiliki aplikasi seluler agar anggota dapat memantau simpanan, mengajukan pinjaman, hingga melakukan transaksi dengan lebih mudah.
Ia mengatakan modernisasi koperasi juga harus diiringi penguatan profesionalisme manajemen dan kualitas sumber daya manusia (SDM).
“Rekrutmen talenta ahli penting dilakukan dengan menempatkan tenaga profesional di posisi manajerial, seperti manajer bisnis, akuntan, atau ahli IT, bukan sekadar memilih pengurus berdasarkan senioritas,” ujarnya.
Menurut dia, koperasi juga perlu melakukan diversifikasi usaha agar tidak hanya bergantung pada unit simpan pinjam, tetapi turut mengembangkan sektor riil seperti agribisnis dan perdagangan produk desa.
“Produk yang ditawarkan harus benar-benar menjawab kebutuhan anggota, misalnya koperasi pertanian menyediakan pupuk bersubsidi dan bantuan akses pasar langsung,” ucap Esther.
Ia menambahkan penguatan koperasi juga membutuhkan dukungan permodalan dan akses pembiayaan yang memadai, termasuk melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) maupun kerja sama dengan perbankan.
Lebih lanjut, Esther menilai edukasi perkoperasian penting dilakukan secara berkala agar anggota memahami manfaat koperasi dan memiliki loyalitas terhadap usaha bersama tersebut.
Pemerintah sebelumnya menargetkan pembentukan 80 ribu KDMP secara bertahap di seluruh Indonesia sebagai bagian dari penguatan ekonomi desa dan distribusi pangan nasional.
Dari jumlah tersebut, pemerintah telah meresmikan operasional 1.061 KDMP pada tahap awal dengan plafon pembiayaan hingga Rp3 miliar per koperasi untuk mendukung pengembangan usaha dan operasional koperasi desa.
Program KDMP juga diperkirakan dapat menciptakan sekitar 2 juta lapangan kerja baru di desa melalui pengembangan usaha pangan, distribusi logistik, pergudangan, hingga layanan ekonomi masyarakat.
Pemerintah juga menegaskan digitalisasi menjadi salah satu bagian penting dalam pengembangan KDMP.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid sebelumnya menyebut digitalisasi koperasi diarahkan untuk meningkatkan efisiensi usaha, memperluas akses pasar, dan memperkuat integrasi rantai pasok desa.
Kementerian Komunikasi dan Digital bersama Kementerian Koperasi tengah menyiapkan sistem digital koperasi melalui pengembangan platform Si Kopdes, integrasi data anggota, transaksi nontunai, hingga pemantauan kinerja koperasi secara real time.
Selain itu, pemerintah turut menyiapkan dukungan konektivitas digital di wilayah prioritas KDMP, termasuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), agar transformasi digital koperasi dapat berjalan lebih merata.
Pewarta: Aria Ananda
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
#koperasi-desa-merah-putih #kdmp #indef #digitalisasi-koperasi #perluasan-pasar